Menghidupkan Narasi Sejarah Surabaya: Peran Tata Bahasa dalam Buku Panduan Wisata

VOKASI NEWS – Surabaya menyimpan sejuta pesona sejarah dan budaya yang menanti untuk dijelajahi oleh wisatawan dunia. Namun, keindahan tersebut sering kali terkendala oleh batasan bahasa dalam penyampaian informasinya. Hal inilah yang menjadi fokus utama Aurelia Tifara Oktaviane Ade Putri Pohan, mahasiswi Program Studi Diploma Bahasa Inggris Fakultas Vokasi Universitas Airlangga. Penelitian tersebut dituangkan dalam tugas akhir berjudul “Analyzing Present and Past Participle Forms in ‘Surabaya Wandering: History, Culture, and the Adventure Awaits‘”.

Laporan ini disusun berdasarkan pengalaman praktikum kerja lapangan di Padmatour Organizer yang berlokasi di Graha Pena, Surabaya. Selama menjalani magang di divisi Global Tourism Development, Aurelia terlibat dalam proyek pembuatan buku panduan wisata dwibahasa berjudul Surabaya Wandering. Dalam proyek tersebut, Aurelia berperan sebagai editor versi bahasa Inggris. Tugasnya memastikan akurasi tata bahasa dan kejelasan kalimat agar tetap profesional bagi pembaca internasional.

Peran Participle dalam Penulisan Wisata

Penggunaan present participle (akhiran -ing) dan past participle (akhiran -ed atau bentuk tidak beraturan) ternyata memiliki peran yang sangat krusial dalam tulisan bertema pariwisata. Berdasarkan hasil analisis, kedua bentuk tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari struktur waktu (tenses). Bentuk tersebut juga dapat berperan sebagai kata sifat yang menghidupkan deskripsi objek wisata.

Present participle seperti kata “thriving” (berkembang pesat) atau “captivating” (menawan) digunakan untuk mendeskripsikan tempat-tempat di Surabaya secara dinamis dan menarik. Di sisi lain, past participle seperti “preserved” (terlestarikan) atau “inspired” (terinspirasi) membantu menyajikan fakta sejarah secara jelas dan profesional. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan wisatawan. Informasi dalam guidebook tersebut juga menjadi lebih valid dan profesional.

Analisis Tata Bahasa dalam Guidebook “Surabaya Wandering

Proses analisis dilakukan dengan mengidentifikasi penggunaan participle sebagai kata kerja, kata benda (gerund), maupun kata sifat dalam teks bahasa Inggris. Melalui pendekatan yang sistematis, Aurelia menunjukkan bahwa tata bahasa bukan sekadar aturan di buku pelajaran. Tata bahasa juga menjadi alat komunikasi yang efektif untuk mempromosikan destinasi lokal ke kancah global.

Keberadaan buku panduan “Surabaya Wandering” diharapkan dapat mengurangi hambatan komunikasi bagi pelancong mancanegara yang ingin mengeksplorasi Kota Pahlawan. Sidarta Prasetyo merupakan dosen pembimbing sekaligus Kepala Program Studi Diploma Bahasa Inggris. Ia memberikan apresiasi atas integrasi antara teori akademik dan aplikasi praktis dalam karya ini. Bimbingan dan dukungan penuh diberikan untuk memastikan bahwa mahasiswa vokasi mampu menghasilkan karya orisinal yang bermanfaat bagi industri pariwisata.

Kontribusi Mahasiswa dalam Promosi Pariwisata

Melalui tugas akhir ini, terlihat bahwa ketepatan pemilihan kata dan struktur kalimat berpengaruh besar terhadap nilai jual sebuah materi promosi pariwisata. Penulisan yang profesional akan meningkatkan citra destinasi wisata di mata dunia. Selain memberikan manfaat bagi institusi, penelitian ini juga menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa Universitas Airlangga dalam mendukung reputasi akademik melalui riset berbasis produk original.

Karya ini menjadi pengingat bagi pembelajar bahasa Inggris bahwa memahami fungsi tata bahasa secara mendalam dapat membuka peluang besar dalam dunia profesional, khususnya di bidang pengembangan pariwisata. Dengan narasi yang tertata dan tata bahasa yang akurat, Surabaya siap menyambut para wisatawan dari berbagai belahan dunia.

[BACA JUGA: MASTOID 2025: Siapkan Radiografer Era AI dan Semangat Kompetisi Mahasiswa Baru]

***

Penulis: Aurelia Tifara Oktaviane Ade Putri Pohan

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)