VOKASI NEWS – Disinfeksi lead apron dengan isopropil alkohol 70 persen efektif menurunkan jumlah bakteri dan mencegah infeksi nosokomial di instalasi radiologi rumah sakit.
Fungsi Lead Apron di Instalasi Radiologi
Lead apron merupakan alat pelindung diri yang digunakan dalam pemeriksaan radiologi berbasis radiasi pengion. Peralatan ini berfungsi melindungi pasien dan tenaga kesehatan dari paparan sinar-X selama prosedur diagnostik maupun tindakan intervensional. Penggunaan lead apron ditemukan pada layanan radiografi konvensional, CT-scan, hingga radiologi intervensional.
Frekuensi pemakaian yang tinggi menyebabkan permukaan lead apron sering bersentuhan langsung dengan pasien, petugas, dan lingkungan sekitar. Kontak berulang tersebut berpotensi menjadikan lead apron sebagai media perantara mikroorganisme apabila tidak dibersihkan secara rutin. Oleh karena itu, perawatan alat pelindung diri menjadi bagian penting dalam sistem keselamatan dan pengendalian infeksi di instalasi radiologi.
Risiko Infeksi Nosokomial pada Peralatan Radiologi
Instalasi radiologi termasuk unit pelayanan dengan mobilitas pasien yang relatif tinggi. Perpindahan pasien dari berbagai ruang perawatan meningkatkan potensi perpindahan bakteri antarindividu. Kondisi ini dapat memperbesar risiko terjadinya infeksi nosokomial apabila kebersihan peralatan tidak terjaga.
Lead apron yang jarang mengalami proses disinfeksi dapat menjadi tempat bertahannya bakteri patogen. Mikroorganisme tersebut berisiko berpindah ke pasien lain maupun tenaga kesehatan. Pencegahan infeksi nosokomial membutuhkan perhatian tidak hanya pada kebersihan tangan, tetapi juga pada peralatan pendukung pemeriksaan medis.
Isopropil Alkohol 70 Persen sebagai Disinfektan
Isopropil alkohol 70 persen dikenal luas sebagai bahan disinfektan di fasilitas pelayanan kesehatan. Konsentrasi ini efektif merusak membran sel bakteri dan mendenaturasi protein, sehingga mampu menurunkan jumlah mikroorganisme secara signifikan. Penggunaan isopropil alkohol juga relatif aman untuk permukaan alat radiologi karena tidak menyebabkan kerusakan material.
Kemudahan memperoleh bahan ini mendukung penerapan disinfeksi secara rutin. Prosedur pembersihan yang sederhana memungkinkan tenaga kesehatan melakukannya tanpa mengganggu alur pelayanan pasien.
Penelitian Mahasiswa Fakultas Vokasi UNAIR
Penelitian dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Airlangga dengan desain eksperimental. Sampel penelitian terdiri atas 16 lead apron jenis single sided coat. Permukaan depan setiap apron dibagi menjadi empat area pengambilan sampel.
Metode swab digunakan untuk mengukur jumlah bakteri sebelum dan sesudah proses disinfeksi menggunakan isopropil alkohol 70 persen. Hasil pengukuran menunjukkan adanya penurunan jumlah koloni bakteri yang bermakna. Rerata jumlah bakteri sebelum disinfeksi tercatat sebesar 115 CFU per mililiter. Setelah disinfeksi, angka tersebut menurun menjadi sekitar 18 CFU per mililiter. Persentase penurunan pada setiap area berkisar antara 82 hingga 88 persen.
[BACA JUGA: Tax Employment Visit 2025: Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Mahasiswa Era Digital]
Implikasi bagi Keselamatan Radiologi
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa disinfeksi lead apron berperan penting dalam menekan risiko infeksi nosokomial. Penerapan prosedur pembersihan secara rutin dapat meningkatkan keselamatan pasien dan tenaga kesehatan di instalasi radiologi.
Rumah sakit perlu menyusun standar operasional prosedur khusus terkait perawatan dan disinfeksi lead apron. Kesadaran terhadap kebersihan alat pelindung diri harus menjadi bagian dari budaya keselamatan kerja. Upaya ini sejalan dengan prinsip pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada perlindungan pasien.
***
Penulis: Fifin Alvikhoy Arifin
Pembimbing: Lailatul Muqmiroh dan Weni Purwanti
Editor: Fatikah Rachmadianty



