Battra’s Webinar Series “The Role Of Traditional Health Services Now And The Future”

Vokasi News – Kegitan Battra’s webinar series merupakan sebuah seminar online yang diadakan oleh prodi Battra Fakulta Vokasi (13/9) melalui media aplikasi zoom. Webinar pada series kedua ini betemakan Traditional medicine with 4 skills : akupunture, herbal, nutrition, massage. Acara ini di tujukan untuk mahasiswa Battra sendiri dan juga masyarakat umum yang tertarik dengan Tradisional Chines Medicine. Acara ini menghadirkan pembicara yaitu Dr. Fransiskus Sulistyo akupunturis dan herbalis dari Jerman, Mag.Dr. med. Julia Rakus seorang Nutrition in Traditional Medicine dari Australia  dan juga Vikram Andrew Naharwr,Ph.D dari India.

 

Webinar ini di mulai pukul 12:00 – 17:00 WIB, di buka dengan sambutan oleh bapak Dekan Fakultas Vokasi, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi yang pertama oleh Dr. Fransiskus Sulistyo membahas tentang Perbedaan western dan holistic medicine. “Jika holistic  medicine punya 2 fokus yang sama yaitu pasien atau manusia yang individual yangg punya suatu tertentu denang sintom2. Jadi untuk mencapai holistic medicine seharusnya fokus pada individu pasien yg punya keluhan bukan penyakitnya tapi pasien yang sedang sakit itu yang terpenting. Perbedaan western medicine dan holistic medice. Western medicine punya perkembangan yang luar biasa.” Berikut pemaparan beliau.

 

 

Dr. Fransiskus Sulistyojuga berpesan kepada seluruh peserta khususnya kepada para mahasiswa Battra sendiri “Jika mau tepat dalam herbal atau akupuntur harus punya kompetensi dari medical provider. 6 faktor penentu yg penting, fokus pasien punya keluhan dan sintom apa, indikasi nya kita menggunakan diagnosis suatu medicine itu, menyelesaikan problem dengan seefektif mungkin,karena semua diagnostik terapi selalu mengandung resiko dan efek, faktor ke 5 yaitu daya untuk pasien atau keseluruan sebagai masyarakat, yang ke 6 Harus punya nilai tambah pada pengobatan tradisional medicine jangan kata-katanya tapi sudah terbukti Tradisional medicine melihatnya contoh: jangan melihat dari penyakit pasien seperti asam urat dan kawan-kawan, jangan melihat itu karena tidak bisa di akupuntur tetapi melihat gejala penyakit dari pengobatan cina. Jangan bereorentasi dengan western medicine. Kombinasi western dengan tradisional medicine, harus menggunakan bersama-sama. Kalau  kronik  baru tepat untuk akupuntur kalo low back pain jangan. Komunikasikan pada pasien Berapa biayanya dan apakah kita punya kompetensi untuk itu. HMP diagnosis MRA radiologi. Pengobatan tradisional tidak bisa mengatasi langsung penyakitnya seperti barat contoh asam urat tetapi mengatasi  keluhanya dari asam urat itu apa.”

 

Kesimpulan dari pembahasan materi dari Dr. Fransiskus Sulistyo adalah untuk alur pengobatan berfokus kepada 5 hal yaitu: problem/syntom/keluhan pada pasien, indikasi dan diagnosa, prognose, biaya resiko dan efek samping diskusikan pada pasien, dan preference dari pasien dan tambahan khusus adalah kelebihan atau nilai tambah yang dipunyai. contoh seperti biaya lebih murah, efek samping lebih rendah, pasien cenderung kesana dan kawan-kawan. Jika convensional dan tradicional medicine bisa bersama-sama maka beberapa faktor yang bisa dilihat adalah : 1. memilih titik-titik akupuntur tertentu berdasarkan labor-mrt-ct-usg, 2. Memilih bahan herbal untuk suatu keluhan atau symtom tertentu hanya berdasarkan ingredience suatu materia medica, 3. parameter efek terapi dari suatu bahan herbal dengan western medicine parameter contoh endorfin, prostaglandin tanpa hasil klinis.

 

Writer : Shilvia Riyantika Devi

Editor : Nadya Oktavian Prahardi

There are no comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart