VOKASI NEWS – Tidak semua pembelajaran berlangsung di ruang kelas. Bagi mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, praktik klinik di Ruang Verlos Kamer (VK) atau Ruang Bersalin Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) menjadi kesempatan berharga. Mahasiswa dapat menyaksikan perjuangan seorang ibu selama proses persalinan serta berbagai tindakan keperawatan yang diberikan. Pengalaman ini membantu mahasiswa memahami makna pelayanan maternitas yang sesungguhnya dan pentingnya peran tenaga kesehatan.
Program magang dilaksanakan pada 2 hingga 21 Maret 2026 di Ruang VK RS Universitas Airlangga. Selama tiga minggu, mahasiswa mengikuti jadwal jaga secara bergilir di Ruang VK RSUA. Sistem ini memberikan kesempatan untuk merasakan dinamika pelayanan persalinan pada berbagai waktu. Setiap hari, pengalaman yang berbeda hadir, mulai dari menerima pasien baru hingga menyaksikan momen kelahiran yang penuh haru.
Belajar dari Setiap Tahap Persalinan
Selama praktik klinik, mahasiswa dilibatkan dalam berbagai kegiatan pelayanan di bawah supervisi bidan dan dokter. Kegiatan diawali dengan melakukan observasi kondisi ibu yang datang ke ruang bersalin, memantau kontraksi, dan mencatat perkembangan pembukaan jalan lahir. Mahasiswa juga mengenal alur pelayanan maternitas yang diterapkan di RSUA. Pendampingan dari tenaga kesehatan ini membuat setiap proses pembelajaran berlangsung terarah sekaligus memberikan kesempatan untuk menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik di lapangan.
Mahasiswa juga mempelajari berbagai keterampilan dasar di ruang bersalin, seperti memantau denyut jantung janin menggunakan doppler dan membantu menyiapkan alat partus. Selain itu, mahasiswa merapikan ruang tindakan sebelum persalinan serta mendampingi ibu sejak kala I hingga kala IV. Selain keterampilan teknis, praktik klinik memberikan pembelajaran mengenai pentingnya komunikasi terapeutik. Kalimat sederhana untuk mengajak ibu mengatur napas atau memberikan dukungan selama proses persalinan menjadi bagian kecil yang mampu membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan rasa percaya diri ibu dalam menghadapi persalinan.
Kolaborasi Menjadi Kunci Keselamatan
Suasana di Ruang VK berlangsung cepat dan penuh koordinasi. Tidak semua proses persalinan berjalan sesuai perkiraan. Pada beberapa kondisi, perubahan dapat terjadi dalam hitungan menit sehingga membutuhkan respons yang cepat dan tepat dari seluruh tim kesehatan. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata bahwa pelayanan maternitas tidak hanya mengandalkan kemampuan individu, tetapi juga kolaborasi antara dokter, bidan, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya demi menjaga keselamatan ibu dan bayi.
Selain meningkatkan keterampilan klinis, praktik di Ruang VK juga menanamkan pentingnya penerapan keselamatan pasien (patient safety). Setiap tindakan dilakukan sesuai standar operasional, mulai dari identifikasi pasien, kebersihan tangan, penggunaan alat pelindung diri, hingga pencegahan infeksi. Ketelitian dan tanggung jawab menjadi nilai yang terus diasah selama menjalani praktik klinik.
Pelajaran Berharga di Balik Tangis Pertama
Momen paling berkesan adalah ketika tangisan pertama bayi memenuhi ruang bersalin. Suasana yang semula dipenuhi ketegangan berubah menjadi rasa lega dan haru. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa setiap kelahiran merupakan hasil perjuangan seorang ibu yang didukung oleh dedikasi seluruh tim kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik.
Praktik klinik di Ruang VK RS Universitas Airlangga tidak hanya memberikan pengalaman belajar mengenai pelayanan persalinan, tetapi juga membentuk empati, profesionalisme, dan kesiapan sebagai calon tenaga kesehatan. Pembelajaran tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being), melalui upaya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam mendukung pelayanan ibu dan bayi yang aman, bermutu, serta berpusat pada pasien. Bekal yang diperoleh selama praktik diharapkan menjadi langkah awal untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.
[BACA JUGA: CHARIBUTION 2026: Tebar Manfaat, Wujudkan Desa Sejahtera]
Penulis: Selvie Nadya Sandra R Madulo
Pembimbing: Emuliana Sulpat, Lailatul Fadliyah, Amellia Mardhika
Editor: Aghnia Faiza (Tim Branding Vokasi)



