VOKASI NEWS — Kanker payudara masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian, khususnya bagi perempuan. Kurangnya pengetahuan tentang tanda awal dan pemeriksaan payudara dapat menghambat upaya deteksi dini. Oleh karena itu, edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan kesadaran perempuan untuk menjaga kesehatan payudara.
Penelitian Dewi dkk. (2022) terhadap 204 perempuan di Surabaya menunjukkan hubungan antara pengetahuan tentang kanker payudara, sikap terhadap SADARI, dan praktik pemeriksaan payudara sendiri. Temuan tersebut memperkuat pentingnya informasi kesehatan yang mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi Kesehatan sebagai Langkah Preventif
Sebagai bentuk penerapan ilmu keperawatan medikal bedah, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menyusun project edukasi kesehatan. Project ini mengangkat tema peningkatan pengetahuan ibu-ibu PKK tentang kanker payudara dan pentingnya deteksi dini melalui SADARI.
Mahasiswa menyasar ibu-ibu PKK di Perum Graha Amerta Bunder, RT 04/RW 18, Gresik. Mereka merencanakan kegiatan pada Minggu, 11 Oktober 2026, pukul 16.15 WIB di Balai Amerta. Pemilihan sasaran ini mempertimbangkan peran penting perempuan dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Materi edukasi meliputi pengertian kanker payudara, faktor risiko, tanda dan gejala, dampak, serta upaya deteksi dini. Mahasiswa menggunakan metode penyuluhan interaktif agar peserta lebih mudah memahami informasi kesehatan tersebut.
Mengenal SADARI dan SADANIS
Salah satu materi utama project ini ialah Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS). Melalui SADARI, perempuan dapat mengenali kondisi payudara secara mandiri dan memperhatikan perubahan yang muncul. Sementara itu, tenaga kesehatan melakukan SADANIS melalui pemeriksaan klinis.
Mahasiswa merancang demonstrasi SADARI dengan menggunakan phantom payudara sebagai alat peraga. Media ini membantu peserta mempelajari tahapan pengamatan dan perabaan payudara. Peserta juga dapat berlatih mengenali benjolan atau perubahan lain yang perlu mereka waspadai. Selain itu, panitia menyiapkan leaflet agar peserta dapat membaca kembali informasi setelah kegiatan.
Penelitian Sarker dkk. (2022) menunjukkan bahwa intervensi edukasi dapat meningkatkan pengetahuan tentang kanker payudara dan praktik SADARI. Sejalan dengan temuan tersebut, tinjauan sistematis Azhar dkk. (2023) mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, paparan informasi, dan praktik SADARI pada perempuan di Indonesia.
Membangun Kesadaran melalui Edukasi
Mahasiswa merancang evaluasi project melalui pre-test dan post-test. Kedua tes tersebut membantu mereka mengetahui perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi. Selain itu, mahasiswa juga menggunakan diskusi, tanya jawab, dan pemahaman peserta terhadap demonstrasi sebagai bagian dari evaluasi kegiatan.
Melalui project ini, mahasiswa berharap peserta semakin memahami pentingnya deteksi dini kanker payudara. Pengetahuan tersebut dapat mendorong perempuan untuk mengenali kondisi payudara, memperhatikan perubahan yang mencurigakan, dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan ketika menemukan kelainan.
Edukasi kesehatan tidak hanya menyampaikan informasi. Lebih dari itu, edukasi dapat membangun kepedulian dan kebiasaan menjaga kesehatan. Dengan mengenali pentingnya deteksi dini, perempuan dapat meningkatkan perhatian terhadap kesehatan payudara.
[BACA JUGA: Edukasi SLE: Tingkatkan Pengetahuan Masyarakat Lamongan tentang Penyakit Lupus]
***
Penulis: Gracela Yolanda Sitanggang
Dosen Pembimbing: Dr. Susilo Harianto, S.Kep., Ns., M.Kep
Editor: Cheiza Xaviera (Tim Branding Vokasi)



