Kajian Online di Tengah Pandemi Covid-19 Saat Ramadan

Vokasi News – Jumat, 15 Mei 2020, melalui platform google meet, Kementerian Kerohanian BEM Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menyelenggarakan Kajian Online Ramadan (KOMANDAN). Kajian ini mengangkat tema “Keberkahan Malam Lailatul Qadar” yang menghadirkan dua pembicara, yaitu Diki Febrianto yang merupakan Ketua BSO LDF SKI FIB UA 2017 sekaligus Ketua UKMKI 2019 dan Achmad Syaiful Abbidin yang merupakan Ketua SKIV 2019 sekaligus Ketua UKMKI 2020. Acara ini di buka oleh moderator pada pukul 16.00 WIB dan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-quran oleh M. Hafidzh Zulfan yang merupakan salah satu muadzin di masjid Nuruzzaman Unair.

Pada kesempatannya, Diki Febrianto sebagai pembicara pertama menjelaskan banyak hal mengenai seluk-beluk Lailatul Qadar dan Nuzulul Quran, sedangkan Achmad Syaiful Abbidin banyak menjelaskan mengenai keutamaan malam Lailatul Qadar dan bagaimana cara mendapatkan nya. Diki mengatakan bahwa lailatul qadar lebih baik dari 1000 bulan dimana para malaikat dengan izin Allah SWT turun ke bumi untuk mengatur segala urusan hingga datang nya fajar. Ada perbedaan pendapat ulama yang mengatakan mengenai kapan turun nya malam lailatul qadar, yakni pada 10 malam tearkhir ramadan, 7 malam terakhir ramadan dan pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir ramadan. Maka, Ketua UKMKI 2019 itu berpesan agar kita fokus mengoptimalkan ibadah kita di setiap malam, bukan hanya fokus pada lailatul qadar.

Kemulian Lailatul Qadar

Selanjutnya, untuk mendapatkan kemulian lailatul qadar Abbidin menjelaskan beberapa amalan yang bisa kita lakukan seperti bertaubat pada Allah SWT dan memperbanyak ibadah kepada-Nya dengan menghidupkan malam lailatul qadar. Hal ini dapat dilakukan dengan membaca al-quran, berdoa, qiyamul lail, dan melakukan iktikaf di manapun karena pada intinya yang ingin didapat adalah memohon ampunan dan senantiasa berdzikir kepada Allah SWT. Dia juga mengatakan bahwa kita harus husnuzan dan terus berusaha diiringi dengan muhasabah dan ikhtiar semaksimal mungkin, karena allah sesuai dengan prasangka hambanya. Insya Allah, Allah akan mengetahui dan mengabulkan keinginan hamba-Nya.

Acara pun berakhir dengan sesi interaktif antar peserta dan pembicara. Panitia berharap semoga dengan diadakannya kajian tersebut, dapat memberikan manfaat dan mendatangkan keberkahan di bulan suci ramadan. Selain itu, diharapkan mahasiswa semakin haus akan pengetahuan dan makin semangat dalam beribadah di sepuluh hari terakhir ramadan, dengan demikian akan mudah bagi mereka untuk menyerap berbagai wawasan baru dan meningkatkan kembali karakter luhur pada diri mereka. Karena di rumah saja tentunya tidak akan menghambat komunikasi kita terhadap sang pencipta.

Writer : Risma Amelia R.

Editor  : Rio Meka Rizqi

There are no comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart