Cegah dan Kenali Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD) pada Anabul Melalui Kegiatan Magang di UPT Puskeswan Magelang

VOKASI NEWS – Mengenali Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD) melalui kegiatan magang di UPT Puskeswan Kota Magelang. 

Kegiatan magang mandiri merupakan salah satu kegiatan wajib yang diikuti oleh mahasiswa semester akhir prodi D3 Paramedik Veteriner. Pada prodi D3 Paramedik Veteriner, mahasiswa dibebaskan memilih tempat tujuan magang mandiri sesuai dengan minat masing-masing individu. Salah satu sasaran tempat magang mandiri oleh mahasiswa Paramedik Veteriner adalah UPT. Puskeswan Kota Magelang, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang. 

Kegiatan magang mandiri di Puskeswan Kota Magelang dilakukan sebagai bentuk implementasi secara langsung penerapan ilmu dari bangku perkuliahan ke dunia kerja secara profesional. Adapun kegiatan yang dilakukan mahasiswa selama magang yakni ikut serta aktif berkontribusi dalam kegiatan pengobatan terhadap ternak warga, melakukan penanganan terhadap penyakit pasien di klinik serta meracik obat-obatan. Mahasiswa juga ikut serta melakukan kegiatan pemeliharaan dan pendataan pasien rawat inap serta grooming anabul.

Mengenal Lebih Dekat UPT Puskeswan

Pusat Kesehatan Hewan atau biasa disebut dengan Puskeswan adalah tempat atau pos  kesehatan hewan yang memberikan pelayanan di bidang kesehatan hewan. Beralamat di Jl. Pahlawan No.8, Magelang, didirikan dalam rangka pengembangan pelayanan kesehatan hewan. Puskeswan ini juga bertujuan untuk mendukung program pencegahan dan pengendalian hewan menular strategis dan zoonosis di Kota Magelang. Konsep berdirinya Puskeswan Kota Magelang adalah sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan hewan yang modern, maju, efektif, efisien, aman, dan nyaman. Tempat ini juga berperan sebagai tempat rujukan layanan diagnostik serta pengobatan bagi seluruh pelayanan kesehatan hewan di wilayah kerjanya.

Apa sih yang dimaksud FLUTD atau FUS pada hewan? 

Feline lower urinary tract disease (FLUTD) atau feline urologic syndrome (FUS) merupakan salah satu penyakit yang sering terjangkit pada anabul. FLUTD atau FUS ini merupakan penyakit saluran kemih bagian bawah akibat gangguan atau disfungsi kandung kemih dan uretra. Kucing jantan lebih mudah terkena penyakit ini. Hal ini karena kucing jantan memiliki struktur anatomi berupa saluran yang sempit sehingga apabila urine sulit dikeluarkan dari kandung kemih dapat memicu terjadinya endapan kristal. 

Hal tersebut nantinya dapat menyebabkan kesulitan berkemih, peradangan, ditemukan eritrosit dan dapat berakibat pada kematian. Penyebab dari penyakit ini adalah gangguan metabolisme (penyumbat uretra), adanya infeksi, trauma, terdapat gangguan neurogenik. Selain itu juga dapat disebabkan oleh adanya anomali anatomi dan juga neoplasia. Adapun hal-hal yang dapat dilakukan pemilik anabul untuk mencegah penyakit ini sebagai berikut:

  1. Memperhatikan tingkah pola dari anabul
  2. Memastikan anabul cukup air minum
  3. Memberikan anabul makanan basah sebagai selingan
  4. Mengawinkan anabul atau lakukan steril pada anabul
  5. Menjaga berat badan anabul agar tidak mengalami obesitas
  6. Menjaga kebersihan pakan, minum serta lingkungan sekitar anabul
  7. Menjaga anabul agar tidak mudah stress
  8. Menjaga kesehatan anabul dengan melakukan medical check-up pada dokter hewan

Penanganan Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD) pada Anabul

Penanganan yang dilakukan di Puskeswan Kota Magelang yakni dengan melakukan tindakan pemasangan kateter (kateterisasi). Kateterisasi adalah tindakan medis berupa pemasangan selang karet atau plastik tipis kecil dan fleksibel yang dimasukkan pada organ saluran kemih. Tindakan ini digunakan untuk membantu urine keluar dari dalam kandung kemih pasien yang kesulitan buang air kecil. 

Penanganan yang dilakukan di Puskeswan kota Magelang pasca tindakan kateterisasi adalah dengan memberikan obat anti inflamasi. Anti inflamasi tersebut berfungsi untuk menghambat pengeluaran histamin yang berlebihan (alergi) dan pemberian antibiotik untuk mengobati serta mencegah adanya infeksi bakteri. Selain itu juga diperlukan pemasangan infus RL : NaCl dengan kecepatan ⅛ serta flushing dengan NaCl + Povidone Iodine setiap 2 hari sekali yang berguna untuk mencegah terjadinya infeksi bekerja dengan cara membunuh bakteri. 

BACA JUGA: Kontribusi Mahasiswa D-III Perpustakaan Dalam Memperkuat Branding Perpustakaan UNESA Melalui Program Magang

***

Penulis : Annisaul Mubarokah

Program Studi : Teknologi Veteriner