VOKASI NEWS – Penggunaan obat telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat untuk mencegah, meredakan, maupun mengobati berbagai penyakit. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami fungsi dan kegunaan obat sesuai dengan indikasi klinisnya.
Pentingnya Pemahaman Penggolongan Obat Berdasarkan Indikasi Klinis
Tidak sedikit orang yang memilih dan menggunakan obat hanya berdasarkan pengalaman pribadi atau rekomendasi dari orang lain tanpa mengetahui manfaat, aturan pakai, maupun risiko yang dapat ditimbulkan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kesalahan penggunaan obat yang berakibat pada menurunnya efektivitas terapi hingga munculnya efek samping yang tidak diinginkan.
Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui edukasi mengenai penggolongan obat berdasarkan indikasi klinis. Penggolongan ini merupakan pengelompokan obat berdasarkan penyakit atau kondisi medis yang dapat diobati, sehingga masyarakat dapat memahami fungsi masing-masing jenis obat dan menggunakannya secara lebih tepat. Edukasi ini juga berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan obat yang rasional dan aman.
Pelaksanaan Edukasi Penggolongan Obat kepada Masyarakat
Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menyelenggarakan kegiatan edukasi kepada ibu-ibu di Desa Domas, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Sasaran ini dipilih karena ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam mengelola kesehatan keluarga, termasuk dalam memilih dan memberikan obat kepada anggota keluarga.
Kegiatan edukasi dilakukan melalui metode penyuluhan interaktif yang dipadukan dengan diskusi, tanya jawab, evaluasi pre-test dan post-test, serta pembagian leaflet. Dalam permainan tersebut, masyarakat diminta mencocokkan gambar obat dengan kelompok indikasi klinis yang sesuai. Metode ini dipilih agar proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Materi yang diberikan meliputi berbagai golongan obat berdasarkan indikasi klinis, seperti analgetik, antipiretik, antihistamin, antibiotik, antijamur, antivirus, antasida, bronkodilator, hingga diuretika. Selain mengenalkan contoh dan fungsi masing-masing obat, peserta juga diberikan pemahaman mengenai penggunaan obat yang tepat. Peserta diajak untuk mengikuti anjuran tenaga kesehatan dan menghindari penggunaan obat secara sembarangan.
Evaluasi dan Manfaat Edukasi bagi Masyarakat
Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan, dilakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test sederhana. Hasil evaluasi diharapkan dapat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah mendapatkan edukasi. Selain itu, sesi diskusi memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pengalaman dan bertanya mengenai penggunaan obat yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program edukasi yang sistematis ini, kesadaran warga terhadap penggunaan obat yang aman, tepat dosis, dan rasional diharapkan semakin meningkat. Hal tersebut dapat membantu meminimalkan risiko kesehatan di masa mendatang. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung terciptanya perilaku penggunaan obat yang benar di lingkungan keluarga dan masyarakat.
[BACA JUGA: Ibu Cerdas Keluarga Sehat: Mahasiswa D3 Keperawatan UNAIR Edukasi Penggunaan Obat di Gresik]
Penulis: Nafis Ista Masita
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



