Edukasi Penggolongan Obat Bahan Alam ke Warga Gresik

Vokasi News – Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan VOKASI UNAIR yang tergabung dalam Kelompok 4 Praktikum Farmakologi GR-2C melaksanakan kegiatan edukasi mengenai penggolongan obat bahan alam kepada masyarakat Desa Sumari, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Sabtu (7/6/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu dan lansia. Edukasi tersebut berfokus pada penggunaan obat bahan alam yang aman, rasional, dan sesuai ketentuan. Penyampaian materi dilakukan melalui penyuluhan, pemaparan materi, diskusi interaktif, serta pembagian leaflet sebagai media informasi pendukung.

Mengenal Penggolongan Obat Bahan Alam

Materi yang disampaikan meliputi pengertian obat bahan alam, penggolongan obat tradisional, cara penggunaan yang benar, waktu konsumsi, efek samping, hingga pentingnya mengenali produk yang telah memiliki izin edar resmi. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa obat bahan alam terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu jamu, Obat Herbal Terstandar atau OHT, dan fitofarmaka.

Tim edukasi juga memperkenalkan contoh-contoh produk obat bahan alam yang sering digunakan masyarakat sehari-hari. Penjelasan tersebut diberikan agar peserta lebih mudah memahami perbedaan tiap jenis produk herbal. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengenal jamu, tetapi juga memahami adanya OHT dan fitofarmaka.

Ketua Kelompok 4 Praktikum Farmakologi GR-2C, Mulia Ayu Yuliyanti, menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang menganggap seluruh produk herbal aman digunakan. Padahal, penggunaan produk herbal tetap perlu memperhatikan dosis, aturan pakai, dan kemungkinan interaksi dengan obat lain.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman bahwa obat bahan alam tetap harus digunakan secara tepat. Masyarakat perlu mengetahui perbedaan antara jamu, OHT, dan fitofarmaka agar dapat memilih produk yang aman dan terstandar,” ujarnya.

Antusiasme Warga dalam Mengikuti Edukasi

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para ibu rumah tangga dan lansia aktif mengajukan pertanyaan terkait pengalaman mereka menggunakan obat herbal. Beberapa pertanyaan berkaitan dengan penggunaan obat bahan alam untuk menjaga kesehatan maupun mengatasi keluhan penyakit tertentu.

Beberapa peserta juga mengaku baru mengetahui bahwa produk herbal dapat memiliki efek samping. Selain itu, produk herbal juga berpotensi berinteraksi dengan obat resep dokter apabila digunakan tanpa perhatian yang tepat. Oleh karena itu, edukasi ini menjadi penting agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih dan menggunakan obat bahan alam.

Salah satu peserta kegiatan menyampaikan bahwa edukasi tersebut memberikan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi keluarga.

“Selama ini kami hanya tahu jamu dari pengalaman orang tua. Setelah mendapat penjelasan, kami jadi lebih paham cara memilih dan menggunakan obat bahan alam yang benar,” ungkapnya.

Mendorong Swamedikasi yang Aman

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat dapat menjadi lebih bijak dalam menggunakan obat bahan alam. Pengetahuan mengenai penggolongan obat bahan alam diharapkan dapat membantu warga memilih produk yang sesuai kebutuhan dan lebih aman digunakan.

Selain sebagai bentuk implementasi pembelajaran Farmakologi, kegiatan ini juga menjadi wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kesehatan warga, terutama dalam menerapkan prinsip swamedikasi yang aman di lingkungan sekitar.

[BACA JUGA: Lansia Bijak Memilih: Edukasi Penggolongan Obat Herbal Berbahan Alam di Ketapang Lor, Ujungpangkah, Gresik]

Penulis: Jefri Ferdiansyah

Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)