Tiga Tahun Aktif Berorganisasi, Mahasiswa Vokasi Buktikan Kampus Lebih dari Akademik

VOKASI NEWS – Keterlibatan mahasiswa dalam organisasi kampus menjadi ruang pembelajaran penting di luar kegiatan akademik. Aktivitas organisasi melatih kepemimpinan, komunikasi, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.

Hal tersebut tercermin dari perjalanan Asti Evellyna Callsyta, mahasiswa Program Studi D4 Manajemen Perkantoran Digital angkatan 2023 Fakultas Vokasi Universitas Airlangga. Keaktifan dalam organisasi berlangsung selama tiga tahun berturut-turut pada tingkat fakultas hingga universitas. Lingkungan organisasi memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dari berbagai sudut pandang. Pertemuan dengan beragam latar belakang individu mendorong proses pembelajaran yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas.

“Motivasi sebenarnya sederhana, yaitu ingin belajar lebih banyak dari apa yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas. Organisasi memberi kesempatan bertemu banyak orang dengan latar belakang dan cara berpikir yang berbeda,” ujar Asti.

Perjalanan Organisasi dari Fakultas hingga Universitas

Perjalanan organisasi Asti Evellyna Callsyta dimulai melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Vokasi Universitas Airlangga. Keterlibatan tersebut berlangsung pada Kementerian Luar Negeri sebagai staf kementerian. Tugas utama dalam posisi tersebut meliputi pelaksanaan program kerja kementerian, koordinasi internal organisasi, serta membangun relasi dengan berbagai pihak di luar organisasi mahasiswa. Pengalaman tersebut menjadi langkah awal dalam memahami dinamika organisasi kampus.

Perjalanan organisasi kemudian berlanjut pada Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Fakultas Vokasi Universitas Airlangga. Pada periode tersebut, Asti dipercaya memimpin Komisi Pengawasan sebagai ketua komisi. Tanggung jawab dalam posisi tersebut mencakup koordinasi anggota komisi serta memastikan fungsi pengawasan terhadap kinerja organisasi mahasiswa berjalan dengan baik.

“Sebagai ketua komisi, tanggung jawab tidak hanya mengoordinasikan anggota tim, tetapi juga memastikan proses pengawasan terhadap kinerja organisasi berjalan secara optimal,” jelas Asti. Pengalaman organisasi kemudian berkembang pada tingkat universitas melalui Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) dan Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) Universitas Airlangga. Keterlibatan pada tingkat universitas memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai koordinasi antar lembaga mahasiswa.

Tantangan dalam Dinamika Organisasi

Aktivitas organisasi tidak terlepas dari berbagai tantangan. Pengaturan waktu antara kegiatan akademik dan organisasi menjadi salah satu tantangan utama dalam menjalankan berbagai tanggung jawab. Manajemen waktu yang baik menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara kegiatan perkuliahan dan aktivitas organisasi. Penyusunan jadwal serta penentuan prioritas membantu proses penyelesaian berbagai tanggung jawab secara optimal.

Selain manajemen waktu, dinamika kerja tim juga menjadi tantangan yang sering muncul dalam organisasi mahasiswa. Perbedaan karakter dan cara kerja anggota tim memerlukan komunikasi yang terbuka agar koordinasi dapat berjalan dengan baik. Melalui proses tersebut, organisasi menjadi ruang pembelajaran untuk memahami berbagai karakter individu sekaligus melatih kemampuan menyelesaikan masalah secara bersama.

Organisasi sebagai Ruang Bertumbuh

Pengalaman organisasi memberikan banyak manfaat bagi pengembangan diri mahasiswa. Kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, serta pengambilan keputusan menjadi keterampilan yang berkembang melalui berbagai dinamika organisasi. Pengalaman tersebut juga menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja di masa depan. Proses organisasi tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program kerja,
tetapi juga pada proses bertumbuh bersama dalam tim.

“Salah satu momen paling berkesan adalah ketika melihat tim yang awalnya masih belajar bersama akhirnya mampu berkembang dan mengambil tanggung jawab yang lebih besar,” tutur Asti. Asti Evellyna Callsyta juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa yang masih ragu untuk aktif dalam organisasi kampus.

“Organisasi merupakan ruang belajar yang sangat luas. Tidak harus langsung memegang jabatan besar, yang penting adalah berani mencoba terlebih dahulu,” ungkap Asti. Keaktifan mahasiswa dalam organisasi menunjukkan bahwa pengalaman di bangku kuliah tidak hanya terbatas pada kegiatan akademik. Organisasi menghadirkan ruang pembelajaran yang memperkaya pengalaman mahasiswa vokasi

[BACA JUGA: Mahasiswa Vokasi Universitas Airlangga Sang Nahkoda Di Balik Megahnya Takta 2025]

***

Penulis: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)