Makerspaces Desa Untuk Menggali Potensi Desa

Vokasi News – Salah satu program untuk pengembangan potensi desa yang dapat meningkatkan tingkat kemandirian ekonomi masyarakat adalah dengan mengembangkan makerspace di desa. Makerspaces merupakan a place where creative people can gather, learn and create, yaitu suatu ruang/tempat di mana orang-orang kreatif berkumpul, belajar, dan menciptakan sesuatu. Pemerintah desa diharapkan menyediakan makerspaces di wilayah desanya, yakni suatu ruang untuk berkumpul, belajar dan menciptakan sesuatu yang menarik kemudian dapat meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat desa.

Pada kesempatan kali ini, Program Studi D3 Perpustakaan Fakultas Vokasi Unair melakukan pengabdian masyarakat Di Desa Bogo Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro dengan bertajuk makerspaces desa untuk menggali potensi desa.  Desa Bogo memiliki potensi desa berupa Tanaman Kelor dan Ale. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada hari rabu tanggal 23 September 2020 di Balai Desa Bogo yang dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri dari ibu-ibu KWT, Ibu-ibu PKK, perangkat desa dan warga masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat tetap menjaga protocol kesehatan yang dilakukan dengan setiap peserta, pemateri dan panitia wajib menggunakan masker, kemudian juga dilakukan dengan pembagian masker gratis, sebelum masuk pada ruang acara seluruh peserta wajib mencuci tangan atau memakai handsanitizer terlebih dahulu, pada saat kegiatan berlangsung tempat duduk perserta tidak berdempetan (ada jarak).

Kegiatan pengabdian masyarakat dibagi menjadi dua acara. Acara yang pertama dengan topik “Kegiatan Praktek Membuat Olahan Tanaman Kelor (makanan dan obat tradisional)” pada pukul 09.00-12.00 WIB, dengan tujuan untuk menambah produk olahan kelor yang dapat dijual di masyarakat, karena selama ini produk kelor yang dijual belum banyak macamnya. Pada acara pertama tersebut materi disampaikan oleh Maya Septriana, S.Si., Apt.,M.Si. Dosen Program Studi D4 Pengobat Tradisional Fakultas Vokasi Universitas Airlangga. Pemateri terlebih dahulur menyampaikan materi tentang khasiat tanaman kelor kemudian melakukan demo masak dengan olahan coklat dan cookies kelor sebagai produk tambahan dari tanaman kelor yang dapat dijual.  Acara yang kedua dengan topik “Pendampingan Pembuatan Media Pemasaran Digital” pada pukul 13.00-16.00 WIB, dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam pemasaran digital produk kelor, karena pemasaran yang dilakukan selama ini masih kurang sehingga keuntungan yang didapatkan belum maksimal. Pada acara kedua tersebut materi disampaikan oleh Rizka Miladiah Ervianty, S.E., M.SM. Dosen Program Studi D3 Manajemen Pemasaran Fakultas Vokasi Universitas Airlangga.

Share on

There are no comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart