VOKASI NEWS – Menjadi seorang ibu merupakan salah satu tanggung jawab besar dalam menjaga kesehatan keluarga. Salah satu peran tersebut terlihat ketika ibu mengambil keputusan terkait penggunaan obat di rumah.
Saat anggota keluarga mengalami keluhan ringan, ibu sering menjadi pihak pertama yang menentukan obat apa yang akan digunakan. Namun, tidak semua masyarakat memahami bahwa setiap obat memiliki golongan dan aturan penggunaan yang berbeda.
Kurangnya pemahaman mengenai penggolongan obat dapat meningkatkan risiko penggunaan obat yang tidak tepat. Oleh karena itu, edukasi kesehatan mengenai obat sediaan padat menjadi penting untuk membantu masyarakat lebih bijak dalam menggunakan obat sehari-hari.
Mengenal Obat Sediaan Padat
Sediaan padat merupakan bentuk sediaan farmasi yang sering digunakan dalam pelayanan kesehatan maupun pengobatan sehari-hari. Sediaan ini memiliki bentuk fisik padat dan mengandung zat aktif yang berfungsi untuk mencegah, mengurangi, atau mengobati suatu penyakit.
Dibandingkan dengan sediaan obat cair, sediaan obat padat memiliki beberapa keunggulan. Obat jenis ini lebih mudah disimpan, praktis dibawa, dan memiliki stabilitas yang lebih baik sehingga masa penyimpanannya relatif lebih lama.
Salah satu contoh sediaan obat padat yang umum dijumpai masyarakat adalah tablet. Tablet merupakan sediaan padat yang dibuat melalui proses pemadatan dan mengandung satu atau lebih bahan obat.
Selain tablet, terdapat kaplet yang memiliki bentuk lonjong menyerupai kapsul sehingga lebih mudah ditelan. Ada pula kapsul yang terdiri atas cangkang keras atau lunak berisi serbuk, granul, atau bahan obat lainnya.
Jenis lain yang juga termasuk sediaan padat adalah serbuk dan granul. Serbuk merupakan campuran bahan obat dengan partikel halus yang dapat digunakan secara langsung atau dilarutkan terlebih dahulu. Sementara itu, granul merupakan kumpulan partikel serbuk berukuran lebih besar yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan tablet atau dilarutkan sebelum diminum.
Memahami Logo Penggolongan Obat
Selain memahami bentuk sediaannya, masyarakat juga perlu mengenali penggolongan obat berdasarkan tingkat keamanan dan cara memperolehnya. Informasi ini biasanya dapat dilihat melalui logo yang terdapat pada kemasan obat.
Obat bebas ditandai dengan logo lingkaran hijau bertepi hitam. Obat golongan ini dapat diperoleh tanpa resep dokter dan umumnya digunakan untuk mengatasi keluhan ringan, seperti demam, nyeri ringan, atau kekurangan vitamin.
Selanjutnya, obat bebas terbatas ditandai dengan logo lingkaran biru bertepi hitam. Obat ini masih dapat diperoleh tanpa resep dokter. Namun, penggunaannya harus memperhatikan aturan pakai dan peringatan yang tertera pada kemasan.
Selain itu, terdapat obat keras yang ditandai dengan logo lingkaran merah dan huruf K di bagian tengah. Obat golongan ini hanya dapat diperoleh dengan resep dokter karena memiliki efek yang lebih kuat dan berpotensi menimbulkan risiko apabila digunakan tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
Edukasi “Bijak Pakai Obat, Hidup Lebih Sehat”
Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa D-III Keperawatan VOKASI UNAIR menyelenggarakan penyuluhan kesehatan bagi ibu-ibu PKK di Desa Randuagung. Kegiatan ini mengangkat tema “Bijak Pakai Obat, Hidup Lebih Sehat.”
Penyuluhan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai berbagai jenis obat sediaan padat yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga membantu peserta mengenali penggolongan obat berdasarkan logo, tingkat keamanan, dan aturan penggunaannya.
Edukasi dilakukan melalui metode ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Melalui metode tersebut, peserta dapat berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung dan menyampaikan pengalaman terkait penggunaan obat di rumah.
Selain penyampaian materi, peserta juga diperkenalkan dengan contoh kemasan obat yang umum ditemukan di rumah tangga. Cara ini membantu peserta memahami perbedaan logo pada setiap golongan obat secara lebih mudah.
Poster dan Leaflet Bantu Peserta Memahami Materi
Media edukasi berupa poster dan leaflet digunakan sebagai sarana pendukung dalam kegiatan penyuluhan. Media tersebut berisi informasi mengenai jenis obat sediaan padat, logo penggolongan obat, serta hal-hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan obat.
Penggunaan media visual membuat informasi lebih mudah dipahami dan diingat oleh peserta. Materi yang sebelumnya terasa asing dapat dijelaskan dengan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan edukasi ini, ibu-ibu PKK sebagai pengelola kesehatan keluarga diharapkan dapat lebih bijak dalam memilih, memperoleh, dan menggunakan obat sesuai ketentuan yang berlaku. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat disebarluaskan kepada anggota keluarga maupun masyarakat sekitar.
Dengan meningkatnya literasi obat, masyarakat Desa Randuagung diharapkan mampu mendukung penggunaan obat yang aman, tepat, dan rasional. Edukasi seperti ini menjadi langkah penting dalam membentuk keluarga yang lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan.
[BACA JUGA: Belajar dari Praktik Nyata, Mahasiswa TLM UNAIR Tingkatkan Kompetensi di RSUD Dr. Soedono Madiun]
Penulis: Nesa Indira Putri
Pembimbing: Dr. Hafna Ilmy Muhalla, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.M.B.
Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)



