VOKASI NEWS – Memasuki usia lanjut sering kali membuat kondisi fisik seseorang mulai mengalami penurunan secara bertahap. Perubahan alami yang tidak dapat dihindari ini mencakup penurunan fungsi penglihatan, pendengaran, hingga melemahnya kekuatan otot tubuh.
Dampak langsung yang paling sering terlihat di kehidupan sehari-hari adalah gerakan tubuh yang menjadi jauh lebih lambat. Penurunan fungsi ini kemudian memicu berkurangnya niat dan aktivitas fisik sehari-hari bagi para lansia. Mereka menjadi lebih banyak duduk dan membatasi mobilitas karena merasa tubuhnya sudah tidak sekuat dahulu lagi.
Pentingnya Bergerak bagi Lanjut Usia
Kondisi tubuh yang jarang bergerak atau kurang aktif ini ternyata bisa memperburuk kemampuan tubuh dalam menjaga posisi tegak. Ketika fisik jarang dilatih, otak akan menjadi lambat dalam menerima informasi gerak yang dikirimkan oleh pusat saraf. Hal ini mengakibatkan respons motorik tubuh melemah dan proses koreksi posisi tubuh menjadi sangat terlambat.
Akibat fatal dari keterlambatan respons ini adalah lansia akan mengalami gangguan keseimbangan dinamis yang nyata saat sedang berjalan. Mereka akan merasa mudah goyah bahkan saat berjalan di permukaan lantai yang rata sekalipun.
Rahasia Sehat Komunitas Senam Kelurahan Airlangga
Gangguan pada keseimbangan dinamis ini sangat berbahaya karena bisa meningkatkan risiko jatuh yang sangat tinggi pada lansia. Kasus cedera akibat jatuh pada populasi lansia di atas usia 65 tahun bahkan tercatat mencapai angka 35 persen setiap tahunnya. Masalah serius yang mengancam keselamatan masa tua ini akhirnya menarik perhatian mendalam untuk diteliti oleh mahasiswa program studi Fisioterapi. Penelitian ilmiah ini dilakukan secara langsung pada 33 orang lansia yang aktif di Komunitas Senam Lansia Kelurahan Airlangga.
Para lansia yang menjadi peserta penelitian tersebut diukur tingkat aktivitas fisik harian serta kemampuan keseimbangan dinamisnya. Pengukuran tingkat aktivitas dilakukan menggunakan instrumen kuesioner khusus, sedangkan kemampuan keseimbangan dinamis diuji melalui tes jalan. Hasil uji statistik akhir menunjukkan adanya hubungan yang sangat erat dan signifikan antara kedua variabel tersebut. Lansia yang rutin dan aktif bergerak terbukti secara nyata memiliki kemampuan keseimbangan tubuh yang jauh lebih baik dan stabil.
Manfaat Nyata Rutin Beraktivitas Fisik
Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dan teratur mampu meningkatkan kekuatan otot-otot postural yang menyangga tubuh. Otot-otot penting seperti otot perut, otot punggung, otot panggul, serta otot tungkai bawah akan menjadi jauh lebih kuat. Kekuatan otot yang prima ini berfungsi menghasilkan gaya korektif yang cepat dan tepat saat posisi tubuh mulai bergoyang. Dengan demikian, stabilitas tubuh saat berjalan, berbelok, atau berpindah posisi dapat tetap terjaga dengan sangat baik.
Melakukan aktivitas fisik secara teratur sejak dini juga memberikan rentetan manfaat kesehatan luar biasa lainnya bagi tubuh. Kegiatan bergerak ini sangat efektif membantu mengontrol berat badan ideal serta mencegah timbulnya masalah obesitas pada lansia. Selain itu, kepadatan dan kekuatan tulang akan meningkat sehingga bisa memperlambat proses pengeroposan tulang atau osteoporosis. Rutin bergerak dan berolahraga ringan juga terbukti sangat ampuh dalam menurunkan risiko serangan penyakit jantung koroner.
Pilihan Aktivitas Aman untuk Lansia
Para lansia sebenarnya tidak perlu melakukan jenis olahraga berat yang menguras terlalu banyak tenaga dan melelahkan. Jenis aktivitas fisik dengan intensitas ringan sampai sedang saja sudah sangat cukup untuk memberikan dampak positif bagi tubuh. Contoh aktivitas ringan yang sangat aman dilakukan setiap hari adalah berjalan santai di sekitar lingkungan rumah. Pekerjaan rumah tangga harian seperti menyapu lantai, memasak di dapur, dan menyiram tanaman juga bisa menjadi pilihan yang baik.
Bagi lansia yang merasa memiliki kondisi fisik lebih kuat, aktivitas fisik tingkat sedang bisa mulai dicoba secara bertahap. Contoh kegiatannya antara lain adalah jalan cepat, bersepeda santai di area datar, atau melakukan aktivitas berkebun. Mengikuti komunitas olahraga khusus seperti kelompok senam lansia di Kelurahan Airlangga juga sangat disarankan untuk diikuti. Dukungan sosial yang didapatkan dari teman sebaya dalam komunitas akan meningkatkan motivasi lansia untuk terus hidup aktif dan bahagia.
[BACA JUGA: PKL Mahasiswa TLM di RSUD Dr. Iskak Tulungagung: Implementasi Teori Kampus di Dunia Kerja Laboratorium Medis]
Penulis: Regifa Qothrunada
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



