Edukasi Penggolongan Obat bagi Ibu-Ibu PKK Tlogobendung

VOKASI NEWS – Mahasiswa D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar edukasi mengenai penggolongan obat bagi ibu-ibu PKK di Desa Tlogobendung, Kabupaten Gresik, pada Sabtu (2/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek Mata Kuliah Farmakologi yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat secara tepat, aman, dan rasional.

Ibu-ibu PKK dipilih sebagai sasaran kegiatan karena memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan keluarga, termasuk dalam menentukan penggunaan obat bagi anggota keluarga. Melalui edukasi ini, peserta diharapkan mampu mengenali berbagai golongan obat beserta aturan penggunaannya.

Penyuluhan Interaktif Tingkatkan Pemahaman Peserta

Kegiatan berlangsung melalui penyuluhan interaktif yang dipadukan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan berbagai pengalaman maupun pertanyaan terkait penggunaan obat dalam kehidupan sehari-hari.

Penyampaian materi didukung oleh berbagai media edukasi, seperti presentasi, video animasi, leaflet, papan obat, serta contoh obat berdasarkan golongannya. Media tersebut membantu peserta memahami simbol pada kemasan obat, klasifikasi obat, dan aturan penggunaannya dengan lebih mudah.

Pentingnya Memahami Penggolongan Obat

Materi yang disampaikan meliputi obat bebas, obat bebas terbatas, Obat Wajib Apotek (OWA), obat keras, serta narkotika dan psikotropika. Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai simbol yang terdapat pada kemasan obat beserta arti dan ketentuan penggunaannya.

Pemahaman mengenai penggolongan obat menjadi penting karena setiap jenis obat memiliki tingkat keamanan dan aturan penggunaan yang berbeda. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menggunakan obat secara lebih bijak sekaligus mengurangi risiko kesalahan penggunaan.

Selain itu, peserta diajak untuk selalu membaca informasi yang tercantum pada kemasan obat sebelum menggunakannya. Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu memastikan obat digunakan sesuai indikasi, dosis, dan aturan pakai.

Hasil Evaluasi Tunjukkan Peningkatan Pengetahuan

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan terkait penggunaan obat yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi berlangsung aktif sehingga materi dapat dipahami dengan lebih baik.

Untuk mengukur efektivitas edukasi, tim pelaksana melakukan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti penyuluhan. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 63,98 persen pada pre-test menjadi 80,26 persen pada post-test. Peningkatan paling tinggi terlihat pada materi mengenai obat keras serta narkotika dan psikotropika yang sebelumnya masih kurang dipahami oleh sebagian peserta.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa D-III Keperawatan VOKASI UNAIR berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mengenali penggolongan obat sebelum digunakan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga penggunaan obat di lingkungan keluarga menjadi lebih aman, tepat, dan bertanggung jawab.

[BACA JUGA: Kenali Penyimpanan Obat yang Benar]

Penulis: Fitri Gelis Fathinah

Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)