VOKASI UNAIR

Effect of Uncertainty on Adherence and Quality of Life in Breast Cancer Survivors: A Systematic Review

VOKASI NEWS – Penulis : Susilo Harianto

Penyakit kanker payudara adalah momok yang masih menakutkan bagi kehidupan ini, terutama bagi bangsa Indonesia. Penyakit yang identik dengan kaum hawa tersebut, ternyata menjadi penyebab angka kematian di Indonseia yang angkanya mencapai 2,1 juta jiwa. Bahkan, kematian akibat kanker payudara di dunia angkanya mencapai 15% atau 627.000 jiwa dari semua jenis kematian akibat kangker di kalangan wanita. Jika diakumulasikan, kematian wanita Indonesia akibat kanker payudara mengalami peningakatan sejak tahun 2018.

Sebagian besar temuan menjelaskan bahwa adanya diagnosis dan pengobatan kanker payudara dapat memicu serangkaian perubahan emosional negatif bagi pasien, seperti stress, kecemasan, ketakutan dan depresi berat. Kanker payudara dan penyakit kronis lainnya, menimbulkan tantangan psikologis yang secara tradisional, telah dirawat melalui strategi yang berfokus pada masalah.

Banyak intervensi yang telah dikembangkan untuk membantu wanita mengatasi dampak negatif fisik dan psikologis dari diagnose dan perawatannya. Di sisi lain, ada bukti bahwa permasalahan ini berpengaruh secara signifikan, seperti kanker, dapat berdampak pada konsep diri seseorang, hubungan mereka, dan nilai-nilai mereka, yang dapat berarti pengorganisasian kembali prioritas hidup ketika orang tersebut berusaha untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan lebih sehat.

Menurut para peneliti dan pemerhati penyakit kanker, menjelaskan bahwa perawatan kanker membutuhkan waktu, beberapa prosedur dan perawatan diri sangat penting untuk mengelola penyakit kronis, dan upaya pasien sendiri sangat penting. Karena adanya tuntutan perawatan diri yang berkelanjutan, maka pasien dengan penyakit kronis sering mengalami stress psikologis berulang, intimidasi sosial dan  penurunan harga diri. Selain itu juga sering terjadi penurunan imunitas tubuh, sehingga mereka rentan terhadap maladaptasi dan depresi.

Banyak bukti yang mendukung temuan bahwa model ketidakpastian dapat digunakan untuk menjaga kesehatan mental populasi yang rentan mengalami peristiwa yang menimbulkan stress. Hal itu juga berarti bahwa model tersebut merupakan salah satu mekanisme bertahan yang berguna untuk menangani diagnosis kanker dan kesulitan terkait pengobatan. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa ketidakpastian dapat dikaitkan dengan suasana hati yang negatif, peningkatan gejala kelelahan, gangguan tidur dan kualitas hidup yang makin buruk.

Menurut salah satu studi, dalam menangani penyakit kanker payudara dapat menggunakan metode intervensi untuk mengatasi ketidakpastian, tetapi tidak seperti dua studi mindfulness yang diperiksa sebelumnya.

Selengkapnya kunjungi : http://news.unair.ac.id/2020/06/19/metode-peningkatkan-kualitas-hidup-bagi-pasien-kanker-payudara/

Artikel : https://www.psychosocial.com/article/PR290088/22758/
Penulis : Susilo Harianto

Share Media Sosmed

Pilihan Kategori