Mengenal Hewan Unik melalui Picture Book Berbahasa Inggris “Let’s Be Friends” untuk anak-anak

VOKASI NEWS – Pengenalan bahasa Inggris sejak usia dini menjadi semakin penting di era globalisasi. Pada jenjang sekolah dasar, anak-anak cenderung lebih reseptif terhadap bahasa baru. Oleh karena itu, metode pembelajaran yang sesuai dengan usia menjadi kebutuhan utama. Salah satu media yang dapat digunakan ialah buku bergambar. Melalui perpaduan teks sederhana dan ilustrasi, media ini membantu anak memahami makna. Dengan demikian, anak lebih mudah menghubungkan kata dengan artinya (Matulka, 2008).

Selain itu, Montag et al. menyatakan bahwa buku bergambar mengandung 1,72 kali lebih banyak jenis kata unik dibandingkan percakapan sehari-hari yang ditujukan kepada anak-anak. Temuan tersebut menunjukkan bahwa buku bergambar kaya akan kosakata baru. Di samping itu, buku bergambar nonfiksi mampu memunculkan respons emosional positif. Akibatnya, anak terdorong untuk merasa penasaran dan lebih antusias saat membaca (Pérez-Martinez & Muela-Bermejo, 2024). Sejalan dengan kondisi tersebut, pengembangan media pembelajaran yang inovatif turut mendukung Sustainable Development Goal (SDG) 4. Melalui upaya tersebut, pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan merata dapat terus didorong.

Buku “Let’s Be Friends” sebagai Media Pembelajaran

Buku bergambar berjudul Let’s Be Friends dikembangkan sebagai bahan ajar tambahan bahasa Inggris untuk anak usia 8 hingga 9 tahun. Di dalamnya, terdapat fakta menarik mengenai 13 hewan yang belum banyak dikenal anak-anak. Beberapa di antaranya ialah rubah Arktik, paus beluga, sigung, dan setan Tasmania. Melalui pengenalan hewan tersebut, anak dapat mengenal berbagai karakteristik unik. Pada akhirnya, rasa ingin tahu terhadap dunia hewan pun dapat berkembang.

Selanjutnya, seluruh kalimat dalam buku menggunakan Simple Present Tense. Penggunaan bentuk tersebut sesuai untuk menyampaikan fakta umum dan kebenaran ilmiah (Azar & Hagen, 2017). Dalam proses pengembangannya, aplikasi Canva Pro digunakan sebagai media desain. Sementara itu, seluruh elemen visual, mulai dari sampul depan hingga sampul belakang, dirancang secara mandiri. Tidak hanya itu, ilustrasi berwarna dan tipografi ramah anak dipilih agar minat baca tetap terjaga.

Analisis Kebahasaan dan Kontribusi terhadap SDG 4

Buku ini tidak hanya berfungsi sebagai media pengenalan kosakata. Namun demikian, media tersebut juga menjadi objek analisis kebahasaan. Secara khusus, analisis difokuskan pada dua aspek utama. Aspek pertama membahas klasifikasi kata kerja (verb) berdasarkan teori Azar dan Hagen (2017). Selanjutnya, aspek kedua mengulas kelas kata sifat (adjective) berdasarkan teori Dixon (2004).

Berdasarkan hasil analisis, ditemukan lima jenis kata kerja statif (stative verb), yaitu am, have, has, like, dan be. Secara keseluruhan, kelima kata tersebut muncul sebanyak 27 kali. Sebaliknya, terdapat 19 jenis kata kerja tindakan (action verb) dengan total 25 kemunculan. Selain itu, analisis juga menemukan 52 kata sifat yang terbagi ke dalam kategori core semantic types dan peripheral semantic types.

Lebih lanjut, pengembangan buku bergambar ini mendukung implementasi SDG 4. Secara khusus, media pembelajaran tersebut berkontribusi pada target 4.1 mengenai pendidikan dasar yang berkualitas. Di sisi lain, target 4.6 mengenai peningkatan literasi anak juga memperoleh dukungan melalui pengembangan buku ini.

Nilai Edukatif dan Manfaat Buku

Dominasi kata kerja tindakan dan kata sifat dimensi menunjukkan bahwa bahasa dalam buku ini bersifat dinamis dan konkret. Karakteristik tersebut sesuai dengan kebutuhan anak usia 8 hingga 9 tahun. Pada rentang usia tersebut, pemahaman makna masih mengandalkan pengalaman nyata dan input visual. Oleh sebab itu, buku ini mendukung pengembangan kosakata. Selain itu, berbagai fakta tentang dunia hewan juga dapat dipahami dengan lebih mudah.

Pada akhirnya, buku Let’s Be Friends diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan bahan ajar tambahan bahasa Inggris yang ramah anak. Melalui ilustrasi yang menarik dan kosakata yang sederhana, buku ini membantu memperkenalkan berbagai fakta tentang hewan. Lebih dari itu, media tersebut turut meningkatkan penguasaan bahasa Inggris anak. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat berlangsung secara interaktif, menyenangkan, sekaligus relevan dengan kebutuhan anak di era global.

[BACA JUGA: Edukasi Cuci Tangan 6 Langkah pada Siswa Sekolah Dasar sebagai Upaya Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih]

Penulis: Tantri Tamara Sani

Pembimbing : Sidarta Prasetyo

Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)