Turunkan Prevalensi Stunting, Program Studi D3 K3 Vokasi Unair Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Kerjasama Lintas Sektor

Vokasi News – Kabupaten Probolinggo menempati posisi kedua tertinggi kabupaten/kota yang memiliki masalah stunting di Jawa Timur sebesar 39,9% pada tahun 2018 dan termasuk kabupaten prioritas masalah kesehatan ibu dan anak. Prevalensi balita stunting di provinsi Jawa Timur cenderung stagnan selama tiga tahun terakhir yaitu 27% pada tahun 2015, 26,1% pada tahun 2016, 26,9% pada tahun 2017 dan belum memenuhi target 2017 yang ditetapkan sebesar 26,2%. Meskipun pada tahun 2013, prevalensi tersebut memiliki tren penurunan sebesar 9,5% menjadi 39,9% pada tahun 2018.

Menurut Septyani, Ketua Pelaksana Pengmas Prodi D3 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), menyebutkan bahwa latar belakang kegiatan pengmas diawali dengan permasalahan  tingginya prevalensi balita stunting terdiri atas dua aspek yaitu aspek kesehatan dan aspek sosial. Aspek kesehatan yang menjadi faktor utama tingginya kejadian stunting pada balita adalah masih belum maksimalnya upaya deteksi dini dan pencegahan stunting. Sehingga diperlukan program inisiaif untuk memaksimalkan upaya deteksi dini dan pencegahan stunting. Aspek sosial yang berpengaruh terhadap kejadian stunting adalah kurangnya kesadaran akan pentingnya melakukan upaya pemantauan status gizi bayi dan balita dan pemberian makanan tambahan yang tepat dan bergizi kepada bayi dan balita.

 

 

“Kegiatan ini berjudul Kerjasama Lintas Sektor Dalam Pemanfaatan Kearifan Lokal Dan Optimalisasi Keterampilan Deteksi Dini Kader Posyandu dan Ibu Balita Sebagai Upaya Penurunan Prevalensi Stunting Di Desa Bermi Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Aktifitas yang dilakukan berfokus kepada pelatihan kader dan pemberian materi. Selain itu juga terdapat lomba antar posyandu pada akhir kegiatan, tujuannya agar dipahami dan ingat,” tuturnya.

 

 

Kegiatan pengmas ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja, pengetahuan, kapasitas, keterampilan, kemandirian, dan komitmen kader terhadap posyandu sehingga angka kunjungan posyandu semakin meningkat, dan status kesehatan bayi dan balita meningkat. Dengan demikian, stunting dapat dengan lebih mudah terdeteksi serta ditangani dengan tepat dan cepat. Selain itu, kader juga dilatih dan dimotivasi untuk secara rutin melakukan kunjungan rumah bagi warga yang masih belum berkunjung ke posyandu dan membuat menu PMT tiap bulannya tidak hanya lebih bervariasi namun juga tepat kandungan gizi.

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 26-29 Agustus 2020 di Desa Bermi Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Kegiatan dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan meliputi desinfeksi ruangan dan peralatan, penyediaan APD (masker, handsanitizer faceshield), himbauan kepada peserta agar taat protokol selama kegiatan, dan pelaksanaan kegiatan di ruangan terbuka dengan pengaturan Ventilasi Durasi dan Jarak (VDJ) Selain itu, panitia yang berasal dari Surabaya melakukan self assessment COVID-19  dengan melakukan tes serologi sebelum melaksanakan kegiatan ini. Kepala Puskesmas Krucil dan Kepala Desa Bermi menyambut baik adanya kegiatan ini dan berharap kegiatan ini bisa menjadi kegiatan rutin tahunan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga yang dilakukan di Desa Bermi.

 

Terdapat beberapa kegiatan pengabdian kepada masyarakat diantaranya pada hari pertama 27 Agustus 2020 yakni Penyuluhan tentang Stunting, Deteksi Dini Stunting (Cara Pengukuran Ukuran Tubuh Bayi dan Balita, dan Pembacaan KMS) dan PMT Pangan Lokal. Pada hari kedua 28 Agustus 2020 kegiatan dimulai dengan Senam Sehat Bersama, kemudian dilanjutkan dengan Lomba PMT dengan menggunakan Pangan Lokal dan Lomba Deteksi Dini Stunting. Kedua lomba ini dipandu oleh panitia dan dibantu penilaian oleh juri dari tim Puskemas Krucil.

 

Kegiatan pertama diawali dengan edukasi tentang Stunting dan Pencegahannya. Topik ini  disampaikan oleh Dr. Basuki selaku Kepala Puskesmas Krucil, Bapak Yusuf selaku Kepala Desa serta Babinsa Desa Bermi. Edukasi tentang Stunting dan pencegahannya disampaikan oleh tiga narasumber dengan latar belakang sektor yang berbeda, puskesmas selaku perwakilan sektor Kesehatan, kepala desa sbagai sektor pemerintahan desa dan Babinsa selaku aparat keamanan pemerintahan desa.

