Dari Ruang Kuliah ke Posyandu Lansia: Jejak Pengabdian Mahasiswa Vokasi UNAIR

VOKASI NEWS – Pagi itu, suasana Posyandu Lansia di wilayah kerja Puskesmas Pucuk, Kabupaten Lamongan, dipenuhi dengan senyum hangat para lansia yang menyambut kedatangan mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga.

Antrean pemeriksaan kesehatan yang berlangsung menjadi ruang belajar penuh makna bagi mahasiswa. Di tempat tersebut, ilmu yang diperoleh selama perkuliahan bertemu langsung dengan kebutuhan kesehatan masyarakat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Magang Stase Keperawatan Gerontik. Program pembelajaran lapangan ini bertujuan memberikan pengalaman praktik kepada mahasiswa dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi kelompok lanjut usia.

Melalui pendampingan tenaga kesehatan Puskesmas Pucuk, mahasiswa tidak hanya mengembangkan keterampilan klinis. Selain itu, mahasiswa juga memahami pentingnya pelayanan kesehatan yang berpusat pada kebutuhan pasien.

Belajar Melayani, Bukan Sekadar Memeriksa

Posyandu Lansia menjadi salah satu layanan kesehatan yang berperan dalam upaya promotif dan preventif bagi masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa terlibat secara langsung membantu berbagai proses pemeriksaan kesehatan.

Kegiatan yang dilakukan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pengukuran kadar gula darah, pemantauan kondisi kesehatan, serta pencatatan hasil pemeriksaan. Setiap tindakan dilakukan di bawah supervisi tenaga kesehatan sebagai bagian dari proses pembelajaran profesional.

Namun, pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada hasil pemeriksaan. Mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai diabetes melitus, pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik sesuai kemampuan, kepatuhan konsumsi obat, serta upaya menjaga kesehatan pada usia lanjut.

Penyampaian edukasi dilakukan menggunakan bahasa sederhana agar informasi lebih mudah dipahami oleh para lansia. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pelayanan, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan.

Mengasah Empati di Tengah Masyarakat

Interaksi bersama para lansia memberikan pengalaman yang tidak sepenuhnya diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas. Setiap percakapan menghadirkan cerita mengenai perjalanan hidup, tantangan kesehatan, hingga harapan untuk tetap hidup mandiri di usia senja.

Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting bahwa pelayanan keperawatan tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis. Seorang perawat juga perlu memiliki empati, kesabaran, serta kemampuan komunikasi yang baik.

Selain itu, kegiatan magang memperlihatkan pentingnya kolaborasi antarprofesi dalam pelayanan kesehatan. Mahasiswa bekerja bersama dokter, perawat, bidan, tenaga laboratorium, kader kesehatan, serta perangkat desa dalam penyelenggaraan Posyandu Lansia.

Kolaborasi tersebut memberikan gambaran nyata mengenai sistem pelayanan kesehatan primer yang mengutamakan kerja sama. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan yang menyeluruh.

Tidak hanya memberikan pelayanan di Posyandu Lansia, mahasiswa juga berpartisipasi dalam kegiatan promotif di wilayah kerja Puskesmas Pucuk. Edukasi kesehatan diberikan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan penyakit dan penerapan perilaku hidup sehat.

Membangun Perawat Profesional Melalui Pengalaman Nyata

Magang Stase Keperawatan Gerontik menjadi penghubung antara teori dan praktik. Berbagai kompetensi yang dipelajari selama perkuliahan dapat diterapkan secara langsung melalui pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Pengalaman tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan klinis mahasiswa. Namun, kegiatan tersebut juga membentuk karakter calon tenaga kesehatan yang profesional, adaptif, dan humanis.

Bagi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, pembelajaran berbasis praktik menjadi bagian penting dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi dunia kerja. Melalui pengalaman lapangan di Puskesmas Pucuk, mahasiswa memahami bahwa profesi perawat tidak hanya berkaitan dengan tindakan medis.

Lebih dari itu, perawat juga berperan dalam menghadirkan rasa aman, perhatian, dan dukungan bagi setiap pasien.

Perjalanan dari ruang kuliah menuju Posyandu Lansia menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik. Pendidikan vokasi juga membentuk tenaga kesehatan yang siap mengabdi dan tumbuh bersama masyarakat.

[BACA JUGA: Lemahnya Pengendalian Internal, Celah bagi Praktik Lapping Piutang]

Penulis: Rannia Anggie Adelsya Putri

Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)