VOKASI NEWS – Andyka Salom, mahasiswa Program Studi D-IV Teknik Informatika Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, mengembangkan aplikasi Kalkulator Harga Pokok Produksi (HPP) berbasis web. Aplikasi tersebut ditujukan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Butungan, Kabupaten Lamongan, pada Mei 2025.
Banyak pelaku UMKM masih melakukan pencatatan biaya produksi secara manual. Selain itu, sebagian pelaku usaha belum terbiasa menggunakan perangkat lunak pengolah angka untuk mengelola keuangan usaha. Akibatnya, perhitungan biaya produksi sering dilakukan berdasarkan perkiraan sehingga berisiko menyebabkan kesalahan dalam menentukan harga jual produk.
Aplikasi Ringan dan Mudah Diakses
Kalkulator HPP dikembangkan menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript tanpa framework tambahan sehingga memiliki ukuran yang ringan. Oleh karena itu, aplikasi dapat dijalankan dengan baik melalui komputer, tablet, maupun telepon pintar.
Selain itu, aplikasi dihosting menggunakan layanan Vercel sehingga dapat diakses langsung melalui peramban web tanpa perlu mengunduh atau memasang aplikasi tambahan. Kemudahan tersebut diharapkan dapat membantu UMKM memanfaatkan teknologi digital secara lebih praktis.
Fitur utama aplikasi adalah perhitungan harga pokok produksi secara otomatis. Perhitungan tersebut mencakup biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead produksi. Selanjutnya, hasil perhitungan dapat diunduh dalam bentuk laporan. Dengan demikian, pelaku usaha memiliki dokumentasi biaya produksi yang lebih rapi. Selain itu, laporan tersebut dapat digunakan sebagai dasar penentuan harga jual.
Salah satu pelaku UMKM yang menjadi mitra KKN mengaku memperoleh manfaat dari penggunaan aplikasi tersebut. Menurutnya, aplikasi membantu mengetahui biaya produksi yang selama ini belum pernah dihitung secara rinci sehingga harga jual produk dapat ditentukan dengan lebih tepat.
Mendukung Literasi Digital UMKM
Pengembangan aplikasi Kalkulator HPP juga mendukung peningkatan literasi digital di kalangan pelaku UMKM. Melalui pemanfaatan teknologi sederhana, pelaku usaha dapat mengelola data keuangan secara lebih sistematis dan efisien.
Selain itu, inisiatif ini selaras dengan beberapa poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Pada SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), aplikasi membantu UMKM mengelola biaya produksi dengan lebih baik. Oleh karena itu, keberlanjutan usaha dapat lebih terjaga. Sementara itu, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) tercermin melalui upaya meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha berbasis teknologi.
Di sisi lain, pengembangan aplikasi ini juga mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan inovasi digital yang mudah diakses masyarakat. Selain itu, SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) turut didukung karena teknologi pengelolaan bisnis yang sebelumnya lebih banyak digunakan oleh usaha besar kini dapat dimanfaatkan oleh UMKM secara lebih merata.
Melalui Kalkulator HPP berbasis web, mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, inovasi ini menunjukkan bahwa teknologi sederhana dapat memberikan dampak nyata. Dengan demikian, program KKN tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga mampu menghasilkan solusi yang mendukung transformasi digital UMKM secara inklusif dan berkelanjutan.
Penulis : Andyka Salom
Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



