VOKASI NEWS – Perkembangan teknologi dan gaya hidup modern telah meningkatkan perilaku sedentari pada anak usia sekolah. Penggunaan gadget yang berlebihan membuat anak kurang bergerak, sehingga berpotensi menghambat perkembangan sistem neuromuskular dan kontrol postural. Kondisi ini berdampak langsung pada kemampuan keseimbangan tubuh yang penting dalam fase pertumbuhan.
Pentingnya Aktivitas Fisik pada Anak Usia Sekolah
Penelitian yang dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 25 Surabaya menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan keseimbangan pada siswa berusia 11–12 tahun. Sebanyak 46 siswa menjadi subjek penelitian dengan metode cross-sectional. Tingkat aktivitas fisik diukur menggunakan Physical Activity Questionnaire for Older Children (PAQ-C), sedangkan keseimbangan statis dan dinamis diukur dengan Bruininks-Oseretsky Test of Motor Proficiency, Second Edition (BOT-2).
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Keseimbangan Tubuh
Hasil penelitian menunjukkan mayoritas siswa memiliki tingkat aktivitas fisik kategori aktif (82,6%) dan keseimbangan kategori baik (82,6%). Analisis statistik menggunakan Fisher’s Exact Test menghasilkan nilai signifikansi p < 0,001. Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi aktivitas fisik anak, semakin baik pula kemampuan keseimbangannya. Anak yang aktif secara fisik lebih mampu mengintegrasikan sistem sensorimotor, sehingga kontrol postural berkembang optimal.
Aktivitas fisik rutin terbukti memperkuat sistem proprioseptif dan vestibular yang berperan dalam menjaga stabilitas tubuh. Anak yang terbiasa bergerak aktif memiliki koordinasi motorik lebih baik dibandingkan dengan anak yang jarang beraktivitas. Penelitian ini sejalan dengan rekomendasi World Health Organization (WHO) yang menyarankan anak dan remaja melakukan aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat selama minimal 60 menit setiap hari.
Peran Sekolah dan Keluarga dalam Mendukung Aktivitas Fisik
Temuan ini memberikan manfaat praktis bagi sekolah dan orang tua. Program pendidikan jasmani serta kegiatan ekstrakurikuler yang mendorong anak untuk aktif bergerak dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung perkembangan motorik. Selain itu, kebiasaan hidup aktif sejak dini berkontribusi pada kesehatan jantung, paru, serta peningkatan prestasi belajar.
Penelitian ini juga menekankan pentingnya kebijakan pendidikan yang berorientasi pada aktivitas fisik terstruktur. Dengan dukungan lingkungan sekolah dan keluarga, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, bugar, dan memiliki keseimbangan tubuh yang baik.
[BACA JUGA: Antara Teori dan Praktik: Kesiapan Mahasiswa Hadapi Kantor Digital]
Penulis: Aulia Sabila Annisa
Pembimbing: Nurul Kusuma Wardani, Yulia Trisnawati
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



