VOKASI NEWS – Praktik Kerja Lapangan atau PKL menjadi salah satu tahapan penting bagi mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik atau TLM untuk mengenal dunia kerja secara langsung. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik pelayanan laboratorium di rumah sakit.
Mahasiswa D-IV Teknologi Laboratorium Medik VOKASI UNAIR melaksanakan PKL selama tiga bulan pada periode 2 Maret–30 Mei 2026 di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit pemerintah kelas A pendidikan yang menjadi pusat rujukan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sidoarjo.
RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo juga telah menerapkan pola pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah atau BLUD. Rumah sakit ini menyediakan berbagai layanan kesehatan spesialistik dan subspesialistik yang didukung oleh fasilitas diagnostik modern.
Rotasi di Berbagai Unit Laboratorium
Selama pelaksanaan PKL, mahasiswa ditempatkan di beberapa unit laboratorium. Unit tersebut meliputi Instalasi Transfusi Darah, Laboratorium Patologi Klinik, Laboratorium Mikrobiologi dan Biomolekuler, serta Laboratorium Patologi Anatomi. Penempatan di berbagai unit tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami alur pelayanan laboratorium secara menyeluruh. Proses tersebut mencakup tahap pre-analitik, analitik, hingga post-analitik.
Kegiatan PKL memberikan pengalaman yang berbeda dari pembelajaran di kelas maupun praktikum kampus. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana pelayanan laboratorium dilaksanakan untuk mendukung diagnosis dan penanganan pasien. Selain itu, mahasiswa juga belajar mengenai pentingnya ketelitian, tanggung jawab, komunikasi, serta kerja sama tim dalam lingkungan rumah sakit. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting untuk memasuki dunia kerja sebagai tenaga laboratorium medik.
Memahami Ketepatan Kerja di Instalasi Transfusi Darah
Selama berada di Instalasi Transfusi Darah atau ITD, mahasiswa mempelajari proses pelayanan darah yang harus dilakukan dengan teliti. Ketelitian tersebut menjadi hal utama karena setiap tahapan berkaitan langsung dengan keselamatan pasien. Di unit ini, mahasiswa mempelajari berbagai tahapan pelayanan transfusi darah. Tahapan tersebut meliputi pemeriksaan golongan darah, uji silang serasi atau crossmatch, hingga penyimpanan dan distribusi komponen darah.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa memahami bahwa setiap prosedur memiliki standar yang harus dipatuhi. Kesalahan kecil dalam pelayanan transfusi darah dapat berdampak besar terhadap keselamatan penerima transfusi. Pengalaman selama di ITD memberikan gambaran nyata mengenai tanggung jawab tenaga laboratorium dalam pelayanan darah. Mahasiswa juga semakin memahami pentingnya ketepatan identifikasi dan kepatuhan terhadap prosedur kerja.
Belajar Pelayanan Laboratorium Patologi Klinik
Laboratorium Patologi Klinik merupakan unit yang melaksanakan berbagai pemeriksaan laboratorium untuk membantu penegakan diagnosis, pemantauan terapi, dan evaluasi kondisi pasien. Di unit ini, mahasiswa diperkenalkan dengan alur pemeriksaan mulai dari penerimaan spesimen hingga pelaporan hasil. Berbagai jenis sampel pasien diproses setiap hari untuk pemeriksaan hematologi, kimia klinik, imunologi, urinalisis, dan pemeriksaan laboratorium lainnya. Mahasiswa juga berkesempatan mengamati penggunaan berbagai instrumen laboratorium, seperti hematology analyzer dan chemistry analyzer.
Selain mengenal instrumen, mahasiswa mempelajari proses quality control atau QC harian, mingguan, dan bulanan. Mereka juga memahami proses validasi hasil pemeriksaan serta pengelolaan limbah medis sesuai standar keselamatan kerja. Melalui bimbingan tenaga laboratorium yang kompeten, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa ketelitian dan ketepatan sangat penting dalam menghasilkan data laboratorium yang akurat. Data tersebut menjadi dasar penting dalam membantu diagnosis dan pemantauan kondisi pasien.
Pengalaman ini membuat mahasiswa semakin menyadari bahwa kualitas pelayanan laboratorium sangat bergantung pada ketelitian dalam setiap tahapan kerja. Tahap pra-analitik juga menjadi perhatian penting karena kesalahan pada identifikasi atau penanganan sampel dapat memengaruhi hasil pemeriksaan.
