Pandemi Bukan Berarti Tak Bisa Berbagi, HIMA Fisioterapi Sukses Salurkan Bantuan dan Majalah Edukasi

Vokasi News – Himpunan Mahasiswa Fisioterapi Fakultas Vokasi kembali menggelar kegiatan Bakti Sosial dan Femur (Fisioterapi Mlaku Bareng) yang kali ini bertempat di Desa Gumeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto pada Sabtu, 5 September 2020.

 

Kegiatan berupa pemberian sembako gratis kepada masyarakat dan majalah edukasi yang berisi materi pencegahan penularan COVID-19 dan infromasi teknik latihan pada gangguan muskuloskeletal dan geriatric yaitu nyeri. “pemberian sembako sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap perekonomian masyarakat yang sedikit terhambat di masa pandemi ini, sedangkan pemberian majalah edukasi merupakan bentuk implementasi dari ilmu yang sudah didapatkan mahasiswa selama perkuliahan”, tutur Revaldo selaku ketua pelaksana bakti sosial x femur 2020.

 

Berbeda dengan penyelenggaraan kegiatan tahun-tahun sebelumnya, saat ini di tengah pandemi COVID-19 sehingga  kegiatan diselenggarakan seminimal mungkin kontak dengan masyarakat serta jumlah mahasiswa yang hadir sangat dibatasi dan juga tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah seperti memakai masker, faceshield, serta sering cuci tangan. Meskipun begitu diharapkan tujuan dan manfaat dari kegiatan bakti sosial ini dapat tercapai. “Jumlah mahasiswa memang dibatasi oleh fakultas, hanya boleh 2 perwakilan panitia saja dengan kriteria domisili Mojokerto dan mematuhi protokol kesehatan”, papar Revaldo.

 

“Survei lokasi dan warga dilakukan bersama. Ada beberapa kriteria yang kita canangkan yaitu peninjauan dari usia, pekerjaan, akses kesehatan serta sosial ekonomi warga. Maka dapat disimpulkan keluhan penyakit muskuloskeletal yang diderita kemudian dituangkan dalam majalah edukasi sebagai media sosialisasi, terkhusus pada pasien geriatri (lansia)”, tambahnya.

 

Revaldo sebagai ketua pelaksana mengatakan bahwa terdapat beberapa hambatan dalam menentukan konsep yang sesuai dengan kondisi pandemi ini, namun hal tersebut dapat teratasi sehingga tidak menutup semangat mahasiswa untuk tetap memberikan usaha yang terbaik bagi masyarakat.

 

 

 

 

“Bakti sosial ini sebagai sarana bagi Mahasiswa Fisioterapi dalam mengaplikasikan ilmu yang didapat dari perkuliahan kepada masyarakat dengan tujuan meringankan kebutuhan masyarakat yang mengalami masalah kesehatan dan ekonomi di tengah pandemi COVID-19. Dengan memperkenalkan pentingnya intervensi/tindakan fisioterapi kepada masyarakat diharapkan mereka dapat mengimplementasikan ilmu kesehatan terutama di bidang fisioterapi dalam kehidupan sehari-hari.” Ungkapnya

 

Data yang didapatkan lebih dari 70% warga Desa Gumeng bekerja sebagai petani dan buruh tani, sisanya pedagang dan tidak bekerja. Nyeri lutut, punggung dan bahu menjadi keluhan tertinggi pada warga. Diharapkan edukasi yang telah disampaikan dapat meringankan keluhan dan mencegah terjadinya penyakit yang berkelanjutan. “Faktor pekerjaan, lingkungan dan kebiasaan dari masyarakat yang menjadi pemicu adanya beberapa keluhan musculoskeletal utamanya nyeri lutut, punggung dan bahu”, pungkasnya.

 

Sebagai penutup Aldo juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dari berbagai pihak termasuk izin atas terselenggaranya kegiatan ini dan terus menjaga semangat apapun kondisinya.

 

Writer: Nur Anisa Inayasari

There are no comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart