VOKASI NEWS – Kuliah Kerja Nyata – Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) telah sukses mengimplementasikan program pengabdian masyarakat di Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan yang berlangsung dari 7 Januari hingga 3 Februari 2025 ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian masyarakat. Tim KKN-BBK 5 ini terdiri dari sembilan mahasiswa dari enam fakultas berbeda, termasuk Fakultas Vokasi.
BACA JUGA: [Airvoscho 6.0 Bantu Mahasiswa Vokasi Temukan Potensi diri dan Tembus Beasiswa Bergengsi]
Kegiatan ini bertujuan untuk menjembatani ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan permasalahan nyata di masyarakat. Selain itu juga memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat. Fokus program mencakup empat bidang utama: kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan. Dalam bidang ekonomi, tim KKN-BBK 5 meluncurkan beberapa program kerja yang berfokus pada potensi lokal, terutama pemanfaatan hasil panen alpukat.
Program UMKM Avosago Delight
Salah satu program unggulan adalah Avosago Delight yang bertujuan untuk mendorong warga memanfaatkan buah alpukat menjadi produk bernilai tambah. Program ini menyelenggarakan sosialisasi dan demonstrasi cara mengolah alpukat menjadi “alpukat sago,” yang berhasil dihadiri oleh 10 peserta. Kehadiran peserta mencapai 100% dari target, menunjukkan antusiasme warga terhadap program ini. Selain itu, tim juga fokus pada pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program UMKM Bangkit Bersama dan Digitalisasi UMKM.
Program ini bertujuan membantu para pelaku UMKM lokal dalam mengoptimalkan produktivitas dan strategi pemasaran digital. Mahasiswa memberikan penjelasan tentang pentingnya digital marketing dan membantu pemilik UMKM mendaftarkan usaha mereka di platform digital seperti Google Maps. Tiga UMKM berhasil dibantu dalam kegiatan ini, memenuhi target 100%. Secara khusus, program ini relevan dengan
SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Tujuannya adalah mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lokal untuk menciptakan peluang usaha baru dan meningkatkan nilai tambah pertanian. Meski menghadapi kendala seperti kurangnya antusiasme awal dari warga dan kesulitan mendapatkan beberapa bahan di sekitar desa, program ini berhasil menunjukkan hasil yang positif. Peserta yang hadir menunjukkan antusiasme dan berhasil mempraktikkan pembuatan produk Avosago. Keberhasilan ini didukung penuh oleh perangkat desa yang memfasilitasi kegiatan serta metode penyampaian yang interaktif.
Selain itu, program ini juga didokumentasikan dan diunggah dalam bentuk tiga konten di media sosial Instagram, membantu memperluas jangkauan informasi tentang inovasi ini. Program Avosago Delight membuktikan bahwa kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dapat menciptakan solusi inovatif yang berlandaskan potensi lokal. Diharapkan, program ini dapat menjadi langkah awal bagi Desa Seloliman untuk terus mengembangkan produk-produk olahan alpukat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
***
Penulis: Ni’matus Sa’diyah
Editor: Puspa Anggun Periwi