VOKASI NEWS – Sekelompok mahasiswa D3 Keperawatan melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan yang berfokus pada pengenalan golongan obat berdasarkan indikasi klinis. Kegiatan ini berlangsung di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Singorejo, Kebomas, Gresik, pada Jumat (1/5/2026). Melalui edukasi interaktif yang dipadukan dengan diskusi dua arah, kegiatan ini menjadi langkah kecil menuju masyarakat yang memahami fungsi dan cara penggunaan obat dengan benar.
Kegiatan edukasi ini dilatarbelakangi oleh fenomena masih banyaknya masyarakat yang mengonsumsi obat berdasarkan kesamaan gejala yang pernah dialami. Namun, sebagian masyarakat belum memahami klasifikasi klinis obat maupun arti simbol pada kemasan obat. Kondisi tersebut berisiko menimbulkan kesalahan dalam penggunaan obat.
Oleh karena itu, mahasiswa D3 Keperawatan mengadakan kegiatan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat. Melalui kegiatan ini, warga diajak mengenal cara kerja obat dalam meredakan penyakit sesuai indikasi serta aturan konsumsi masing-masing obat.
Penyuluhan Santai dengan Materi Edukatif
Penyuluhan yang dilaksanakan pada hari Jumat tersebut dikemas secara santai. Kegiatan berlangsung di rumah salah satu warga dengan suasana yang akrab dan interaktif. Meskipun demikian, materi yang disampaikan tetap padat dan informatif.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa D3 Keperawatan memperkenalkan 19 golongan obat berdasarkan indikasi klinis atau gejala penyakit. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana agar lebih mudah dipahami oleh warga yang hadir.
Salah satu golongan obat yang dibahas adalah antipiretik. Golongan ini berfungsi untuk menurunkan suhu tubuh saat demam. Untuk memudahkan pemahaman, mahasiswa memberikan contoh obat antipiretik seperti paracetamol, panadol, dan asetosal.
Suasana penyuluhan menjadi semakin hidup ketika warga ikut menyebutkan berbagai merek obat yang sering tersedia di rumah. Menariknya, sebagian besar obat yang disebutkan ternyata termasuk dalam kelompok antipiretik. Kondisi ini membuat peserta lebih mudah memahami materi karena dikaitkan langsung dengan pengalaman sehari-hari.
Mengenal Berbagai Golongan Obat
Selain golongan antipiretik, mahasiswa juga memperkenalkan beberapa golongan obat lain yang sering digunakan masyarakat. Golongan tersebut meliputi analgetik yang berfungsi meredakan nyeri, antasida yang digunakan untuk menetralkan asam lambung, serta antitusif dan ekspektoran untuk mengatasi batuk kering maupun batuk berdahak.
Selain itu, warga diberikan penjelasan mengenai fungsi masing-masing golongan obat serta pentingnya penggunaan obat sesuai indikasi. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memilih obat secara lebih tepat ketika menghadapi keluhan kesehatan ringan.
“Pemahaman mengenai golongan obat sangat penting agar masyarakat dapat menggunakan obat secara tepat dan aman sesuai kebutuhan,” ujar salah satu mahasiswa penyelenggara kegiatan.
Pentingnya Memahami Simbol pada Kemasan Obat
Sebagai pelengkap materi, warga juga diajak memahami simbol pada kemasan obat. Informasi ini penting karena simbol tersebut menunjukkan tingkat keamanan dan aturan penggunaan obat.
Mahasiswa menjelaskan bahwa lingkaran hijau menunjukkan obat bebas yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Sementara itu, lingkaran biru menunjukkan obat bebas terbatas yang harus digunakan sesuai aturan pakai. Adapun lingkaran merah dengan huruf “K” menandakan obat keras yang penggunaannya memerlukan resep dokter.
Selain memahami simbol pada kemasan, warga juga diingatkan untuk menerapkan prinsip tepat dosis dalam penggunaan obat. Di samping itu, masyarakat dianjurkan untuk selalu memeriksa tanggal kedaluwarsa sebelum mengonsumsi obat agar keamanan dan efektivitas obat tetap terjaga.
Meningkatkan Kesadaran Penggunaan Obat yang Aman
Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami berbagai golongan obat dan menggunakan obat secara tepat serta aman. Dengan demikian, risiko kesalahan penggunaan obat dapat diminimalkan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa D3 Keperawatan untuk berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan edukasi kesehatan yang melibatkan masyarakat secara langsung diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan.
[BACA JUGA: Cegah Kesalahan Penggunaan Obat, Mahasiswa D3 Keperawatan UNAIR Berikan Edukasi kepada Masyarakat]
Penulis: Amanda Gian Nur Rahma, Cantika Permata Ramadhani, Dania, Dzakiyyah Izzah Megali Hatibie, Frida Dwi Lestari, Mayliya Rosa, Muhammad Dzaky Afnan G., dan Syakira Amalia Putri Prayogo.
Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