Kegiatan Edukasi terakhir yang dilaksanakan pada hari pertama pengmas adalah edukasi tentang PMT pangan Lokal oleh ibu Ratih Damayanti, S.KM., M.Kes. Pada kegiatan ini Peserta diajak berdiskusi tentang variasi menu PMT yang bergizi untuk bayi dan balita dengan menggunakan pangan lokal.

 

Pelaksanaan Pengmas Program Studi D3 K3 Vokasi Unair hari kedua diawali dengan Senam Sehat Bersama untuk meningkatkan semangat dan Kesehatan ibu kader posyandu selama kegiatan ini. Kegiatan pelatihan pada hari kedua mengenai Deteksi Dini Stunting. Kegiatan ini terdiri dari dua topik. Topik pertama adalah Cara Pengukuran Ukuran Tubuh Bayi dan Balita, yang disampaikan oleh Ibu Septyani Prihatiningsih S.KM., M.K.K.K dan Ibu dr., Erwin Dyah Nawawinetu, M.Kes. Sedangkan Topik kedua yakni Pembacaan KMS yang disampaikan oleh Ibu Indah Lutfiya S.KM., M.Kes. Pelatihan ini dilakukan untuk penyegaran sekaligus peningkatan kompetensi para kader posyandu dalam melakukan pengukuranberat badan dan Panjang / tinggi badan bayi dan balita khususnya menggunakan alat ukur digital serta ketepatan membaca KMS bayi dan balita tiap bulannya.

 

Untuk menutup kegiatan pengmas, dilanjutkan dengan perlombaan PMT Pangan Lokal dan juga Deteksi Dini Stunting. Kegiatan perlombaan ini di ikuti oleh peserta pengmas yang sudah dibagi menjadi tiga kelompok sesuai dengan kelompok Posyandu. Pada perlombaan pertama, PMT Pangan Lokal, masing-masing kelompok diberikan modal sebesar seratus ribu rupiah oleh tim pengmas kemudian membuat dan mempresentasikan inovasi olahan PMT dengan menggunakan sumber pangan lokal yang ada di Desa Bermi.  Perlombaan kedua adalah perlombaan deteksi dini stunting dengan melakukan pengukuran berat badan dan Panjang/tinggi badan bayi dan balita serta membaca KMS. Masing-masing perlombaan ini dilakukan penilaian oleh tim juri yang terdiri dari staf Gizi Puskesmas Krucil, Ibu Sri Wahjuni selaku Puskesmas Krucil dan Ibu Kholis selaku Bidan Pos Kesehatan Desa Bermi. Para kader posyandu tampak sangat antusias dalam mengikuti perlombaan khususnya saat melakukan Presentasi olahan PMT dan juga cara melakukan pengukuran berat badan dan Panjang badan/Tinggi Badan balita serta pembacaan KMS. Penilaian, komentar dan masukan dari para tim juri penilai perlombaan Inovasi PMT Pangan lokal sangat memberikan tambahan pengetahuan terkait penyajian PMT yang tepat pengolahan, tepat kandungan gizi, tepat takaran dan ukuran, tepat sasaran dan tepat penyajian. Begitu juga dengan perlombaan deteksi dini stunting, para tim juri penilai memberikan tambahan pengetahuan tentang bagaimana mengatasi kesulitan saat melakukan pengukuran berat badan dan Panjang/berat badan bayi dan balita. Juara dari kedua perlombaan tersebut mendapatkan doorprize dari tim Pengmas Program Studi D3 K3 Vokasi Unair.

 

Selain melakukan edukasi dan perlombaan antar kelompok posyandu, Tim Pengmas Program Studi D3 K3 Vokasi Unair juga memberikan bantuan alat ukur timbangan dan Panjang badan  digital untuk Bayi, timbangan berat badan digital, alat ukur Lingkar Lengan (LILA) dan microtoise untuk Balita kepada Posyandu TP Buah Hatiku, Posyandu Dahlia, dan Posyandu Anggrek Desa Bermi.  Pemberian bantuan alat ini diharapkan dapat membantu posyandu memaksimalkan perannya dalam melakukan upaya pencegahan stunting dengan melakukan pengukuran status gizi bayi dan balita.

 

“Pencegahan stunting tidak akan berjalan efektif tanpa kolaborasi dan kerjasama dari berbagai sektor, antara pemerintah, sektor swasta, hingga lembaga swadaya masyarakat. Dengan mengadakan program pencegahan stunting berbasis kerjasama lintas sektor di Desa Bemi ini, kami berharap lebih banyak pihak yang terinspirasi, berkolaborasi dan melakukan Kerjasama mendukung upaya dan peran penting keluarga dalam memastikan anak mendapatkan nutrisi seimbang yang berkualitas serta menjaga perilaku hidup bersih dan sehat,” ujar Septyani sambil menutup kegiatan wawancara.

 

Writer : Sp

There are no comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart