Analisis Pengaruh Variasi Frekuensi Transduser Convex Terhadap Kualitas Citra Ultrasonografi Lien Kasus Obesitas

Analisis Pengaruh Variasi Frekuensi Transduser Convex Terhadap Kualitas Citra Ultrasonografi Lien Kasus Obesitas_Dokumen Istimewa

VOKASI NEWS – Analisis pengaruh variasi frekuensi transduser convex terhadap kualitas citra ultrasonografi lien pada pasien obesitas.

Obesitas menjadi salah satu isu kesehatan global yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Data World Health Organization (WHO) mencatat lebih dari 650 juta orang dewasa di dunia tergolong obesitas. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit metabolik, tetapi juga memengaruhi kualitas pemeriksaan penunjang medis, termasuk pencitraan radiologi.

Ultrasonografi (USG) merupakan metode pencitraan non-invasif yang banyak digunakan karena mampu menampilkan struktur anatomi secara real-time tanpa paparan radiasi ionisasi. Meskipun demikian, pemeriksaan USG memiliki keterbatasan pada pasien obesitas. Lapisan jaringan lemak yang tebal menyebabkan pelemahan energi gelombang ultrasonik, sehingga citra yang dihasilkan berpotensi mengalami penurunan kualitas.

Tantangan tersebut menjadi lebih kompleks pada pemeriksaan lien. Organ ini terletak di bawah diafragma kiri dan dikelilingi oleh struktur yang mengandung gas. Kombinasi posisi anatomis dan ketebalan jaringan adiposa membuat visualisasi lien pada pasien obesitas sering kali tidak optimal. Oleh karena itu, pengaturan parameter pemeriksaan USG, khususnya pemilihan frekuensi transduser, menjadi faktor penting untuk memperoleh kualitas citra yang memadai.

Metode Penelitian dan Pengukuran Citra

Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental kuantitatif dengan melibatkan 15 subjek obesitas. Pemeriksaan ultrasonografi dilakukan menggunakan transduser convex tipe 4C-RS pada alat USG Logiq V5 produksi GE Healthcare. Setiap subjek menjalani pemeriksaan dengan empat variasi frekuensi, yaitu 2 MHz, 3 MHz, 4 MHz, dan 5 MHz.

Kualitas citra dianalisis secara kuantitatif melalui pengukuran nilai piksel pada citra B-mode. Nilai piksel digunakan sebagai parameter objektif untuk merepresentasikan tingkat kecerahan dan kontras citra. Pendekatan ini memungkinkan perbandingan kualitas citra secara lebih terukur pada setiap variasi frekuensi yang digunakan.

Hasil dan Pembahasan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan frekuensi transduser berbanding lurus dengan peningkatan nilai piksel citra lien. Pada subjek obesitas tingkat I, nilai rata-rata piksel meningkat dari 59,75 pada frekuensi 2 MHz menjadi 68,74 pada frekuensi 5 MHz. Pola serupa juga ditemukan pada obesitas tingkat II, dengan peningkatan nilai piksel dari 55,48 menjadi 61,84.

Indeks Massa Tubuh (Body Mass Index/BMI) terbukti memengaruhi kualitas citra ultrasonografi. Kelompok obesitas tingkat I secara konsisten menghasilkan nilai piksel lebih tinggi dibandingkan obesitas tingkat II pada semua variasi frekuensi. Perbedaan ini berkaitan dengan ketebalan jaringan lemak subkutan yang memengaruhi jarak tempuh gelombang ultrasonik.

[BACA JUGA: Inovasi Modular Alat Fiksasi untuk Pemeriksaan Radiografi Waters dan Lateral Crosstable Ekstremitas]

Lapisan lemak yang lebih tipis pada obesitas tingkat I menyebabkan atenuasi gelombang lebih kecil. Energi gelombang yang mencapai parenkim lien menjadi lebih besar, sehingga citra tampak lebih jelas. Sebaliknya, pada obesitas tingkat II, atenuasi meningkat akibat ketebalan jaringan yang lebih besar. Atenuasi sendiri merupakan pelemahan intensitas gelombang ultrasonik seiring bertambahnya kedalaman jaringan yang ditembus.

Wells dan Liang (2011) menyatakan bahwa atenuasi jaringan lunak berkisar antara 0,2–0,5 dB/cm per 1 MHz. Prinsip ini menjelaskan mengapa peningkatan frekuensi mampu meningkatkan resolusi citra, meskipun penetrasi gelombang menjadi lebih rendah. Dalam penelitian ini, frekuensi 5 MHz menghasilkan nilai piksel tertinggi pada kedua kelompok obesitas, sesuai dengan karakteristik anatomi lien yang relatif superfisial.

***

Penulis: Roberto Figo Rojito

Pembimbing: Lailatul Muqmiroh dan Fira Khadijah

Editor: Fatikah Rachmadianty