Mahasiwa UNAIR Dampingi UMKM Lontong Barokah Tingkatkan Tata Kelola Keuangan

VOKASI NEWS – Mahasiswa Program Studi D-III Akuntansi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di UMKM Lontong Barokah Surabaya. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pendampingan dalam penyusunan laporan keuangan sederhana dan perhitungan biaya produksi.

Program ini bertujuan membantu pelaku UMKM memahami pentingnya pencatatan keuangan yang sistematis sebagai dasar pengambilan keputusan usaha. Program tersebut juga mendukung terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Pentingnya Pencatatan Keuangan bagi UMKM

UMKM memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian Indonesia. Namun, masih banyak pelaku usaha yang menjalankan bisnis dengan sistem pencatatan keuangan yang sederhana. Kondisi tersebut juga ditemukan pada UMKM Lontong Barokah. Usaha rumahan ini memproduksi lontong ukuran kecil dan besar untuk dipasarkan kepada pelanggan tetap serta pedagang makanan di Surabaya.

Selama ini, pemilik usaha hanya mencatat jumlah produksi dan hasil penjualan harian tanpa melakukan pencatatan biaya produksi secara rinci. Selain itu, keuangan usaha masih bercampur dengan keuangan pribadi sehingga pemilik belum dapat mengetahui laba usaha yang sebenarnya maupun kondisi keuangan secara menyeluruh. Akibatnya, penentuan harga jual masih dilakukan berdasarkan perkiraan dan belum didukung oleh perhitungan biaya produksi yang akurat.

Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan

Melalui kegiatan PKL, mahasiswa melakukan observasi, wawancara, serta pendampingan secara langsung kepada pemilik usaha. Kegiatan diawali dengan mengidentifikasi seluruh komponen biaya produksi. Komponen tersebut meliputi biaya bahan baku berupa beras, daun pisang, dan lidi, biaya tenaga kerja, serta biaya overhead seperti gas LPG, air, dan penyusutan peralatan produksi.

Data tersebut kemudian digunakan untuk menyusun pencatatan kas masuk dan kas keluar serta menghitung harga pokok produksi. Selanjutnya, data tersebut dimanfaatkan untuk menyusun laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan sederhana sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Dengan adanya laporan keuangan tersebut, pemilik usaha memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai pendapatan dan biaya operasional. Selain itu, laporan tersebut juga menunjukkan besarnya keuntungan yang dihasilkan pada setiap periode.

Mendorong Tata Kelola Usaha yang Lebih Baik

Selain membantu penyusunan laporan keuangan, kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha. Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat meningkatkan transparansi, mempermudah pengendalian biaya, serta mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat.

Pemilik usaha juga diberikan format pencatatan sederhana yang mudah diterapkan secara mandiri sehingga proses pembukuan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, UMKM dapat memantau perkembangan usahanya, mengevaluasi efisiensi produksi, serta merencanakan pengembangan usaha berdasarkan data keuangan yang lebih akurat.

Kontribusi terhadap SDGs

Kegiatan pendampingan ini menunjukkan bahwa penerapan ilmu akuntansi tidak hanya bermanfaat di dunia akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata bagi pelaku UMKM. Peningkatan kemampuan dalam mengelola keuangan diharapkan dapat memperkuat daya saing usaha, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Melalui implementasi pencatatan keuangan yang lebih baik, UMKM Lontong Barokah memiliki peluang untuk berkembang secara lebih profesional dan mampu menghadapi tantangan bisnis di masa depan. Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa Universitas Airlangga dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusi tersebut terutama ditujukan pada SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penguatan tata kelola keuangan UMKM.

[BACA JUGA: Sistem Keamanan Sepeda Motor IoT dengan Pengunci Roda Otomatis ESP32]

Penulis: Qurrata A’yunin

Editor: Vioretha (Tim Branding Vokasi)