VOKASI NEWS – Mengetahui dampak yang dialami keluarga dalam memenuhi kebutuhan pasien selama berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Mengantar atau menemani anggota keluarga ke IGD sering kali memicu stres dan kecemasan, terutama karena kondisi pasien yang gawat dan kritis. Penanganan kegawatdaruratan dapat menimbulkan ketakutan pada pasien dan keluarga. Selain itu, menunggu berjam-jam di IGD dengan ketidakpastian juga dapat menimbulkan stres dan kecemasan karena kondisi pasien yang memerlukan pertolongan segera (Verharen et al., 2015). Hal ini menjadi sumber stres dan kecemasan bagi keluarga pasien. Hal tersebut biasanya ditandai dengan bertanya berulang kali, menangis, dan gelisah.
Kecemasan adalah pengalaman subjektif yang tidak menyenangkan terkait kekhawatiran atau ketegangan. Hal tersebut ditandai dengan perasaan cemas dan emosi yang dialami seseorang (Ghufron dan Suminta, 2018). Kecemasan pada keluarga khususnya yang mempunyai anggota keluarga yang sakit merupakan bentuk adanya gangguan emosional individu yang tidak adekuat. Kecemasan umumnya dialami oleh keluarga pasien terutama ibu. Hal tersebut terjadi karena adanya ikatan batin yang kuat dan akhirnya akan memunculkan reaksi emosional (Sulistiyowati et al., 2019).
Pemenuhan Kebutuhan Keluarga Pasien di IGD
Kebutuhan keluarga pasien terdiri dari lima aspek: komunikasi, kedekatan dengan pasien, dimengerti, dukungan, dan kenyamanan (Nugraha dan Setyawan, 2019). Cukup terpenuhi kebutuhan keluarga pasien di IGD disebabkan kepadatan pasien. Selain itu juga interaksi antara keluarga pasien dan tenaga medis di IGD yang sama. Hal tersebut biasanya terjadi dalam waktu yang relatif singkat dan sering kali dalam situasi yang sangat mendesak.
Hal ini berarti ada keterbatasan dalam hal waktu dan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara menyeluruh. Artinya, hal tersebut menunjukkan bahwa layanan yang diberikan mampu memenuhi harapan pasien dan keluarganya dalam situasi darurat. Meski demikian, perlu terus dilakukan evaluasi untuk memastikan semua aspek kebutuhan dapat selalu dipenuhi dengan baik.
Kurang terpenuhi kebutuhan keluarga pasien di IGD disebabkan kepadatan pasien yang datang ke IGD. Kondisi pasien yang kompleks serta pelayanan perawat IGD yang dituntut untuk multitasking dinilai sebagai faktor penghambat perawat untuk memenuhi kebutuhan keluarga pasien (Malley et al., 2014). Pelayanan di IGD tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pasien yang gawat darurat saja, akan tetapi juga kebutuhan keluarga yang datang mengantarkan pasien tersebut (Marti et al., 2015).
Hubungan Pemenuhan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan di IGD
Keluarga pasien sering tidak mendapatkan pelayanan khusus seperti pasien. Keluarga beristirahat hanya melantai dan berupaya dalam memenuhi kebutuhan makan dan minum seadanya. Beberapa fenomena lain terkait keluarga pasien yang perlu mendapatkan perhatian dari rumah sakit. Tenaga kesehatan yang bertugas di IGD memfokuskan pelayanan hanya kepada pasien. Sedangkan keluarga pasien berupaya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri (Muhajar, 2022).
Hal ini dapat menyebabkan konflik antara profesional kesehatan dan keluarga pasien. Memahami perasaan dan kebutuhan keluarga pasien dapat meningkatkan pelayanan kesehatan. Kepercayaan keluarga terhadap profesional kesehatan, dan mencegah perilaku negatif bahkan agresif (Demirtaÿ et al., 2020).
Terlepas dari terpenuhi atau tidaknya kebutuhan, kecemasan tetap ada secara keseluruhan. Penelitian ini menyoroti bahwa pemenuhan kebutuhan keluarga di IGD tidak cukup untuk menghilangkan kecemasan yang mereka alami. Faktor lain mungkin berperan dalam tingkat kecemasan yang dirasakan oleh keluarga pasien.
***
Penulis: Dina Arismaniatul
Editor: Puspa Anggun Pertiwi