Lewat Edukasi Interaktif, Mahasiswa D-III Keperawatan UNAIR Tingkatkan Pemahaman Ibu-Ibu PKK tentang Penggunaan Sediaan Obat Setengah Padat

VOKASI NEWS – Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan edukasi kesehatan mengenai penggunaan sediaan obat setengah padat kepada ibu-ibu PKK RT 12/RW 04 Sukorejo, Bojonegoro. Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek pembelajaran Farmakologi yang dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Hafna Ilmy Muhalla. Selain itu, kegiatan bertema “Cerdas Pakai Obat” ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan tepat.

Sebanyak 22 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (9/5/2026) pukul 16.00–17.30 WIB. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Lebih dari itu, edukasi kesehatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat.

Pentingnya Memahami Sediaan Obat Setengah Padat

Sediaan obat setengah padat, seperti salep, krim, gel, pasta, sapo kalinus, dan linimenta, merupakan jenis obat yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian, masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan fungsi, cara penggunaan, maupun metode penyimpanan setiap sediaan obat tersebut.

Oleh karena itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai karakteristik masing-masing sediaan obat setengah padat. Selain itu, peserta juga mendapatkan informasi tentang manfaat penggunaan, cara penyimpanan yang benar, serta berbagai hal yang perlu diperhatikan agar penggunaan obat tetap aman dan efektif.

Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta. Di samping itu, mahasiswa menjelaskan berbagai kesalahan yang sering terjadi dalam penggunaan obat topikal. Beberapa di antaranya adalah penggunaan obat secara berlebihan dan penyimpanan yang kurang tepat.

Penyuluhan Dikemas secara Interaktif

Untuk meningkatkan pemahaman peserta, tim mahasiswa memanfaatkan berbagai media edukasi. Media tersebut meliputi papan obat, poster, dan leaflet yang berisi ringkasan materi. Dengan demikian, peserta dapat mengenali berbagai jenis sediaan obat secara lebih mudah dan menarik.

Tidak hanya melalui pemaparan materi, kegiatan juga dikemas secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan mengenai penggunaan obat yang biasa digunakan di rumah.

Suasana kegiatan semakin hidup dengan adanya ice breaking berupa peragaan enam langkah cuci tangan yang benar. Kegiatan tersebut membuat peserta lebih aktif. Selain itu, peserta juga tidak merasa jenuh selama mengikuti penyuluhan.

Evaluasi Menunjukkan Peningkatan Pengetahuan

Sebelum penyampaian materi, peserta terlebih dahulu mengerjakan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mengenai sediaan obat setengah padat. Selanjutnya, peserta mengerjakan post-test setelah kegiatan selesai sebagai bentuk evaluasi terhadap materi yang telah diberikan.

Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti edukasi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan secara langsung masih menjadi salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan obat. Selain itu, masyarakat juga diharapkan memahami pentingnya penggunaan obat yang aman, tepat, dan rasional. Pada akhirnya, peningkatan pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya kesehatan keluarga yang lebih baik.

[BACA JUGA : Mahasiswa D3 Keperawatan UNAIR Edukasi Penggolongan Obat bagi Ibu-Ibu Desa Tlogobendung]

Penulis: Syalwa Azizah

Pembimbing: Dr. Hafna Ilmy Muhalla, S. Kep.,Ns., M. Kep., Sp. Kep. M.B.

Editor : Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)