VOKASI NEWS – Mahasiswa D4 Teknologi Laboratorium Medik UNAIR mempelajari ekspresi dan pemurnian enzim rekombinan sebagai solusi bioteknologi ramah lingkungan.
Empat mahasiswa Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medik Universitas Airlangga mengikuti kegiatan magang di Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati (BIOME) Universitas Airlangga. Mahasiswa tersebut terdiri atas Nadira Meilaningrum, Masyidha Febriyanti Putri, Ade Kamilah Saroso, dan Salsabillah Arin Andrianti. Program magang berlangsung selama enam minggu, mulai 25 Agustus hingga 3 Oktober 2025. Kegiatan ini difokuskan pada praktik ekspresi dan pemurnian enzim rekombinan sebagai bagian dari pengembangan bioteknologi berkelanjutan.
Pelaksanaan magang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan teori yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam kegiatan laboratorium berbasis riset. Selama program berlangsung, mahasiswa terlibat langsung dalam tahapan kerja bioteknologi modern yang relevan dengan kebutuhan industri dan lingkungan.
Bioteknologi dan Pengelolaan Limbah Pertanian
Indonesia memiliki potensi besar di sektor pertanian yang menghasilkan limbah dalam jumlah signifikan. Limbah seperti jerami, sekam padi, dan ampas tebu masih sering dikelola dengan cara pembakaran terbuka. Praktik tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar.
Pemanfaatan bioteknologi menawarkan alternatif pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan. Melalui pendekatan biokonversi, limbah pertanian dapat diolah menjadi produk bernilai guna tinggi. Dalam konteks ini, enzim berperan sebagai katalis biologis yang mampu mengubah material kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana dan bermanfaat, termasuk sebagai bahan pendukung energi terbarukan.
Kegiatan magang di BIOME melibatkan mahasiswa dalam upaya tersebut dengan menempatkan proses bioteknologi sebagai solusi ilmiah terhadap permasalahan lingkungan. Pendekatan ini sejalan dengan pengembangan riset yang tidak hanya berorientasi pada hasil laboratorium, tetapi juga pada dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Proses Ekspresi dan Pemurnian Enzim Rekombinan
Tahapan kerja diawali dengan teknologi DNA rekombinan, yaitu teknik yang memungkinkan produksi protein target dalam jumlah besar menggunakan sistem ekspresi tertentu. Mahasiswa mempelajari proses kloning gen, induksi ekspresi protein, serta pemantauan hasil ekspresi di tingkat laboratorium.
Setelah protein berhasil diekspresikan, tahap berikutnya adalah pemurnian enzim menggunakan metode berbasis kromatografi. Proses ini bertujuan memisahkan protein target dari komponen lain yang tidak diinginkan. Pemurnian menjadi tahap penting karena menentukan kualitas hasil uji aktivitas enzim. Enzim dengan tingkat kemurnian yang baik akan memberikan data yang lebih akurat dan dapat diandalkan dalam penelitian lanjutan.
Pembelajaran Akademik dan Kontribusi Ilmiah
Kegiatan magang memberikan pemahaman menyeluruh kepada mahasiswa mengenai keterkaitan antara ilmu biokimia, teknologi laboratorium, dan isu lingkungan. Pengalaman ini memperkuat keterampilan teknis sekaligus membangun kesadaran akan peran ilmu pengetahuan dalam menjawab tantangan global.
[BACA JUGA: Pengaruh Pemberian Terapi Sensori Integrasi Terhadap Atensi Anak Autisme Spectrum Disorder: Systematic Review]
Melalui praktik langsung di laboratorium riset, mahasiswa memperoleh gambaran nyata tentang kontribusi riset bioteknologi dalam pengelolaan limbah dan pengembangan energi berkelanjutan. Program ini juga menjadi bagian dari upaya Universitas Airlangga dalam mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang aplikatif dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
***
Penulis: Masyidha Febriyanti Putri, Nadira Meilaningrum, Ade Kamilah Saroso, Salsabillah Arin Andrianti
Pembimbing: Anita Kurniati
Editor: Fatikah Rachmadianty



