Badan Legislatif Fakultas vokasi dalam Menanggapi Sudut Pandang Aspirasi pada Kegiatan Dengar Pendapat Vokasi 1

VOKASI NEWS – Acara Dengar Pendapat Vokasi Volume 1 (DPV 1) oleh Badan Legislatif Mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (BLM FV UNAIR) adalah kegiatan tahunan yang rutin diadakan dalam setiap tahunnya, bedanya pada periode ini dicanangkan untuk diadakan dua kali dalam satu periode oleh Badan Legislatif Mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Airlangga. Kegiatan ini merupakan program kerja dari Komisi Aspirasi yang berfungsi sebagai wadah untuk menjaring, mendiskusikan, dan menampung aspirasi dari mahasiswa Fakultas Vokasi.

DPV 1 diselenggarakan pada Minggu, (28/03/2021) secara online melalui media virtual zoom, dengan dihadiri oleh Ketua BLM, Anggota BLM, dan Kahima/Waakahima/perwakilan setiap program studi, serta Wapres BEM Fakultas Vokasi UNAIR.

Pada pembahasan pertama mengenai sarana dan prasarana fakultas, pembahasan yang dominan membahas mengenai ruang keskretariatan, karena tidak semua HIMA Prodi telah memiliki ruang kesekretariatan sendiri,

“Saran untuk gagasan co-working space vokasi: supaya diberi tempat untuk menyimpan arsip (lemari) setiap prodi, lalu pembentukan kepengurusan untuk mengatur co-working space, seperti seorang kapten E-learning yang mengurus dari pembagian zoom dan aula fakultas.” – ujar Indah, perwakilan HIMA FISISO.

Ada beberapa pihak perwakilan prodi setuju atas saran yang telah disampaikan saudari Indah, HIMA FISIO, namun ada pula sanggahan yang kurang setuju atas adanya co-working, dan meminta pihak BLM untuk mendiskusikan segera dengan Dekanat.

Berbicara mengenai diskusi dengan Dekanat, Fitaloka selaku Ketua BLM dalam menanggapi hal tersebut, menyatakan bahwasannya BLM kurang dukungan dari mahasiswa secara umum, dan diharapkan bisa saling bekerja sama dalam mencapai diskusi, bersama Dekanat mengenai sekretariat, sehingga terkawal dengan baik dan cepat terealisasikan.

Dalam pembahasan kedua mengenai Pembelajaran “Hybrid”, untuk vaksinasi covid-19 bagi mahasiswa belum dapat dipastikan kapan akan dilakukan, “Perkuliahan hybrid harusnya mengutamakan keselamatan dan kesehatan mahasiswa, yang ditakutkan bisa jadi mahasiswa aktif terpapar dari tempat lain, bukan karena kuliah offline sehingga tidak bisa menjamin mahasiswa juga secara seutuhnya.” -ujar Adit, perwakilan HIMA FISIO.

Pihak BLM menanggapi atas tanggapan yang diberikan oleh Adit, perwakilan HIMA FISIO, bahwasannya diharapkan kepada seluruh mahasiswa yang offline dimohon untuk kesadaran dan gotong royong sesama mahasiswa untuk saling menjaga keselamatan dan kesehatan bersama.

Harapan untuk kedepannya supaya bisa saling bekerjasama antara pihak BLM, BEM, Kahima dan Mahasiswa yang lain, untuk menerapkan tujuan bersama agar dapat terealisasikan sesuai harapan bersama yang ingin kita wujudkan.

Penulis : FEBRIANA NUR AFIYA, D3 Paramedik Veteriner 2020

Share on

There are no comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart