VOKASI NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan kepada masyarakat mengenai penggolongan obat herbal di Desa Duduksampeyan, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang jenis-jenis obat herbal yang beredar di Indonesia serta cara penggunaannya yang aman dan tepat.
Edukasi diikuti oleh tokoh masyarakat setempat. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai klasifikasi obat herbal berdasarkan ketentuan yang berlaku di Indonesia, yaitu jamu, obat herbal terstandar (OHT), dan fitofarmaka. Materi disampaikan melalui presentasi interaktif, diskusi, serta sesi tanya jawab yang melibatkan peserta secara aktif.
Mengenal Klasifikasi dan Tingkat Keamanan Obat Herbal
Ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang menganggap seluruh produk herbal memiliki khasiat dan tingkat keamanan yang sama. Padahal, setiap kategori obat herbal memiliki tingkat pembuktian ilmiah yang berbeda. “Melalui kegiatan ini kami ingin masyarakat lebih memahami perbedaan jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka sehingga dapat memilih produk yang sesuai dan aman digunakan,” ujarnya.
Dalam penyampaian materi dijelaskan bahwa jamu merupakan obat tradisional yang khasiatnya didasarkan pada pengalaman turun-temurun. Sementara itu, obat herbal terstandar telah melalui pengujian praklinis untuk membuktikan keamanan dan manfaatnya. Adapun fitofarmaka merupakan kategori tertinggi karena telah didukung oleh uji klinis pada manusia sehingga memiliki bukti ilmiah yang lebih kuat.
Peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya memeriksa kemasan produk, nomor izin edar, tanggal kedaluwarsa, serta menghindari penggunaan obat herbal yang tidak memiliki informasi yang jelas. Selain itu, masyarakat diingatkan bahwa penggunaan obat herbal tidak boleh menggantikan terapi medis tanpa konsultasi dengan tenaga kesehatan.
Mendorong Penggunaan Obat Herbal yang Aman dan Bijak
Tokoh masyarakat setempat menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan wawasan yang bermanfaat bagi mereka. “Kegiatan seperti ini sangat membantu kami dalam memahami penggunaan obat herbal secara benar sehingga dapat mendukung kesehatan keluarga,” tuturnya.
Melalui kegiatan edukasi ini, masyarakat Desa Duduksampeyan diharapkan semakin bijak dalam memilih dan menggunakan obat herbal. Selain itu, masyarakat diharapkan mampu membedakan berbagai golongan obat herbal yang beredar sehingga dapat meningkatkan keselamatan dan kesehatan secara berkelanjutan.
[BACA JUGA: Visit Industry HIMATRIK 2026 Hadirkan Wawasan Dunia Kerja di Era Society 5.0]
Penulis: Afirsta Syahrina Salsabillah
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



