VOKASI NEWS — Mahasiswa D-III Keperawatan VOKASI UNAIR mengedukasi ibu-ibu PKK di Gresik mengenai penggolongan obat berdasarkan indikasi klinis untuk mendukung penggunaan obat yang aman, tepat, dan rasional.
Penggunaan obat yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pengobatan. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami fungsi dan kegunaan berbagai jenis obat. Kurangnya pengetahuan tersebut dapat menyebabkan kesalahan penggunaan obat yang berisiko menimbulkan efek samping maupun kegagalan terapi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa lebih dari separuh penggunaan obat di dunia masih belum rasional (WHO, 2026).
Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap penggolongan obat mendorong dilaksanakannya kegiatan edukasi kesehatan di Perumahan Graha Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini ditujukan kepada ibu-ibu PKK sebagai kelompok yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan keluarga. Edukasi dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 2026 melalui penyuluhan kesehatan yang disertai media leaflet dan papan obat.
Pentingnya Memahami Penggolongan Obat
Penggolongan obat berdasarkan indikasi klinis merupakan pengelompokan obat sesuai tujuan penggunaannya dalam mengatasi suatu kondisi kesehatan. Pemahaman mengenai penggolongan obat membantu masyarakat memilih dan menggunakan obat secara tepat sesuai kebutuhan. Menurut Rifka Alkhilyatul Ma’rifat (2024), penggolongan obat berdasarkan indikasi klinis berperan dalam mendukung penggunaan obat yang aman dan efektif.
Materi edukasi yang diberikan mencakup berbagai golongan obat yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa di antaranya adalah analgetik untuk meredakan nyeri, antipiretik untuk menurunkan demam, antihistamin untuk mengatasi alergi, serta antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Selain itu, dijelaskan pula fungsi obat antijamur, antivirus, antiparasit, antasida, diuretika, hingga obat hormonal dan antagonis.
Pelaksanaan Edukasi Kesehatan
Penyuluhan diawali dengan pemberian pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta sebelum menerima materi. Selanjutnya, materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh peserta. Media leaflet digunakan sebagai sumber informasi tertulis, sedangkan papan obat membantu peserta mengenali berbagai golongan obat secara visual.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penggunaan obat yang sering ditemukan di rumah. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, peningkatan literasi kesehatan masyarakat sangat penting untuk mendukung penggunaan obat yang benar dan mencegah kesalahan terapi (Kemenkes, 2019).
Manfaat Edukasi bagi Masyarakat
Melalui kegiatan edukasi ini, peserta memperoleh pengetahuan mengenai fungsi, manfaat, dan cara penggunaan berbagai golongan obat. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat membedakan jenis obat sesuai indikasinya serta menghindari penggunaan obat tanpa petunjuk yang tepat. Pengetahuan yang baik mengenai obat juga dapat membantu mencegah terjadinya resistensi antibiotik dan berbagai efek samping akibat penggunaan obat yang tidak rasional.
Kegiatan edukasi kesehatan mengenai penggolongan obat berdasarkan indikasi klinis memberikan manfaat positif bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK di Perumahan Graha Bunder Asri. Peningkatan pemahaman mengenai penggunaan obat yang benar diharapkan dapat mendukung terciptanya perilaku hidup sehat serta meningkatkan kualitas kesehatan keluarga dan masyarakat secara berkelanjutan.
Daftar Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019. Cerdas Menggunakan Obat.
Rifka Alkhilyatul Ma’rifat, I Made Suraharta, I. I. J. 2024. Farmakologi Sosial dan Penggolongan Obat.
World Health Organization (WHO). 2026. Promoting Rational Use of Medicines.
[BACA JUGA: Jangan Asal Oles! Edukasi Cerdas Penggunaan Sediaan Obat Setengah Padat]
Penulis: Nafisatul Jamila
Pembimbing: Susilo Harianto
Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)



