VOKASI NEWS – Kemajuan teknologi otomasi terus mendorong terciptanya sistem kerja yang lebih cepat, tepat, dan efisien di berbagai sektor industri. Salah satu inovasi yang dikembangkan untuk mendukung proses tersebut adalah sistem pendorong dan penghitung drum otomatis pada lini pengisian aspal (asphalt filling) di PT Pertamina – Bitumen Plant Gresik.
Pengembangan sistem ini dilatarbelakangi oleh proses pendorongan drum yang masih dilakukan secara manual oleh pekerja. Akibatnya, efisiensi produksi menjadi kurang optimal dan risiko kecelakaan kerja berpotensi meningkat. Oleh karena itu, dikembangkan sistem pendorong dan penghitung drum otomatis berbasis Programmable Logic Controller (PLC) yang terintegrasi dengan Human-Machine Interface (HMI) serta teknologi computer vision menggunakan Raspberry Pi 5 dan YOLOv8.
Integrasi PLC dan Teknologi Computer Vision
Pada sistem pendorong drum, PLC Omron CP1L berperan sebagai pengendali utama. Perangkat tersebut terhubung dengan sensor fotoelektrik untuk mendeteksi posisi drum. Selain itu, solenoid valve dan silinder kerja ganda digunakan sebagai aktuator pneumatik. HMI Omron juga dimanfaatkan sebagai antarmuka kendali sehingga proses monitoring dan pengoperasian sistem dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Sementara itu, pada sistem penghitung drum digunakan Raspberry Pi 5, webcam, dan algoritma YOLOv8. Model tersebut dilatih menggunakan dataset Roboflow selama 100 epoch melalui Google Colab. Lebih lanjut, sistem mengombinasikan YOLOv8, Centroid Tracker, dan Flag-Based Counting untuk mencegah terjadinya double counting. Hasil perhitungan kemudian ditampilkan secara real-time melalui dashboard berbasis web menggunakan Flask.
Hasil Pengujian Menunjukkan Performa Tinggi
Berdasarkan hasil pengujian, motor DC dengan tegangan 9V menghasilkan kecepatan paling stabil sebesar 17,5 RPM. Selain itu, sensor fotoelektrik mampu mendeteksi objek secara efektif pada jarak 2 hingga 10 cm. Timer PLC juga menunjukkan tingkat akurasi yang sangat tinggi dengan selisih kurang dari 0,2 detik dibandingkan waktu yang telah diprogram.
Pada pengujian sistem pendorong, tekanan udara optimal diperoleh pada 40 psi. Dengan kondisi tersebut, sistem berhasil mencapai tingkat keberhasilan 100 persen dalam 10 kali percobaan dengan target 50 drum pada setiap siklus pendorongan.
Di sisi lain, model YOLOv8 menghasilkan nilai precision sebesar 0,987, recall sebesar 0,982, dan mAP50 sebesar 0,993. Akurasi perhitungan drum tertinggi mencapai 96,66 persen pada confidence threshold 0,85. Selain memiliki tingkat akurasi yang tinggi, sistem juga mampu menghindari false positive. Hal tersebut ditunjukkan dengan tidak terdeteksinya objek non-target seperti kardus, toolbox, dan kaleng.
Mendukung Pencapaian SDGs
Pengembangan sistem pendorong dan penghitung drum otomatis ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Pada aspek SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), sistem membantu mengurangi risiko kecelakaan kerja yang sebelumnya dihadapi pekerja saat mendorong drum secara manual di lingkungan bersuhu tinggi.
Selain itu, pada SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), penerapan otomasi berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan layak. Sementara itu, pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), integrasi PLC, HMI, dan teknologi YOLOv8 menghadirkan inovasi yang dapat menjadi referensi pengembangan otomasi di berbagai sektor industri.
Dengan demikian, implementasi sistem pendorong dan penghitung drum otomatis berbasis PLC dan YOLOv8 menunjukkan bahwa integrasi sistem mekanik, kontrol industri, dan computer vision mampu menghasilkan solusi otomasi yang stabil, efisien, serta memiliki tingkat akurasi tinggi. Selain mendukung transformasi industri modern, inovasi ini juga berkontribusi terhadap pencapaian SDG 3, SDG 8, dan SDG 9.
Sumber: Hasil Penelitian Sistem Pendorong dan Penghitung Drum Otomatis Berbasis PLC dan YOLOv8 di PT Pertamina – Bitumen Plant Gresik.
[BACA JUGA: Di Balik Zootopia: Kepemimpinan, Komunikasi, dan Kerja Sama dalam Organisasi]
Penulis: Galih Triatmojo
Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



