VOKASI NEWS – Himpunan Mahasiswa Kearsipan dan Informasi Digital (HIMA KID) Fakultas Vokasi Universitas Airlangga kembali menyelenggarakan Airlangga Record and Library Conference (AIRLC) 6.0. Kegiatan ini merupakan kelanjutan penyelenggaraan AIRLC sejak 2021. Memasuki penyelenggaraan keenam, AIRLC 6.0 mengangkat tema “Sinergi Intelligent Archiving and Green Technology: Mewujudkan Ekosistem Informasi yang Berkelanjutan”. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Lomba Esai, Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), dan seminar nasional. Rangkaian kegiatan ini mengangkat pembahasan mengenai pengelolaan arsip dan informasi digital yang modern, efisien, serta berkelanjutan.
AIRLC 6.0 menghadirkan Lomba Esai bagi siswa SMA, SMK, MA, atau sederajat serta LKTI bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Melalui kompetisi tersebut, peserta menuangkan ide dan inovasi dalam karya yang berkaitan dengan kearsipan, informasi digital, dan teknologi berkelanjutan.
Seminar AIRLC 6.0 Membahas Intelligent Archiving and Green Technology
Puncak AIRLC 6.0 dilaksanakan melalui seminar nasional pada Sabtu, 22 Agustus 2026 di Gedung Nano, Kampus C, Universitas Airlangga. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan penampilan Tari Gandrung sebelum dilanjutkan dengan sambutan serta pemaparan materi seminar. Seminar menghadirkan Nasa Zata Dina, S.Kom., M.Kom., M.Sc., Ph.D. sebagai pemateri. Materi membahas sinergi intelligent archiving dan green technology dalam menghadapi pertumbuhan data yang semakin besar.
Dalam materi seminar, intelligent archiving dijelaskan sebagai pendekatan pengarsipan yang memanfaatkan kecerdasan buatan.
Pendekatan tersebut membantu penyimpanan, pengorganisasian, dan temu kembali dokumen serta data. Penerapannya dapat mencakup klasifikasi otomatis, retensi berbasis konten, pencarian semantik, hingga deteksi dokumen duplikat. Sementara itu, green technology menekankan pemanfaatan teknologi dengan mempertimbangkan efisiensi energi serta dampaknya terhadap lingkungan. Kedua konsep tersebut turut dikaitkan dengan persoalan data duplikat dan dark data yang tetap tersimpan sehingga membutuhkan sumber daya penyimpanan.
Pemenang Kompetisi AIRLC 6.0
Seminar nasional AIRLC 6.0 sekaligus menjadi momentum pemberian penghargaan kepada peserta terbaik dari rangkaian kompetisi. Pada kategori Lomba Esai, Devan Satria Bagaskara dari SMAS Al Islam Krian meraih juara pertama melalui karya “SMASH: Inovasi Vending Machine dalam Sistem Pengelolaan Sampah Cerdas Berbasis Mikrokontroler dan Internet of Things Guna Mendukung Implementasi SDGs 2030”. Elisabeth Fransiska dari SMAN 1 Puri meraih juara kedua melalui karya “VORTEX: Optimalisasi Auto-Purging System Berbasis Local-AI sebagai Sistem Kearsipan Pintar dalam Memangkas Digital Carbon Footprint Repository Arsip Nasional”.
Pada kategori LKTI, Nicholas Chang dari Universitas Ciputra meraih juara pertama melalui karya “Digital Social Distress Index (DSDI): Membangun Sistem Peringatan Dini Distres Sosial Ekonomi Indonesia melalui Jejak Digital”. Juara kedua diraih Luthfi Fahlevi Nasution dari IPB University melalui karya “SASADA (Saving Space File): Smart Storage Berbasis Adaptive Lossless Compression untuk Efisiensi Kapasitas Cloud Storage Akademik”.
AIRLC 6.0 sebagai Ruang Pengembangan Keilmuan
Penyelenggaraan AIRLC 6.0 mempertemukan kompetisi dan seminar dalam satu rangkaian yang mengangkat perkembangan pengelolaan arsip serta informasi digital di tengah perubahan teknologi. Pembahasan mengenai intelligent archiving dan green technology menunjukkan bahwa pengelolaan informasi digital juga perlu mempertimbangkan penggunaan sumber daya secara efisien. Hal ini menjadi semakin penting ketika volume data dan kebutuhan infrastruktur penyimpanan terus berkembang.
Melalui AIRLC 6.0, pembahasan mengenai kearsipan tidak berhenti pada bagaimana informasi disimpan dan ditemukan kembali. Pembahasan juga berkembang pada pemanfaatan teknologi yang lebih cerdas serta pengelolaan informasi yang mempertimbangkan keberlanjutan. Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus melanjutkan keberadaan AIRLC sebagai wadah pengembangan gagasan dan keilmuan dalam bidang kearsipan serta informasi digital.
[BACA JUGA: UNAIR Perkuat Komitmen Mutu melalui 566th AUN-QA Programme Assessment]
Penulis: Adinda Putri Dwi Lestari
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



