Edukasi Penggunaan Obat Yang Tepat, Mahasiswa D-III Keperawatan Gelar Penyuluhan Di Graha Bunder Asri

VOKASI NEWS – Penggunaan obat yang rasional merupakan salah satu komponen penting dalam pelayanan kesehatan yang berfungsi untuk mencegah, mengobati, maupun mengendalikan berbagai penyakit. Penggunaan obat yang tepat dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan mempercepat proses penyembuhan. Sebaliknya, penggunaan obat yang tidak sesuai dapat menimbulkan efek samping, interaksi obat, hingga kegagalan terapi. Organisasi Kesehatan Dunia menyebutkan bahwa lebih dari 50% penggunaan obat di dunia masih tergolong tidak rasional (WHO, 2024).

Penggunaan obat yang rasional mengacu pada pemilihan obat yang sesuai dengan kondisi pasien, diberikan dalam dosis yang tepat, serta digunakan dalam jangka waktu yang sesuai. Penerapan prinsip tersebut memerlukan pemahaman mengenai fungsi dan klasifikasi setiap jenis obat. Oleh karena itu, pengetahuan tentang penggolongan obat menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan keselamatan pasien dan efektivitas pengobatan.

Penggolongan Obat Berdasarkan Indikasi Klinis

Penggolongan obat berdasarkan indikasi klinis merupakan sistem klasifikasi yang mengelompokkan obat sesuai tujuan penggunaannya dalam menangani kondisi kesehatan tertentu. Pengelompokan ini memudahkan tenaga kesehatan maupun masyarakat dalam mengenali fungsi utama suatu obat dan mengurangi risiko kesalahan penggunaan.

Beberapa golongan obat yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari antara lain analgetik untuk mengurangi nyeri, antipiretik untuk menurunkan demam, antihistamin untuk mengatasi reaksi alergi, serta antibiotik yang digunakan pada infeksi bakteri. Selain itu, terdapat antasida untuk mengurangi keluhan akibat peningkatan asam lambung, antijamur untuk mengatasi infeksi jamur, antivirus untuk penyakit akibat virus, dan antiparasit untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh parasit. Setiap golongan obat memiliki mekanisme kerja, indikasi, kontraindikasi, serta efek samping yang berbeda.

Upaya Peningkatan Obat di Masyarakat

Penggunaan obat yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan dan mendukung keberhasilan pengobatan. Namun, pemahaman masyarakat mengenai fungsi serta penggunaan berbagai jenis obat masih perlu ditingkatkan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa lebih dari 50% obat di dunia masih digunakan secara tidak tepat, baik dari segi pemilihan obat, dosis, maupun indikasinya. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Sebagai bentuk implementasi pembelajaran sekaligus pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan bagi ibu-ibu PKK di Graha Bunder Asri, Kebomas, Gresik. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang rasional melalui pemahaman penggolongan obat berdasarkan indikasi klinis.

Kegiatan dilaksanakan di Balai Balai RT.01/RW.05 Graha Bunder Asri, Kebomas, Gresik dengan melibatkan ibu-ibu PKK sebagai peserta utama. Kelompok tersebut dipilih karena memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan kesehatan keluarga, termasuk dalam penggunaan obat sehari-hari.

Meningkatkan Kesadaran Penggunaan Obat yang Tepat

Edukasi difokuskan pada pengenalan berbagai golongan obat yang umum digunakan masyarakat. Materi mencakup obat pereda nyeri, penurun demam, antibiotik, antihistamin, obat batuk, antasida, serta obat untuk penyakit kronis tertentu. Selain menjelaskan fungsi dan kegunaan masing-masing golongan obat, penyuluhan juga menekankan pentingnya penggunaan obat yang rasional sesuai indikasi dan anjuran tenaga kesehatan guna mencegah kesalahan penggunaan, termasuk konsumsi antibiotik tanpa indikasi yang tepat maupun penggunaan obat secara berlebihan.

Penyampaian materi dilakukan melalui metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab dengan dukungan media edukasi berupa leaflet dan papan obat. Penggunaan media visual membantu meningkatkan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan. Media tersebut menampilkan contoh obat yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari sehingga informasi menjadi lebih mudah dipahami dan diingat.

[BACA JUGA: Lansia di Desa Gumeno Antusias Ikuti Edukasi Mengenai Sediaan Obat Cair]

Penulis: Nafisatul Jamila, Melyssa Aprilia Utami, Nayla Ahadina Iskandar, Aini Merry Luichawati, Nesa Indira Putri, Sasqia Azzahra, Cindy Olivia Dwi Agustin, Moch. Fakthur Rifa’i

Pembimbing: Susilo Harianto

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)

Sumber:

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Cerdas Menggunakan Obat.

World Health Organization. (2024). Promoting Rational Use of Medicines.