Inovasi Modular Alat Fiksasi untuk Pemeriksaan Radiografi Waters dan Lateral Crosstable Ekstremitas

Inovasi Modular Alat Fiksasi untuk Pemeriksaan Radiografi Waters dan Lateral Crosstable Ekstremitas_Dokumen Istimewa

VOKASI NEWS – Inovasi alat fiksasi modular untuk pemeriksaan radiografi Waters dan Lateral Crosstable ekstremitas meningkatkan stabilitas posisi pasien dan efisiensi pemeriksaan.

Pemeriksaan radiografi menjadi salah satu metode penting dalam layanan kesehatan untuk membantu diagnosis awal, khususnya pada kasus trauma muskuloskeletal dan kelainan anatomi tertentu. Ketepatan posisi pasien berperan besar dalam menghasilkan citra radiografi yang optimal. Posisi yang tidak stabil berpotensi menimbulkan artefak pada hasil gambar dan dapat menyebabkan pengulangan eksposur sinar-X. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi efisiensi pemeriksaan, tetapi juga meningkatkan paparan radiasi bagi pasien.

Kebutuhan akan alat bantu penunjang yang mampu menjaga posisi tubuh secara stabil mendorong pengembangan alat fiksasi yang lebih efektif. Selama ini, alat fiksasi Waters sering digunakan dalam pemeriksaan radiografi kepala. Namun, alat tersebut masih memiliki keterbatasan karena belum dilengkapi sistem pengunci yang optimal sehingga berisiko bergeser saat digunakan. Permasalahan ini menjadi dasar pengembangan alat fiksasi modular yang dirancang lebih stabil dan multifungsi.

Rancang Bangun Alat Fiksasi Modular

Pengembangan alat fiksasi modular dilakukan untuk mendukung dua jenis pemeriksaan, yaitu radiografi Waters dan Lateral Crosstable ekstremitas. Desain modular memungkinkan satu alat digunakan untuk lebih dari satu kebutuhan pemeriksaan dengan cara merakit dan melepas bagian tertentu sesuai posisi yang diinginkan. Pendekatan ini dinilai lebih efisien dibandingkan penggunaan alat terpisah.

Perancangan alat mempertimbangkan aspek keselamatan, kenyamanan pasien, serta kemudahan penggunaan oleh radiografer. Akrilik dipilih sebagai bahan utama karena bersifat radiolusen, ringan, dan cukup kuat untuk menopang posisi tubuh. Bagian alas dilapisi EVA-foam untuk meningkatkan daya cengkeram pada meja pemeriksaan dan mengurangi risiko pergeseran selama prosedur berlangsung. Selain itu, bantalan spons digunakan sebagai penopang agar pasien tetap merasa nyaman, terutama pada kondisi keterbatasan gerak.

Tahapan pembuatan diawali dengan perancangan model tiga dimensi menggunakan perangkat lunak desain. Proses produksi dilakukan melalui pemotongan akrilik menggunakan teknologi laser cutting agar ukuran komponen presisi. Setiap bagian kemudian dirakit menggunakan perekat khusus akrilik sebelum dilakukan pengujian fungsi.

Uji Fungsi dan Evaluasi Penggunaan

Pengujian alat dilaksanakan di Laboratorium Radiografi Rumah Sakit Khusus Infeksi Universitas Airlangga Surabaya. Sebanyak sepuluh radiografer terlibat sebagai responden untuk menilai performa alat melalui simulasi pemeriksaan. Aspek yang dinilai meliputi kestabilan, kenyamanan, kemudahan pemasangan, dan efisiensi penggunaan.

Hasil uji fungsi menunjukkan nilai rata-rata 4,3 pada skala Likert, yang termasuk kategori sangat baik. Alat fiksasi modular dinilai stabil dan tidak mengalami pergeseran selama pemeriksaan. Perbedaan minor antara desain awal dan hasil akhir hanya terdapat pada ketebalan lapisan EVA-foam, tanpa memengaruhi fungsi utama alat. Responden juga menilai alat mudah digunakan serta aman bagi pasien dengan kondisi trauma.

Kontribusi Inovasi bagi Layanan Radiografi

Inovasi alat fiksasi modular memberikan kontribusi positif dalam praktik radiografi. Penggabungan dua fungsi pemeriksaan dalam satu alat membantu efisiensi waktu dan penggunaan ruang. Sistem fiksasi yang lebih stabil berpotensi mengurangi pengulangan eksposur sinar-X, sehingga mendukung upaya keselamatan pasien.

[BACA JUGA: Disinfeksi Lead Apron Penting Cegah Infeksi di Radiologi]

Pengembangan ini juga membuka peluang inovasi lanjutan pada alat bantu radiografi lainnya. Konsep modular memungkinkan penyesuaian desain untuk berbagai posisi pemeriksaan dengan biaya produksi yang lebih efisien. Dengan demikian, alat ini berpotensi menjadi solusi praktis yang relevan bagi fasilitas pelayanan kesehatan.

***

Penulis: Muhammad Faisal Adam

Editor: Fatikah Rachmadianty