BAXIE 2020: Upaya Mencapai Kesehatan Paripurna Melalui Pengobatan Tradisional

Vokasi News – Menjadi individu yang sehat merupakan kebutuhan primer yang harus dipenuhi agar dapat mengerjakan aktivitas harian dengan baik. Upaya untuk menjaga dan mencapai kesehatan paripurna salah satunya adalah dengan pengobatan tradisional. Himpunan Mahasiswa Pengobat Tradisional menghadirkan sebuah webinar series “Seminar & Workshop BAXIE (Battra Excitement in Education and Profession) 2020” dengan tema ‘Traditional Medicine Around The World’ & ‘Tapak Jejak Herbal Indonesia’ pada tanggal 24-25 Oktober 2020.

Rangkaian kegiatan ini dibuka dengan seminar pertama bertajuk ‘Traditional Medicine Around The World’ (24/10) dengan pemantik yaitu Bhupinder Kaur, Master and Gold qualified in Sujok & Triorigin Acupuncture, asal India. Beliau memaparkan konsep Sujok secara umum dan pengaplikasian Sujok yang dapat dipraktikkan dengan mudah oleh peserta. Sujok berasal dari kata “Su” yang berarti tangan dan “Jok” yang berarti kaki. Pada terapi Sujok, area terapinya adalah tangan dan kaki. Dalam Sujok, tangan merepresentasikan seluruh bagian tubuh dan masing-masing titik di tangan & kaki memiliki area khusus yang dituju. Media yang digunakan adalah biji-bijian, salah satunya biji kacang hijau. Biji kacang hijau diletakkan pada satu atau lebih titik pada area yang dituju kemudian ditekan. Sebuah pepatah mengatakan alasan mengapa biji dipilih dalam pengobatan Sujok, “One seed can create many life and small seed have great power and much plants can regenerate the future”.

 

 

Rangkaian kegiatan selanjutnya adalah workshop bertajuk ‘Tapak Jejak Herbal Indonesia’ (24/10) dibuka oleh Myrna Adianti, S.Si., M.Kes., Ph.D., dosen prodi Pengobat Tradisonal (BATTRA) UNAIR dan pemantik utama yaitu AF Pandhu Hadiwinata, S.Tr.Kes, alumni prodi Pengobat Tradisonal UNAIR & peracik jamu @pitulikur_jamu. Pemantik memberikan topik ‘Ambah Werna Werni Jampi’ (Jelajah Warna Warni Jamu), peserta mendapatkan gambaran & dapat memaknai jamu secara filosofis, juga langsung bisa mempraktikan di rumah dengan resep jamu yang mudah, seperti wedang asem, wedang sejuk (sereh jeruk), dan wedang kemaruk (kemangi jeruk). Salah satu peserta, Ir. Andi Santoso, A.Md.Akp., mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan sejenis ini sungguh bagus & narasumber nampak sangat menguasai materi, sehingga menambah pengetahuan bagi peserta.

BAXIE 2020 ditutup dengan seminar kedua bertajuk ‘Tapak Jejak Herbal Indonesia’ (25/10) dengan tiga pemantik yaitu Wahju Suprapto (Mantan Kepala Materia Medica Batu 1970-1997 & Direktur Griya Jamu Siti Ara), Dr. Irmanida Batubara, M.Si. (Kepala Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB), dan Fanie Indrian Mustofa, S.Si., MPH. (Peneliti B2P2TOOT Tawangmangu). Peserta mendapat gambaran informasi dan pemahaman yang komprehensif tentang jamu dan herbal dalam perspektif kultivasi tanaman obat, perkembangan penelitian herbal Indonesia, dan warisan intelektual herbal Indonesia.

 

Writer : Rarasanti Rania Qodri

Share on

There are no comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart