Pemberdayaan Warga Cegah Diabetes Melitus

VOKASI NEWS – Pada tanggal 23 Mei 2026, mahasiswa Program Studi D4 Pengobat Tradisional Universitas Airlangga melaksanakan sosialisasi pencegahan Diabetes Melitus (DM) tipe 2 kepada warga RW 01 RT 06 Kelurahan Tlogoagung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Sosialisasi dilakukan dengan pendekatan holistik non-farmakologis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan diabetes.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai diabetes mellitus. Selain itu, kegiatan ini memberikan edukasi pengelolaan kesehatan secara alami melalui terapi komplementer sebagai upaya promotif dan preventif.

Warga usia 40-60 tahun rentan mengalami peningkatan kadar gula darah akibat faktor pola makan yang kurang baik, kurangnya aktivitas fisik, serta minimnya literasi kesehatan mengenai deteksi dini. Jika tidak ditangani dengan baik, diabetes mellitus dapat memicu berbagai komplikasi serius dan menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Deteksi Dini Diabetes Melitus pada Masyarakat

Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan gratis berupa pengecekan kadar gula darah menggunakan glukometer dan pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital. Selanjutnya, peserta mengisi kuesioner dan mengikuti pre-test untuk mengetahui status kesehatan awal serta tingkat pengetahuan warga. Kemudian, pemateri menjelaskan pengertian diabetes mellitus, faktor risiko, tanda gejala awal, serta pentingnya deteksi dini.

Edukasi Pola Hidup Sehat dan Terapi Komplementer

Warga juga diberikan pelatihan nutrisi berbasis konsep “Isi Piringku” untuk menyusun menu harian rendah glikemik serta diajarkan cara membaca komposisi kadar gula pada label kemasan makanan secara cermat. Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan dengan integrasi terapi komplementer melalui pelatihan teknik pijat atau akupresur mandiri (self-care) pada titik meridian tubuh. Teknik tersebut bermanfaat untuk mendukung fungsi metabolik serta memberikan efek relaksasi.

Pemanfaatan Herbal dan Akupunktur untuk Pencegahan Diabetes

Pemateri juga memberikan edukasi mengenai pemanfaatan tanaman herbal preventif yang aman untuk menjaga stabilitas gula darah. Warga turut berpartisipasi aktif dalam mempraktikkan pengolahan minuman herbal (herbal drink) sehat serta mencicipinya secara langsung. Sebagai bentuk penerapan teknologi tepat guna kesehatan, dibuka pula pelayanan terapi akupunktur gratis yang dipandu langsung oleh tim pengabdi untuk memberikan pengalaman relaksasi bagi warga. Kegiatan ditutup dengan pembagian leaflet edukatif sebagai panduan mandiri yang dapat digunakan peserta di rumah. Kemudian ditutup dengan peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman dan melakukan sesi foto bersama warga serta perangkat RT/RW setempat.

[BACA JUGA: Mahasiswa Keperawatan UNAIR Edukasi Penggunaan Sediaan Obat Khusus kepada Ibu-Ibu PKK]

Penulis: Devita Fitri Azzahra

Pembimbing: Dwi Setiani Sumardiko S.Kep., Ns., M.Si.,

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)