Edukasi Pengenalan Obat Cair untuk Lansia Sebagai Upaya Pencegahan Kesalahan Dosis di Desa Gumeno

VOKASI NEWS – Mahasiswa D-III Keperawatan VOKASI UNAIR mengedukasi lansia di Desa Gumeno, Gresik, mengenai penggunaan obat cair yang tepat untuk mencegah kesalahan dosis dan meningkatkan keselamatan penggunaan obat di tingkat keluarga.

Kesalahan penggunaan obat masih menjadi salah satu tantangan dalam pelayanan kesehatan. Risiko tersebut tidak hanya terjadi di fasilitas kesehatan, tetapi juga di lingkungan rumah tangga. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization atau WHO) menyebutkan bahwa medication-related harm memengaruhi satu dari 30 pasien dalam pelayanan kesehatan. Lebih dari seperempat kasus tersebut tergolong berat atau mengancam jiwa.

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai sediaan obat cair di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik. Kegiatan ini menyasar kelompok lansia yang sering berhadapan langsung dengan penggunaan obat dalam kehidupan sehari-hari.

Pentingnya Edukasi Obat bagi Lansia

Lansia menjadi salah satu kelompok yang memerlukan perhatian khusus dalam penggunaan obat. Selain karena meningkatnya kebutuhan pengobatan seiring bertambahnya usia, kelompok ini juga berisiko mengalami kesalahan penggunaan obat apabila tidak mendapatkan informasi yang memadai.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan bahwa sekitar 12 persen atau 29 juta penduduk Indonesia merupakan lansia. Jumlah tersebut menunjukkan pentingnya upaya peningkatan literasi kesehatan, termasuk pemahaman mengenai penggunaan obat yang aman dan tepat.

Di tingkat keluarga, risiko kesalahan penggunaan obat juga cukup tinggi. Publikasi Universitas Airlangga menyebutkan bahwa 94,3 persen rumah tangga menyimpan obat di rumah. Namun, sebanyak 72,1 persen di antaranya belum melakukan penataan obat secara khusus. Kondisi ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai penyimpanan dan penggunaan obat masih sangat dibutuhkan.

Mengenal Berbagai Jenis Sediaan Obat Cair

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi mengenai berbagai jenis sediaan obat cair. Beberapa jenis yang diperkenalkan meliputi sirup, suspensi, dan emulsi.

Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh peserta. Narasumber menjelaskan perbedaan masing-masing sediaan, cara pemberian, serta kebiasaan yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi obat cair.

Menurut Kementerian Kesehatan, obat cair dapat digunakan dengan aman apabila dikonsumsi sesuai aturan pakai. Oleh karena itu, peserta diingatkan untuk selalu memperhatikan petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan maupun arahan dari tenaga kesehatan.

Mencegah Kesalahan Dosis pada Obat Cair

Salah satu fokus utama edukasi adalah pencegahan kesalahan dosis. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan alat takar yang sesuai saat mengonsumsi obat cair.

Narasumber menjelaskan bahwa suspensi dan emulsi perlu dikocok terlebih dahulu sebelum digunakan agar kandungan obat tercampur secara merata. Selain itu, penggunaan alat takar bawaan lebih disarankan dibandingkan sendok dapur.

Ukuran sendok rumah tangga tidak seragam sehingga dapat menyebabkan ketidaktepatan dosis. Kesalahan kecil dalam pengukuran obat dapat memengaruhi efektivitas terapi dan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.

Edukasi Interaktif melalui Kuis dan Evaluasi

Untuk meningkatkan keterlibatan peserta, panitia menyelenggarakan kuis berhadiah setelah sesi pemaparan materi. Metode ini membuat suasana kegiatan menjadi lebih hidup dan interaktif.

Peserta terlihat antusias menjawab berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan. Selain membantu mengingat kembali informasi penting, kuis juga menjadi sarana evaluasi pemahaman peserta.

Setelah kegiatan edukasi selesai, peserta diminta mengisi kuesioner. Hasil evaluasi tersebut digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta sekaligus menjadi bahan perbaikan bagi kegiatan serupa di masa mendatang.

Membangun Budaya Bijak Obat di Lingkungan Keluarga

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai simbol keberhasilan kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

WHO menempatkan keselamatan penggunaan obat sebagai bagian penting dari patient safety. Banyak kejadian yang merugikan sebenarnya dapat dicegah melalui keterlibatan pasien dan keluarga dalam penggunaan obat yang tepat.

Ke depan, kegiatan edukasi serupa diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya kelompok lansia. Pemahaman mengenai jenis obat cair, penggunaan alat ukur dosis, penyimpanan yang benar, serta batas penggunaan setelah kemasan dibuka dapat membantu keluarga mengambil keputusan yang lebih aman.

Melalui peningkatan literasi obat, risiko medication error di rumah diharapkan dapat ditekan. Dengan demikian, kualitas perawatan kesehatan keluarga dapat terus meningkat secara berkelanjutan.


[BACA JUGA: Mengenal Risiko dan Manfaat Obat melalui Seminar Edukasi bagi Ibu-Ibu Peserta Posyandu di Ecopark Randuagung]

Penulis: Naysilla Chika Maulida Hadi, Siti Haliza Putri, Shafiyyah Nitisara, Yessy Octavera Wilson, Dhiva Stavelani, Jelita Novita Sari, Halwa Kamilia Febriyanti, dan Muhammad Ade Nadhifun Nafis

Editor: Nadya (Tim Branding Vokasi)