Lansia Cerdas Obat: Edukasi Sediaan Obat Khusus di Bulu Gondang Lamongan

VOKASI NEWS – Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) menjadi salah satu isu penting dalam bidang kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia saat ini tengah memasuki fase ageing population, yaitu kondisi ketika proporsi penduduk lansia terus meningkat dari tahun ke tahun.

Di Provinsi Jawa Timur, persentase penduduk lansia pada tahun 2024 mencapai 14,91% dari total populasi, sehingga wilayah ini telah dikategorikan sebagai daerah dengan struktur penduduk menua. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan, termasuk penggunaan obat yang aman, tepat, dan sesuai dengan kondisi fisiologis lansia.

Pentingnya Memahami Sediaan Obat Lain/Khusus

Seiring bertambahnya usia, terjadi berbagai perubahan fungsi tubuh yang dapat memengaruhi proses kerja obat. Perubahan tersebut meliputi penyerapan, distribusi, metabolisme, hingga pengeluaran obat dari dalam tubuh. Oleh sebab itu, pengetahuan mengenai penggunaan sediaan obat khusus menjadi sangat penting. Pengetahuan tersebut dapat membantu mengurangi risiko kesalahan penggunaan obat yang berpotensi menyebabkan terapi kurang optimal maupun menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.

Beberapa jenis sediaan obat khusus yang sering digunakan di masyarakat antara lain obat inhalasi, patch transdermal (koyo obat), dan implan. Setiap sediaan memiliki teknik penggunaan tertentu agar manfaat obat dapat diperoleh secara maksimal.

Usaha Mahasiswa Untuk Memberikan Edukasi

Sebagai bentuk upaya meningkatkan pengetahuan kesehatan masyarakat, mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menyelenggarakan kegiatan edukasi mengenai sediaan obat khusus bagi kelompok lansia. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Bulu Gondang, Desa Bulu Margi, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Media edukasi yang digunakan berupa papan obat dan leaflet yang dirancang sederhana, menarik, serta mudah dipahami oleh peserta.

Sebelum penyampaian materi dilakukan, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal terkait sediaan obat khusus. Hasil pre-test menunjukkan bahwa seluruh peserta (100%) belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai sediaan obat khusus. Pemahaman yang masih rendah tersebut mencakup pengertian, cara penggunaan, penyimpanan, serta aspek penting lainnya yang berkaitan dengan penggunaan sediaan inhalasi, patch transdermal, dan implan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan pengetahuan yang perlu ditingkatkan melalui kegiatan edukasi kesehatan.

Proses edukasi dilaksanakan melalui pemaparan materi menggunakan papan obat sebagai media visual. Selain itu, peserta menerima leaflet yang dapat dibawa pulang dan dipelajari kembali secara mandiri. Materi yang diberikan mencakup pengertian sediaan obat khusus beserta manfaat dan fungsi masing-masing sediaan.

Selain itu, peserta memperoleh edukasi mengenai teknik penggunaan yang benar, cara penyimpanan, kelebihan dan kekurangan, serta berbagai hal yang perlu diperhatikan selama penggunaan obat. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab sehingga peserta dapat lebih mudah memahami informasi yang diberikan.

Lansia Menjadi Lebih Paham Lewat Edukasi

Setelah seluruh rangkaian edukasi selesai, peserta kembali diberikan post-test sebagai bentuk evaluasi terhadap pemahaman yang telah diperoleh. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan, di mana seluruh peserta (100%) telah memahami materi yang diberikan. Perubahan hasil dari 100% belum memahami pada pre-test menjadi 100% memahami pada post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa penggunaan media papan obat dan leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia mengenai sediaan obat khusus.

Keberhasilan kegiatan ini membuktikan bahwa media edukasi yang sederhana dan mudah dipahami dapat menjadi sarana yang efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Dengan meningkatnya pengetahuan mengenai penggunaan obat yang tepat, diharapkan lansia mampu menggunakan obat secara aman dan rasional. Selain itu, penggunaan obat yang sesuai anjuran tenaga kesehatan dapat membantu menjaga kualitas hidup pada masa lanjut usia.

[BACA JUGA: Pemberdayaan Warga Cegah Diabetes Melitus]

Penulis: Kelompok 4 GR-2A

Pembimbing: Hafna Ilmy Muhalla

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)

Sumber:

Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. (2025). Profil Penduduk Lanjut Usia Provinsi Jawa Timur 2024. Surabaya: BPS Provinsi Jawa Timur.

Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Penduduk Lanjut Usia 2024. Jakarta: Badan Pusat Statistik.