Digitalisasi Pencatatan Repeat dan Reject untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan Radiologi

VOKASI NEWS – Pemeriksaan radiologi berperan penting dalam membantu penegakan diagnosis melalui citra yang berkualitas. Salah satu indikator mutu pelayanan radiologi adalah rendahnya angka repeat dan reject. Kejadian tersebut perlu dipantau karena dapat meningkatkan paparan radiasi kepada pasien sekaligus menurunkan efisiensi pelayanan radiologi. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008, persentase reject yang direkomendasikan tidak melebihi 2 persen. Oleh karena itu, setiap kejadian repeat dan reject perlu didokumentasikan sebagai bagian dari program Quality Assurance untuk mengetahui penyebab terjadinya pemeriksaan ulang.

Tantangan Pencatatan Secara Manual

Di berbagai instalasi radiologi, pencatatan repeat dan reject masih dilakukan secara manual. Akibatnya, proses tersebut berisiko menimbulkan kesalahan pencatatan, kehilangan data, maupun duplikasi informasi. Selain itu, pencarian data terdahulu membutuhkan waktu lebih lama sehingga penyusunan laporan evaluasi mutu menjadi kurang efisien.

Berdasarkan kondisi tersebut, dikembangkan aplikasi berbasis website yang mampu mendukung proses dokumentasi secara lebih efektif, terstruktur, dan terintegrasi.

Pengembangan Sistem Berbasis Website

Aplikasi dikembangkan menggunakan metode Software Development Life Cycle (SDLC) model Waterfall. Pengembangannya memanfaatkan Laravel Framework, PHP, HTML, CSS, JavaScript, dan MySQL. Sistem ini dilengkapi dengan fitur login, formulir pencatatan digital, dashboard visualisasi data, pelaporan, serta ekspor data ke format Microsoft Excel.

Selain itu, dashboard menampilkan grafik tren repeat dan reject setiap bulan beserta diagram lingkaran yang menunjukkan faktor penyebab reject. Dengan demikian, proses pemantauan mutu dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien.

Pengujian dilakukan menggunakan Black Box Testing, uji responsivitas tampilan, dan End-to-End Testing. Hasilnya, seluruh fitur aplikasi berjalan sesuai kebutuhan. Oleh sebab itu, aplikasi dinilai layak digunakan sebagai media pencatatan digital untuk mendukung evaluasi mutu pelayanan radiologi.

Meningkatkan Efisiensi dan Keselamatan Pasien

Pemanfaatan sistem informasi berbasis website membantu proses dokumentasi menjadi lebih terstruktur. Dengan demikian, analisis data dan evaluasi mutu pelayanan radiologi dapat dilakukan secara lebih optimal.

Di sisi lain, penerapan aplikasi ini juga mempermudah radiografer dan manajemen rumah sakit dalam menyimpan, mencari, serta menyusun laporan repeat dan reject. Data yang terdokumentasi secara sistematis dapat dimanfaatkan sebagai dasar evaluasi untuk menekan angka pemeriksaan ulang sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan radiologi.

Tidak hanya itu, sistem ini juga mendukung penerapan prinsip As Low As Reasonably Achievable (ALARA) melalui upaya mengurangi pemeriksaan ulang yang tidak diperlukan. Akibatnya, paparan radiasi terhadap pasien dapat diminimalkan. Pada akhirnya, digitalisasi pencatatan repeat dan reject diharapkan menjadi salah satu inovasi yang mendukung transformasi pelayanan radiologi yang lebih efektif, aman, dan berbasis data.

[BACA JUGA: Akuntansi Pajak untuk Kepatuhan dan Akuntabilitas Perusahaan]

Penulis: Yolla Sholichatul Faradilla

Pembimbing: Berliana Devianti Putri dan Mas Winarto

Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)