VOKASI NEWS – Mahasiswa Program Studi D4 Destinasi Pariwisata melaksanakan kegiatan company visit ke Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali, pada 16 November 2025.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pariwisata (HIMAPAR) sebagai bagian dari pembelajaran lapangan untuk memperluas pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan destinasi wisata berbasis masyarakat dan budaya. Melalui kunjungan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman wisata, tetapi juga kesempatan berdiskusi langsung dengan pihak pengelola desa mengenai perjalanan dan tantangan pengembangan desa wisata.
Diskusi Mengenai Sejarah dan Perkembangan Desa Penglipuran
Sesampainya di lokasi, mahasiswa mengikuti sesi diskusi yang dilaksanakan di sebuah pendopo yang disediakan khusus untuk kegiatan edukasi. Dalam sesi tersebut, mahasiswa berdialog langsung dengan I Wayan Nyamod yang menjelaskan sejarah serta perkembangan Desa Penglipuran hingga menjadi salah satu desa wisata terkenal di Bali.
Penjelasan yang disampaikan menggambarkan bahwa Penglipuran pada awalnya merupakan desa adat yang menjalani kehidupan masyarakat secara tradisional. Komitmen masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, mempertahankan tata ruang desa, serta melestarikan budaya membuat desa tersebut berkembang menjadi destinasi wisata yang menarik perhatian banyak pengunjung.
Tantangan Pariwisata dan Fenomena Overtourism
Diskusi tersebut juga menyoroti tantangan yang dihadapi sektor pariwisata di Bali, khususnya terkait fenomena Overtourism atau lonjakan jumlah wisatawan yang berpotensi memberikan tekanan terhadap lingkungan dan budaya lokal.
Bagi mahasiswa D4 Destinasi Pariwisata, pembahasan tersebut menjadi pembelajaran penting. Mahasiswa dapat memahami secara langsung bagaimana pengelola destinasi menyeimbangkan perkembangan pariwisata dengan pelestarian budaya dan lingkungan.
Pengalaman Budaya Menjelang Hari Raya Galungan
Kunjungan tersebut juga bertepatan dengan persiapan masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Galungan. Mahasiswa dapat menyaksikan secara langsung aktivitas warga yang sedang memasang berbagai hiasan tradisional sebagai bagian dari tradisi perayaan. Pengalaman ini menjadi momen yang berkesan bagi sebagian mahasiswa, terutama bagi mahasiswa yang baru pertama kali mengunjungi Bali.
Setelah sesi diskusi selesai, mahasiswa diberi kesempatan untuk menjelajahi kawasan desa. Mahasiswa berjalan menyusuri jalan utama desa yang terkenal dengan deretan rumah adat yang tertata rapi dan bersih. Selain itu, mahasiswa juga mengunjungi kawasan hutan bambu yang menjadi salah satu daya tarik alam di sekitar Desa Penglipuran.
Pembelajaran Praktis bagi Mahasiswa Pariwisata
Secara keseluruhan, kegiatan company visit berjalan lancar tanpa kendala. Cuaca yang cerah pada pagi hari mendukung seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari sesi diskusi hingga eksplorasi desa. Melalui kunjungan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah desa berkembang menjadi destinasi wisata yang tetap mempertahankan nilai budaya dan lingkungan.
[BACA JUGA: Mahasiswa Vokasi UNAIR Raih Kesempatan Belajar di Apple Developer Academy Bali]
***
Penulis: Senia Firda Putri Hermawan (Tim Vokasi Branding)
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



