VOKASI NEWS – Kesadaran remaja terhadap penggunaan obat yang tepat masih menjadi perhatian dalam upaya peningkatan literasi kesehatan masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan mengenai penggolongan obat berdasarkan dampaknya pada tubuh bagi remaja di Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.
Edukasi Penggolongan Obat bagi Remaja
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja tentang penggunaan obat yang aman, tepat, dan rasional. Sebanyak sembilan remaja mengikuti kegiatan yang dilaksanakan secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta evaluasi pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi.
Pelaksanaan Edukasi dan Materi Pembelajaran
Sebelum menerima materi, peserta mengerjakan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal terkait penggolongan obat. Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata peserta sebesar 42,2. Temuan tersebut menunjukkan bahwa peserta telah memiliki pengetahuan dasar mengenai obat, namun masih membutuhkan informasi yang lebih komprehensif mengenai jenis obat, aturan penggunaan, serta risiko penggunaan yang tidak sesuai.
Untuk mendukung proses pembelajaran, tim mahasiswa memanfaatkan media edukasi berupa e-magazine dan papan obat. Penggunaan media visual tersebut membantu peserta memahami materi secara lebih mudah dan menarik. Selain itu, peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi mengenai berbagai permasalahan penggunaan obat yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Materi yang diberikan mencakup penggolongan obat berdasarkan dampaknya pada tubuh, manfaat penggunaan obat secara rasional, serta potensi risiko yang dapat timbul akibat penggunaan obat yang tidak tepat. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung aktif.
Peningkatan Pemahaman Remaja melalui Edukasi Kesehatan
Hasil post-test menunjukkan nilai rata-rata peserta meningkat menjadi 85,6. Dibandingkan nilai rata-rata pre-test sebesar 42,2, terjadi peningkatan sebesar 43,4 poin. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dikemas secara interaktif mampu meningkatkan pemahaman remaja mengenai penggunaan obat yang rasional. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu keperawatan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan edukasi kesehatan yang berkelanjutan, mahasiswa diharapkan dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Upaya tersebut penting untuk mendukung terbentuknya perilaku penggunaan obat yang lebih aman, tepat, dan bertanggung jawab, khususnya di kalangan generasi muda.
[BACA JUGA: Audit Training 2026: Jadikan Mahasiswa Vokasi UNAIR Siap Bersaing di Dunia Audit Profesional]
Penulis: Syafira Nabilah Putri
Pembimbing: Dr. Susilo Harianto, S. Kep., Ns., M. Kep.
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