Menambah Wawasan di Mikrobiologi Klinik dan Biomolekuler
Penempatan di Laboratorium Mikrobiologi dan Biomolekuler memberikan pengalaman menarik bagi mahasiswa. Di unit ini, mahasiswa mempelajari pemeriksaan yang berkaitan dengan identifikasi mikroorganisme penyebab penyakit. Mahasiswa memperoleh pengalaman dalam proses penanaman sampel, pengamatan pertumbuhan mikroorganisme, serta pengenalan uji sensitivitas antibiotik. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengamati pemeriksaan biomolekuler menggunakan teknologi Polymerase Chain Reaction atau PCR.
Penerapan biosafety dan biosecurity laboratorium juga menjadi bagian penting dalam pembelajaran di unit ini. Kedua aspek tersebut berperan besar dalam menjaga keselamatan petugas, pasien, dan lingkungan laboratorium, terutama saat menangani spesimen infeksius. Di laboratorium ini, mahasiswa belajar bahwa pemeriksaan mikrobiologi tidak hanya sebatas menumbuhkan bakteri pada media kultur. Pemeriksaan tersebut juga melibatkan berbagai tahapan identifikasi dan analisis yang kompleks.
Pengalaman di laboratorium ini memberikan wawasan mengenai peran penting pemeriksaan mikrobiologi dalam menentukan terapi yang tepat bagi pasien. Hasil pemeriksaan, termasuk uji sensitivitas antibiotik, dapat membantu klinisi memilih pengobatan yang lebih sesuai.
Mengenal Pemeriksaan Jaringan dan Sel di Patologi Anatomi
Di Laboratorium Patologi Anatomi, mahasiswa memperoleh pengalaman yang berbeda dibandingkan unit laboratorium lainnya. Unit ini berfokus pada pemeriksaan jaringan dan sel untuk membantu penegakan diagnosis penyakit. Mahasiswa mempelajari pemeriksaan histopatologi dengan tahapan pengolahan jaringan. Tahapan tersebut meliputi fiksasi, pemrosesan jaringan, embedding, pemotongan atau cutting section menggunakan mikrotom, hingga pewarnaan Hematoxylin Eosin.
Selain pemeriksaan jaringan, Laboratorium Patologi Anatomi juga memiliki pemeriksaan sitologi, imunohistokimia, dan Fine Needle Aspiration Biopsy atau FNAB. Setiap pemeriksaan memiliki prosedur dan karakteristik yang berbeda. Mahasiswa juga mempelajari serta melakukan beberapa teknik pewarnaan, seperti Diff Quick, Papanicolaou, Ziehl Neelsen, dan pewarnaan imunohistokimia. Selain itu, mahasiswa mengamati tindakan FNAB yang dilakukan oleh dokter spesialis Patologi Anatomi kepada pasien.
Setiap tahapan pemeriksaan memerlukan ketelitian tinggi agar preparat yang dihasilkan memiliki kualitas baik. Preparat tersebut kemudian digunakan untuk membantu dokter dalam menegakkan diagnosis. Melalui pengalaman ini, mahasiswa semakin memahami pentingnya peran Laboratorium Patologi Anatomi dalam pelayanan kesehatan.
Pengalaman Berharga untuk Masa Depan
PKL selama tiga bulan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo memberikan banyak pelajaran bagi mahasiswa. Pembelajaran yang diperoleh tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis laboratorium, tetapi juga kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, dan bekerja secara profesional. Interaksi dengan tenaga kesehatan dari berbagai profesi membantu mahasiswa memahami pentingnya kolaborasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Mahasiswa juga belajar bahwa pelayanan laboratorium membutuhkan tanggung jawab, kedisiplinan, serta kepatuhan terhadap standar operasional.
Melalui kegiatan PKL, mahasiswa dapat menghubungkan teori yang dipelajari selama perkuliahan dengan praktik nyata di lapangan. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja sebagai tenaga Teknologi Laboratorium Medik yang kompeten, profesional, dan bertanggung jawab. Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen VOKASI UNAIR dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga siap berkontribusi dalam pelayanan laboratorium kesehatan. Dengan pengalaman langsung di rumah sakit, mahasiswa diharapkan semakin matang dalam memahami peran strategis tenaga laboratorium medik bagi pelayanan kesehatan.
[BACA JUGA: Lewat Edukasi Interaktif, Mahasiswa UNAIR Dorong Penggunaan Obat Herbal yang Aman dan Rasional]
Penulis: Rizka Nabila Putri Amanda, Amanda Eka Aditya, Diera Nadda, Agile Imesa Putri, Jihan Aqilla Alyawati, Mutia Nastiti
Pembimbing: Belgis, S.Si., M.Si.
Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)



