Efektivitas Infusa Simplisia Daun Pegagan dan Akar Manis dalam Menurunkan Skala Nyeri pada Dispepsia

Efektivitas Infusa Simplisia Daun Pegagan dan Akar Manis dalam Menurunkan Skala Nyeri pada Dispepsia_Dokumen Istimewa

VOKASI NEWS – Penelitian mahasiswa Universitas Airlangga menunjukkan infusa daun pegagan dan akar manis efektif menurunkan nyeri dispepsia. Keduanya memiliki efektivitas serupa sebagai alternatif perawatan herbal yang aman dan alami.

Dispepsia merupakan gangguan pencernaan yang ditandai rasa nyeri atau tidak nyaman di ulu hati. Kondisi ini dapat menimbulkan kerusakan dinding lambung hingga berpotensi menyebabkan perdarahan saluran pencernaan. Jika tidak ditangani, dispepsia dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Pengobatan konvensional biasanya difokuskan pada penanganan gejala menggunakan obat-obatan kimia. Namun, pemakaian jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping sehingga mendorong masyarakat mencari alternatif berbasis herbal. Daun pegagan dan akar manis menjadi dua pilihan tanaman yang potensial.

Daun pegagan mengandung asiaticoside, madecassoside, serta flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan mempercepat regenerasi mukosa lambung. Akar manis memiliki senyawa glycyrrhizin dan flavonoid yang berperan sebagai anti-ulcer, antiinflamasi, serta meningkatkan produksi mukus pelindung lambung. Dalam Traditional Chinese Medicine (TCM), pegagan dikenal sebagai Ji Xue Cao dengan sifat dingin dan rasa manis-pahit, sedangkan akar manis atau Gan Cao bersifat netral–manis dengan peran menjaga keseimbangan organ pencernaan.

Desain Penelitian Mahasiswa

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh infusa daun pegagan (Centella asiatica L.) dan akar manis (Glycyrrhiza glabra L.) dalam menurunkan nyeri dispepsia. Penelitian menggunakan metode kuantitatif true experimental dengan rancangan pretest-posttest control group.

Responden berjumlah 38 mahasiswa berusia 16–25 tahun yang dipilih secara acak. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama mendapat infusa daun pegagan 5 gram dalam 250 mL air sebanyak dua kali sehari. Kedua, menerima infusa akar manis 5 gram dalam 150 mL air dengan frekuensi sama. Kelompok kontrol hanya mengonsumsi air mineral 250 mL. Tingkat keparahan gejala diukur dengan kuesioner Short Form Leeds Dyspepsia Questionnaire (SF-LDQ) sebelum dan sesudah perlakuan.

Hasil Penelitian

Kelompok pegagan menunjukkan penurunan skor SF-LDQ rata-rata 10,18, sementara kelompok akar manis menurun rata-rata 10,76. Kelompok kontrol hanya mengalami penurunan 0,81. Uji statistik menggunakan Friedman Test, Kruskal-Wallis, dan Post Hoc Mann-Whitney U Test menunjukkan nilai p<0,05 pada kelompok pegagan dan akar manis, menandakan efektivitas signifikan dalam menurunkan nyeri dispepsia.

Perbandingan kedua kelompok perlakuan menghasilkan p=0,293, yang berarti tidak ada perbedaan signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa efek terapi infusa daun pegagan sebanding dengan infusa akar manis.

[BACA JUGA: Waktu Tunggu Radioterapi Tingkatkan Kecemasan Pasien Kanker Ginekologi]

Kesimpulan

Infusa daun pegagan dan akar manis terbukti efektif menurunkan nyeri dispepsia. Kedua tanaman memiliki efektivitas yang relatif sama sehingga dapat dipertimbangkan sebagai alternatif perawatan herbal yang aman.

Dalam kerangka TCM, pegagan berperan menyejukkan panas dan menyeimbangkan fungsi organ pencernaan, sedangkan akar manis membantu menjaga harmoni limpa dan lambung. Dengan demikian, kombinasi keduanya mendukung kesehatan sistem pencernaan secara menyeluruh.

***

Penulis: Aulya Sabina Rahmaniar

Editor: Fatikah Rachmadianty