VOKASI NEWS – Mahasiswa D-IV Perbankan dan Keuangan Vokasi UNAIR mengikuti PBVISIT 2026 untuk memahami kebijakan moneter, QRIS, dan peran Bank Indonesia.
HMPB Vokasi UNAIR Gelar PBVISIT 2026
Himpunan Mahasiswa Perbankan dan Keuangan (HMPB) Fakultas Vokasi Universitas Airlangga sukses menyelenggarakan kegiatan PBVISIT (PB Study Visit) 2026 pada 10 Juni 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung De Javasche Bank Surabaya atau Museum Bank Indonesia.
PBVISIT 2026 mengusung tema “Peran Bank Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Moneter dan Kepercayaan Publik terhadap Sistem Keuangan Indonesia”. Tema tersebut dipilih sebagai upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai peran strategis bank sentral dalam mendukung perekonomian nasional.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi D-IV Perbankan dan Keuangan angkatan 2024 dan 2025. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar di luar kelas yang lebih aplikatif dan dekat dengan dunia industri keuangan.
Belajar Langsung tentang Peran Bank Indonesia
PBVISIT 2026 dirancang sebagai sarana pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa. Peserta diajak memahami fungsi, tugas, serta kebijakan yang dijalankan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis. Selain itu, peserta juga mendapatkan gambaran nyata mengenai implementasi kebijakan moneter dan sistem keuangan di Indonesia.
Kegiatan ini menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa untuk melihat bagaimana materi yang dipelajari di perkuliahan diterapkan dalam konteks kelembagaan. Dengan demikian, pemahaman mahasiswa mengenai dunia perbankan dan keuangan menjadi lebih luas.
Memahami Kebijakan Moneter dan Stabilitas Keuangan
Dalam sesi pemaparan materi, peserta memperoleh penjelasan mengenai peran Bank Indonesia sebagai bank sentral. Bank Indonesia memiliki tanggung jawab dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas sistem keuangan, serta memastikan kelancaran sistem pembayaran nasional.
Selain itu, mahasiswa juga diajak memahami berbagai tantangan yang dihadapi Bank Indonesia di tengah perkembangan ekonomi global. Perubahan kondisi ekonomi, dinamika pasar keuangan, dan perkembangan teknologi menjadi faktor penting yang memengaruhi kebijakan bank sentral.
Melalui pemaparan tersebut, peserta memperoleh pemahaman bahwa kebijakan moneter tidak hanya berkaitan dengan angka dan regulasi. Lebih dari itu, kebijakan tersebut berperan penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional.
QRIS sebagai Inovasi Pembayaran Digital
Salah satu topik yang menjadi fokus pembahasan dalam kegiatan ini adalah QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard. QRIS merupakan inovasi sistem pembayaran digital yang kini banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar QRIS, mekanisme penggunaannya, serta manfaat yang diberikan bagi pelaku usaha maupun masyarakat. QRIS dinilai mampu mempermudah transaksi karena dapat digunakan secara cepat, praktis, dan terintegrasi.
Selain itu, QRIS juga berperan dalam mendorong inklusi keuangan dan meningkatkan efisiensi transaksi. Dengan sistem pembayaran yang lebih aman dan mudah diakses, masyarakat dapat semakin terbiasa menggunakan layanan keuangan digital dalam aktivitas sehari-hari.
Menelusuri Sejarah Perbankan di Museum Bank Indonesia
Tidak hanya mengikuti sesi materi, peserta juga berkesempatan mengeksplorasi berbagai koleksi sejarah dan informasi yang terdapat di Museum Bank Indonesia. Kunjungan ini memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai perkembangan sistem keuangan dan perbankan di Indonesia dari masa ke masa.
Melalui koleksi yang ditampilkan, mahasiswa dapat melihat perjalanan panjang lembaga keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, peserta juga memahami bagaimana Bank Indonesia terus beradaptasi terhadap perubahan zaman.
Pengalaman tersebut memberikan nilai tambah bagi peserta karena pembelajaran tidak hanya diperoleh melalui penjelasan, tetapi juga melalui pengamatan langsung terhadap sejarah dan perkembangan sistem keuangan Indonesia.
Meningkatkan Wawasan Profesional Mahasiswa
Kegiatan PBVISIT 2026 diharapkan mampu menjadi wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan wawasan profesional. Melalui interaksi langsung dengan lembaga yang memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih komprehensif.
Selain itu, kegiatan ini juga membantu mahasiswa memperluas relasi dengan institusi keuangan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
Dengan mengikuti kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori perbankan dan keuangan. Mereka juga diharapkan mampu melihat dinamika industri secara lebih nyata dan kritis.
Membangun SDM Keuangan yang Unggul dan Adaptif
Melalui penyelenggaraan PBVISIT 2026, Himpunan Mahasiswa Perbankan dan Keuangan Universitas Airlangga berharap mahasiswa mampu mengembangkan pola pikir yang kritis. Selain itu, peserta juga diharapkan dapat memahami dinamika industri keuangan modern serta meningkatkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen HMPB dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul. Dengan pengalaman belajar yang aplikatif, mahasiswa diharapkan semakin siap berkontribusi di sektor perbankan dan keuangan.
Pada akhirnya, PBVISIT 2026 tidak hanya menjadi kegiatan kunjungan, tetapi juga ruang pembelajaran untuk memahami kebijakan moneter, transformasi digital, dan peran strategis Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas keuangan nasional.
[BACA JUGA: Cerdas Mengenal Obat Cair: Edukasi Penggunaaan dan Penyimpanan Sediaan Obat]
Penulis: Wafiq Fitria Azizah
Editor: Alkeshar (Tim Vokasi Branding)



