Cegah Bahaya Pengobatan Mandiri, Ibu-Ibu PKK Graha Bunder Asri Kini "Melek" Obat

VOKASI NEWS – Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga sukses menyelenggarakan kegiatan penyuluhan kesehatan masyarakat pada hari Sabtu, sembilan Mei 2026. Kegiatan edukasi kesehatan ini berlangsung pada pagi hari mulai pukul sembilan di kompleks perumahan Graha Bunder Asri, Kabupaten Gresik.

Pentingnya Literasi Obat bagi Masyarakat

Tema utama dalam kegiatan edukasi ini adalah penggolongan obat untuk meningkatkan pengetahuan penggunaan obat yang aman dan rasional. Sasaran utama kegiatan penyuluhan ini adalah kelompok ibu-ibu pembinaan kesejahteraan keluarga yang bermukim di wilayah perumahan Graha Bundar Asri. Langkah edukasi ini diambil guna menurunkan tingkat kesalahan penggunaan obat atau pengobatan mandiri yang sering terjadi di kalangan masyarakat.

Masyarakat awam sering kali mengalami kebingungan dalam membedakan berbagai jenis obat yang beredar bebas di warung maupun apotek terdekat. Oleh sebab itu, pemberian informasi yang akurat mengenai jenis serta fungsi obat menjadi sangat penting demi menjaga keselamatan pasien.

Mahasiswa memberikan penjelasan mendalam terkait arti dari simbol lingkaran hijau, biru, merah, hingga obat golongan narkotika dan juga psikotropika. Dr. Susilo Harianto selaku dosen pembimbing sekaligus narasumber menegaskan bahwa masyarakat harus sangat teliti saat membaca label kemasan obat.

“Pemahaman terhadap penggolongan obat sangat krusial agar masyarakat terhindar dari efek samping berbahaya akibat kesalahan dalam proses pengobatan mandiri,” ujar Susilo.

Metode Edukasi Interaktif dan Menarik

Proses penyampaian materi edukasi tidak hanya mengandalkan metode ceramah satu arah, melainkan dipadukan dengan pemutaran tayangan video berbasis pembelajaran. Pendekatan audiovisual terbukti sangat efektif untuk menarik perhatian peserta sekaligus mempermudah proses pemahaman terhadap konsep medis yang terkesan rumit. Selain penayangan video informatif, fasilitator juga menggunakan papan klasifikasi obat untuk menunjukkan secara langsung contoh kemasan produk farmasi tersebut. Peserta penyuluhan dapat melihat bentuk fisik kemasan obat sekaligus mempelajari cara mengenali logo keamanan yang tertera pada produk tersebut. Langkah demonstrasi visual ini sangat membantu warga perumahan dalam mempraktikkan cara membaca aturan pakai obat secara tepat dan benar.

Sebelum acara penyampaian materi utama dimulai, panitia pelaksana memberikan tes awal untuk mengukur tingkat pengetahuan dasar para peserta penyuluhan. Langkah pengujian awal ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pemahaman warga mengenai logo warna pada berbagai macam kemasan obat. Setelah sesi pemberian materi selesai, peserta penyuluhan diajak berpartisipasi aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab bersama para pemateri. Banyak warga antusias menanyakan berbagai keluhan kesehatan harian serta cara memilih produk obat bebas yang aman untuk anggota keluarga. Pertanyaan interaktif dari warga langsung dijawab menggunakan bahasa sederhana agar informasi medis dapat diterima dan diterapkan dengan sangat mudah.

[BACA JUGA: Mahasiswa D3 Keperawatan Edukasi Sistem Pernapasan Melalui Pembelajaran Interaktif Berbasis Bahasa Inggris di SD Muhammadiyah Gresik]

Evaluasi dan Harapan ke Depan

Menjelang akhir acara penyuluhan kesehatan ini, mahasiswa memberikan tes evaluasi akhir untuk mengukur peningkatan pemahaman seluruh peserta yang hadir. Peserta diminta menjawab beberapa pertanyaan singkat seperti aturan pembelian obat berlogo lingkaran merah serta panduan konsumsi antibiotik tanpa resep. Hasil evaluasi akhir menunjukkan adanya peningkatan persentase pemahaman warga secara signifikan terkait keamanan serta tata cara penggunaan produk farmasi.

Pencapaian positif ini membuktikan bahwa metode pendekatan edukasi langsung di tingkat masyarakat terbukti mampu meningkatkan taraf literasi kesehatan warga. Harapannya, pengetahuan dari kegiatan penyuluhan ini dapat terus diterapkan secara berkelanjutan demi melindungi seluruh anggota keluarga dari bahaya pengobatan.

Penulis: Sena Satria Nusantara

Pembimbing: Susilo Harianto

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)