Peran Penting Fleksibilitas Hamstring Dan Agility Dalam Olahraga Futsal

VOKASI NEWS – Jumlah mahasiswa yang aktif dalam olahraga futsal di Indonesia terus meningkat seiring popularitas cabang olahraga ini. Peningkatan partisipasi juga diikuti oleh masalah kesehatan olahraga, terutama risiko cedera otot saat aktivitas intens. Gangguan fleksibilitas hamstring menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi performa dan meningkatkan risiko cedera pada pemain futsal. Fleksibilitas hamstring diperlukan saat berlari, melakukan akselerasi, deselerasi, serta perubahan arah mendadak yang menjadi ciri khas permainan futsal.

Penurunan fleksibilitas sering berkaitan dengan berkurangnya elastisitas otot akibat riwayat cedera, atau kurangnya latihan peregangan. Otot hamstring berperan penting menjaga efisiensi gerakan tungkai bawah dan mendukung kontrol postural. Penurunan fleksibilitas dapat menurunkan kemampuan agility sehingga memperbesar kemungkinan kehilangan keseimbangan dan keterlambatan respon motorik. Pemeriksaan fleksibilitas otot menjadi langkah penting dalam mendeteksi risiko penurunan performa sejak dini.

Pengukuran Fleksibilitas Hamstring dan Agility

Fleksibilitas otot hamstring diukur menggunakan Sit and Reach Test. Tes ini menilai kemampuan otot hamstring untuk memanjang melalui gerakan fleksi trunk lalu berusaha untuk mencapai papan board yang kemudian di ukur dalam satuan cm. Nilai yang lebih tinggi menunjukkan kapasitas fleksibilitas yang lebih baik. Kemampuan agility diukur menggunakan Illinois Agility Test (IAT). Tes ini menilai kemampuan pemain bergerak cepat ke berbagai arah dengan pola tertentu sambil mempertahankan kontrol tubuh. Waktu tempuh yang lebih singkat menunjukkan kemampuan agility yang lebih baik.

Pelaksanaan Pengambilan Data

Pengambilan data dilakukan pada 18 Februari 2026 di lapangan UKM Futsal Universitas Airlangga. Pemeriksaan awal meliputi pemanasan, skrining kondisi fisik umum serta riwayat cedera yang di miliki oleh pemain. Tahapan tersebut bertujuan menjaga keamanan selama pengukuran fleksibilitas otot dan agility. Sebanyak 40 mahasiswa memenuhi kriteria dan mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan. Mayoritas subjek berada pada rentang usia 18–23 tahun.

Hubungan Fleksibilitas Hamstring dengan Agility

Hasil pengukuran menunjukkan variasi nilai fleksibilitas hamstring pada seluruh subjek. Kemampuan agility juga menunjukkan perbedaan berdasarkan waktu penyelesaian IAT. Analisis statistik menggunakan Spearman correlation test memperlihatkan hubungan yang signifikan antara fleksibilitas hamstring dan agility. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,925 dengan signifikansi p < 0,001 menegaskan bahwa semakin baik fleksibilitas hamstring, semakin optimal kemampuan agility pemain futsal.

Temuan ini menegaskan pentingnya latihan peregangan dan penguatan otot hamstring bagi pemain futsal. Peningkatan fleksibilitas dapat membantu mempertahankan stabilitas tubuh, memperbaiki kontrol motorik, serta mengurangi risiko cedera. Program latihan futsal perlu memasukkan komponen peregangan dinamis, latihan proprioseptif, dan evaluasi agility rutin. Upaya tersebut diharapkan mendukung performa optimal sekaligus menjaga kesehatan otot pemain futsal secara berkelanjutan.

[BACA JUGA: Studi Banding HIMA Manajemen Pemasaran UNAIR & HIMA Administrasi Bisnis Universitas Brawijaya]

Penulis: Gentur Patria Wirawan

Pembimbing: I Putu Alit Pawana dan Jatmiko

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)