VOKASI NEWS – Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyakit yang perlu mendapat perhatian masyarakat. Pencegahan tidak hanya berkaitan dengan penanganan ketika seseorang telah terinfeksi, tetapi juga dapat dimulai dari menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi tempat yang berpotensi menjadi perkembangbiakan nyamuk.
Berangkat dari pentingnya kesadaran masyarakat terhadap pencegahan DBD, Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga mengadakan kegiatan sosialisasi bersama ibu-ibu PKK Desa Gambiran. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 9 Januari 2026 di Balai Desa Gambiran.
Peserta sosialisasi terdiri atas pengurus PKK dan ketua kader dari setiap posyandu di Desa Gambiran. Melalui kegiatan tersebut, BBK 7 UNAIR memberikan edukasi mengenai penyebab, gejala, pencegahan, serta langkah awal penanganan DBD.
Edukasi DBD Bersama Masyarakat
Materi sosialisasi disampaikan oleh mahasiswa BBK 7 UNAIR, Alwi Putra dan Callistashafa Qathrunnada Azzahra. Penyampaian materi dikemas melalui pemaparan dan diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami DBD serta langkah-langkah pencegahannya.
Selain membahas penyakit DBD, sosialisasi juga menekankan pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Perhatian terhadap kebersihan rumah dan lingkungan sekitar menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko perkembangbiakan nyamuk.
Peserta juga memperoleh informasi mengenai pengelolaan lingkungan, termasuk mengurangi atau menghilangkan tempat yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Genangan air dan wadah yang dapat menampung air menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga lingkungan.
Peran PKK dan Kader Posyandu
Keterlibatan ibu-ibu PKK dan kader posyandu menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Sebagai kelompok yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, pengetahuan yang diperoleh selama sosialisasi diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga dan warga di lingkungan masing-masing.
Salah satu pemateri, Alwi Putra, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendorong peran aktif masyarakat dalam pencegahan DBD.
“Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong ibu-ibu PKK dan kader posyandu untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan melakukan pencegahan secara rutin.”
Kegiatan tersebut juga mendapat sambutan positif dari Ketua PKK Desa Gambiran. Kolaborasi antara mahasiswa, PKK, dan kader posyandu menjadi salah satu upaya untuk memperluas penyebaran informasi kesehatan hingga ke lingkungan keluarga.
Membangun Kebiasaan untuk Lingkungan yang Lebih Sehat
Pencegahan DBD dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara rutin. Menjaga kebersihan lingkungan, memperhatikan wadah yang dapat menampung air, serta mengurangi tempat perkembangbiakan nyamuk menjadi bagian dari upaya yang dapat dilakukan bersama-sama.
Melalui sosialisasi ini, BBK 7 UNAIR berupaya mendorong masyarakat Desa Gambiran untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan lingkungan. Informasi yang disampaikan diharapkan tidak berhenti pada peserta kegiatan, tetapi dapat diterapkan dan dibagikan kembali kepada keluarga serta masyarakat sekitar.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Universitas Airlangga dalam mendukung edukasi kesehatan di masyarakat. Kolaborasi bersama PKK dan kader posyandu diharapkan dapat memperkuat kesadaran mengenai pentingnya pencegahan DBD sekaligus mendorong terciptanya lingkungan Desa Gambiran yang lebih sehat dan bersih.
Penulis: Sabrina Nihlah Nuria
Pembimbing: Erindah Dimisyqiyani
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



