VOKASI NEWS – Nawasena Village 4.0 merupakan program pengabdian masyarakat yang mengangkat tema “PEDULI”. Tema ini merupakan singkatan dari Pengelolaan Sampah dan Edukasi Lingkungan untuk Mewujudkan Desa Kemlagi yang Berkelanjutan. Program ini berfokus pada upaya pengurangan sampah rumah tangga dan pemanfaatan limbah pertanian. Upaya ini dilakukan melalui edukasi serta praktik pengolahan sampah berbasis potensi lokal. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Departemen Pengabdian Masyarakat Himpunan Mahasiswa (HIMA) Manajemen Perkantoran Digital, dan berlangsung pada 15–18 Oktober 2026 di Desa Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.
Nawasena Village 4.0 menghadirkan sejumlah program yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat. Fokus program lingkungan meliputi pengolahan sampah organik melalui Losida (lodong sisa dapur) dan pembuatan briket sekam padi. Program ini juga mencakup edukasi pengelolaan sampah sejak dini bagi siswa Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Selain itu, mahasiswa menghadirkan dua program pendukung. Program tersebut adalah Ruang Belajar bagi anak-anak Desa Kemlagi dan kegiatan mengajar mengaji di TPQ Al-Azhar 2, sebagai wujud kontribusi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat Desa Kemlagi.
Pemanfaatan Sisa Dapur dan Daun Kering melalui Program Losida
Losida (Lodong Sisa Dapur) merupakan upaya mengurangi sampah organik rumah tangga. Program ini memanfaatkan sisa makanan, kulit buah, dan sisa sayuran untuk diolah menjadi pupuk. Selain itu, daun kering yang banyak ditemukan di pekarangan warga akibat keberadaan pepohonan besar di sekitar rumah turut dimanfaatkan. Bahan-bahan tersebut dicampur dengan larutan EM4 (Effective Microorganisms 4) untuk membantu mempercepat proses penguraian.
Melalui pengolahan sisa dapur dan daun kering, sampah organik yang sebelumnya berpotensi menumpuk dapat dimanfaatkan kembali. Pupuk yang dihasilkan berpotensi digunakan untuk menyuburkan tanaman sekaligus mendukung kegiatan berkebun di lingkungan rumah.
Inovasi Briket Sekam Padi untuk Pemanfaatan Limbah dan Peluang Ekonomi
Berdasarkan Data Pekerja Desa Kemlagi (kemlagi-mjkkab.desa.id), tercatat 54 jiwa (2,04%) bekerja sebagai petani/pekebun dan 19 jiwa (0,72%) sebagai buruh tani. Aktivitas pertanian ini berlangsung di lahan seluas 67 hektare. Luas lahan tersebut setara sekitar 63% dari total wilayah desa seluas 106 hektare (Sumber: kanal YouTube Desa Kemlagi, 2022). Melimpahnya hasil pertanian dari luasnya lahan tersebut menghasilkan limbah sekam padi dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Melihat potensi tersebut, mahasiswa menginisiasi pembuatan briket arang sekam padi. Briket ini menjadi alternatif bahan bakar memasak ramah lingkungan pengganti kayu bakar atau minyak tanah. Pembuatannya menggunakan campuran arang sekam padi dan perekat tepung kanji yang dicetak padat. Dalam workshop yang digelar, ibu-ibu PKK dibimbing mempraktikkan langkah pembuatan briket yang telah diuji coba oleh tim.
Ketua PKK Desa Kemlagi, drh. Nyta Apriantini, menyampaikan, “Harapannya program pembuatan briket sekam padi terus berlanjut dan dikembangkan secara mandiri oleh ibu-ibu PKK. Dengan memanfaatkan limbah sekam padi yang melimpah, ibu-ibu PKK bisa menghasilkan produk yang bernilai jual. Ke depannya, hasil produksi briket akan dipasarkan secara online menjangkau konsumen yang lebih luas.”
Edukasi Pengelolaan Sampah Sejak Dini melalui Project Activity
Kepedulian terhadap lingkungan juga ditanamkan melalui edukasi pengelolaan sampah di sekolah. Siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis sampah dan pentingnya memilah sampah berdasarkan karakteristiknya.
Kegiatan dilanjutkan dengan project activity, yaitu praktik pemanfaatan barang bekas menjadi produk kreatif. Botol plastik bekas diolah menjadi pot tanaman, sedangkan kantong plastik bekas dimanfaatkan menjadi bunga hias. Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pengalaman langsung dalam memanfaatkan barang bekas sekaligus mengembangkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.
Mendorong Pemberdayaan Masyarakat melalui Nawasena Village 4.0
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Nawasena Village 4.0 menjadi bentuk kontribusi mahasiswa. Kontribusi ini mendorong kepedulian lingkungan dan pemanfaatan potensi lokal Desa Kemlagi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan generasi muda. Kesadaran ini diarahkan untuk menerapkan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih dari itu, kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan inisiatif dalam mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan. Dengan demikian, Nawasena Village 4.0 diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat semangat gotong royong dan mendukung pemberdayaan masyarakat. Harapannya, program ini turut mewujudkan Desa Kemlagi yang lebih peduli lingkungan, mandiri, dan berdaya.
[BACA JUGA: HIMA MPD UNAIR Gelar Studi Banding dan Company Visit ke Yogyakarta]
Penulis: Nadhifa El Syahidah dan Afridah Raihani
Editor: Nadya Tika (Tim Branding Vokasi)



