Meningkatkan Literasi dan Pentingnya Memahami Sediaan Obat Setengah Padat untuk Meningkatkan Keselamatan Penggunaan Obat

VOKASI NEWS – Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan penyuluhan kesehatan mengenai sediaan obat setengah padat kepada ibu-ibu PKK RT 12/RW 04 di Sukorejo, Bojonegoro, pada 10 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berbagai jenis obat topikal serta cara penggunaannya yang tepat dan aman.

Pemahaman mengenai bentuk sediaan obat masih menjadi tantangan di masyarakat. Banyak orang belum mengetahui perbedaan antara salep, krim, gel, pasta, sapo kalinus, dan linimenta. Akibatnya, penggunaan obat sering kali tidak sesuai dengan tujuan terapi sehingga dapat memengaruhi efektivitas pengobatan dan meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat.

Mengenal Berbagai Jenis Sediaan Obat Setengah Padat

Penyuluhan diawali dengan penjelasan mengenai pengertian sediaan obat setengah padat. Jenis sediaan ini digunakan pada permukaan kulit atau mukosa untuk memberikan efek lokal maupun sistemik. Selain itu, peserta juga memperoleh informasi mengenai fungsi, kelebihan, dan cara penggunaan masing-masing sediaan obat.

Salep dijelaskan sebagai sediaan semipadat dengan dasar berminyak yang memiliki daya lekat tinggi sehingga cocok digunakan pada kulit kering. Sementara itu, krim merupakan sediaan berbentuk emulsi yang lebih ringan, mudah diratakan, dan nyaman digunakan pada berbagai jenis kulit.

Peserta juga diperkenalkan dengan gel yang memiliki kandungan air lebih tinggi dan memberikan sensasi dingin saat digunakan. Selain itu, pasta dijelaskan sebagai sediaan yang mengandung serbuk dalam jumlah besar sehingga dapat berfungsi sebagai pelindung kulit.

Materi edukasi turut membahas sapo kalinus yang digunakan sebagai pembersih kulit serta linimenta yang diaplikasikan dengan cara digosokkan pada kulit untuk membantu meredakan nyeri otot atau pegal. Dengan penjelasan tersebut, peserta dapat memahami perbedaan fungsi dari setiap bentuk sediaan obat.

Pentingnya Penggunaan Obat Sesuai Bentuk Sediaan

Pemilihan bentuk sediaan obat yang tepat memiliki peran penting dalam keberhasilan terapi. Setiap jenis sediaan memiliki karakteristik dan indikasi penggunaan yang berbeda. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami kapan suatu obat lebih tepat digunakan dalam bentuk salep, krim, gel, maupun bentuk lainnya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebutkan bahwa penggunaan obat harus memperhatikan aturan pakai, cara penyimpanan, serta petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan. Dengan demikian, keamanan dan efektivitas terapi dapat terjaga dengan baik.

Antusiasme Peserta dalam Mengikuti Penyuluhan

Kegiatan berlangsung dalam suasana yang interaktif dan mendapat respons positif dari peserta. Ibu-ibu PKK aktif mengajukan pertanyaan mengenai penggunaan obat yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, beberapa peserta juga berbagi pengalaman terkait penggunaan obat topikal di lingkungan keluarga.

Diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa edukasi mengenai bentuk sediaan obat masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai fungsi setiap sediaan obat serta pentingnya penggunaan sesuai indikasi.

Mendorong Literasi Kesehatan Masyarakat

Penyuluhan ini menjadi salah satu bentuk implementasi peran mahasiswa keperawatan dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui pendidikan kesehatan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat membantu masyarakat menggunakan obat secara lebih aman, tepat, dan bertanggung jawab.

Selain bermanfaat bagi peserta kegiatan, pemahaman mengenai sediaan obat setengah padat juga dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar. Dengan meningkatnya literasi kesehatan, penggunaan obat yang rasional diharapkan dapat terwujud sehingga mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

[BACA JUGA: Sosialisasi Obat Cair di Desa Gumeno]

Penulis: Dwi Ayu Wulandari

Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)